Banjir Dahsyat Nepal-Tibet, Hampir 3.000 Orang Hilang, 691 Jenazah Ditemukan

- Jurnalis

Minggu, 30 Agustus 2026 - 11:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Banjir bandang yang menerjang nepal begitu dahsyatnya. Tiga warga coba mengarungi lumpur pasca banjir. (int)

KATHMANDUmetrolangkat.com

Banjir dahsyat yang melanda wilayah perbatasan Nepal dan Tibet terus menelan korban. Hingga Minggu (30/8/2026), jumlah orang yang dilaporkan hilang mendekati 3.000 orang, sementara 691 jenazah telah ditemukan.

Dilansir AFP, angka tersebut merupakan akumulasi laporan dari otoritas Nepal dan China. Besarnya jumlah korban membuat bencana ini menjadi salah satu tragedi banjir paling serius yang melanda kawasan tersebut.

Di Nepal, pemerintah melaporkan sebanyak 2.426 orang, termasuk ratusan warga negara asing, masih belum dapat dihubungi. Sementara jumlah korban meninggal dunia di negara tersebut mencapai 675 orang hingga Sabtu (29/8).

Baca Juga :  Dua Rumah dan Usaha Laundry di Binjai Utara Ludes Terbakar, Dua Mobil Ikut Hangus

Kondisi di wilayah Tibet yang merupakan daerah otonom China membuat upaya mendapatkan gambaran menyeluruh mengenai dampak bencana menjadi sulit. Sebagian besar wilayah terdampak tidak dapat diakses jurnalis asing sehingga laporan independen mengenai jumlah korban dan kerusakan masih terbatas.

Sementara itu, stasiun televisi pemerintah China, CCTV, melaporkan 546 orang hilang dan 16 orang meninggal dunia di wilayah Tibet.

Dari jumlah orang yang hilang tersebut, 261 di antaranya merupakan warga negara asing.

Situasi semakin mengkhawatirkan karena lebih dari 100 pekerja dilaporkan terjebak di dalam sejumlah terowongan pembangkit listrik tenaga air.

Upaya penyelamatan pun terus dilakukan. Tentara Nepal pada Sabtu malam berhasil memasukkan pipa ke salah satu terowongan di lokasi pembangkit listrik tenaga air Trishuli 3A.

Baca Juga :  Tinjau Sungai Tukka, Bobby Siapkan Tanggul dan Sabo Dam Cegah Banjir

Pipa tersebut digunakan untuk mengalirkan udara melalui lubang kecil ke dalam terowongan, sebagai bagian dari upaya penyelamatan para pekerja yang diduga masih terjebak.

Menteri Dalam Negeri Nepal, Sudan Gurung, mengatakan langkah tersebut dilakukan untuk menjaga peluang keselamatan para pekerja sembari tim penyelamat berupaya mencapai lokasi mereka.

Hingga kini, operasi pencarian dan penyelamatan masih berlangsung. Akses yang sulit, kondisi medan serta luasnya wilayah terdampak menjadi tantangan besar bagi petugas dalam menemukan korban dan memastikan jumlah pasti korban bencana.(ist/dtc)

Follow WhatsApp Channel www.metrolangkat.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Muktamar NU Ubah Mekanisme Pemilihan Ketum PBNU, Kini Lewat AHWA
Plt. Bupati Langkat Tiorita Serahkan Rumah Layak Huni
Kapolda Sumut Pimpin Sertijab 24 PJU dan Kapolres
Pasca OTT Bupati, KPK Geledah Tujuh Kantor Strategis di Lingkungan Pemkab Langkat
KPK Geledah Kantor Bupati, PUPR dan Dinas Pendidikan Langkat Pasca OTT Bupati Syah Afandin
Ondim Diamankan KPK Dirumah Pribadinya, Bukan di Acara APKASI 
Pemprov Sumut Perkuat Mediasi Penyelesaian Konflik Plasma Sawit di Madina
Replika Rumah Adat Batak Terbakar, Rico Waas Janji Segera Diperbaiki
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 11:11 WIB

Muktamar NU Ubah Mekanisme Pemilihan Ketum PBNU, Kini Lewat AHWA

Minggu, 30 Agustus 2026 - 11:01 WIB

Banjir Dahsyat Nepal-Tibet, Hampir 3.000 Orang Hilang, 691 Jenazah Ditemukan

Selasa, 14 Juli 2026 - 09:35 WIB

Plt. Bupati Langkat Tiorita Serahkan Rumah Layak Huni

Senin, 13 Juli 2026 - 12:58 WIB

Kapolda Sumut Pimpin Sertijab 24 PJU dan Kapolres

Rabu, 8 Juli 2026 - 21:29 WIB

Pasca OTT Bupati, KPK Geledah Tujuh Kantor Strategis di Lingkungan Pemkab Langkat

Berita Terbaru

Berita

Zizi Dinilai Cocok Emban Koordinator KAHMI Binjai

Kamis, 3 Sep 2026 - 07:56 WIB