Lemahnya Penegakan Perda Kawasan Tanpa Rokok di Langkat: Aturan Ada, Rokok Tetap Menyala

- Jurnalis

Rabu, 25 Juni 2025 - 10:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Meski ada Perda yang mengatur tapi kawasan tanpa rokok tetap menyala.(poto ilustrasi)

Langkat — Metrolangkat.com

Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Langkat Nomor 1 Tahun 2019 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) seolah hanya menjadi pajangan tanpa makna.

Meski sudah lima tahun diberlakukan, pelanggaran terhadap aturan ini masih marak terjadi, bahkan di lingkungan yang seharusnya menjadi contoh, seperti perkantoran pemerintahan.

Ironisnya, aturan yang seharusnya melindungi kesehatan masyarakat itu disahkan bukan tanpa biaya.

Proses penyusunan, pembahasan hingga penetapan Perda KTR jelas menggunakan anggaran daerah, yang notabene bersumber dari uang rakyat.

Namun, realisasinya di lapangan justru jauh dari harapan.

Pantauan di berbagai fasilitas umum di Langkat, seperti terminal, pasar, tempat pelayanan publik hingga kantor pemerintahan, banyak ditemukan masyarakat — bahkan oknum pegawai — yang dengan santai menghisap rokok.

Padahal jelas, Perda Nomor 1 Tahun 2019, yang diperkuat dengan Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 5 Tahun 2019 sebagai petunjuk pelaksanaannya

Baca Juga :  Muhammad Ikhsan Siregar Resmi Jabat Kadis Kominfo Binjai

Sudah mengatur dengan tegas area yang termasuk Kawasan Tanpa Rokok, mulai dari fasilitas pelayanan kesehatan, tempat belajar-mengajar, tempat ibadah, tempat bermain anak, hingga angkutan umum.

Untuk Apa Perda Dibuat Kalau Tidak Ditegakkan?

Masyarakat mulai mempertanyakan efektivitas Perda tersebut. “Perda KTR ini bukan dibuat gratis, ada anggarannya, ada kajiannya, tapi di lapangan tetap saja orang merokok sembarangan.

Untuk apa aturan ini dibuat kalau tidak ada penegakan?” ujar Hendra, warga Stabat yang sering melihat pelanggaran KTR di kantor pelayanan publik.

Pertanyaan juga muncul soal siapa pihak yang bertanggung jawab atas penegakan Perda ini.

Sesuai regulasi, penegakan Perda adalah tanggung jawab pemerintah daerah, dalam hal ini Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) sebagai penegak Perda, dibantu instansi terkait seperti Dinas Kesehatan.

Namun faktanya, penindakan nyaris tak terlihat, bahkan kesan pembiaran justru lebih dominan.

Baca Juga :  Masa Jabatan BPD di Langkat Kedaluwarsa, Namun Masih Beroperasi

Kesadaran Rendah, Pengawasan Lemah

Minimnya penegakan hukum berbanding lurus dengan rendahnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kawasan bebas rokok.

Tanpa pengawasan yang konsisten, pelanggaran pun dianggap hal biasa.

Padahal, tujuan utama Perda KTR adalah melindungi masyarakat dari bahaya asap rokok, terutama kelompok rentan seperti anak-anak dan ibu hamil.

“Kalau terus dibiarkan, ini hanya jadi aturan di atas kertas. Pemerintah jangan cuma bangga punya Perda, tapi tidak mau repot mengawasi dan menindak,” tegas Hendra.

Harapan Publik: Tegakkan Aturan, Jangan Setengah Hati

Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Langkat tidak setengah hati dalam menegakkan Perda KTR.

Selain meningkatkan sosialisasi, Satpol PP dan instansi terkait harus turun langsung menindak pelanggaran, termasuk di lingkungan perkantoran pemerintahan sendiri.

Jangan sampai Perda KTR hanya menjadi simbol formalitas, sementara kesehatan masyarakat dikorbankan karena lemahnya komitmen penegakan aturan.(Yong)

Follow WhatsApp Channel www.metrolangkat.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Seleksi KI Sumut 2026–2030 Berlanjut, Timsel Pastikan Proses Objektif dan Transparan
Pungli di Jalur Sidebuk Debuk Diklaim Hilang, Bobby Diapresiasi
748 Aspirasi Rakyat Jadi Prioritas Pembangunan Langkat 2026
Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Binjai Donorkan 126 Kantong Darah untuk PMI
Pemkab Langkat Canangkan Sensus Ekonomi 2026, Libatkan 948 Petugas
PH Aipda Sandran Pertanyakan Tujuh Tersangka yang Tak Ditahan
Korwil SPPG Binjai: Dana Sudah Dikucurkan, Enam Dapur MBG Masih Menunggu Proses Pencairan
Malam yang Sibuk di Jalinsum: Pohon Tumbang, Kemacetan Mengular, Arus Kembali Lancar
Berita ini 308 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 20:08 WIB

Seleksi KI Sumut 2026–2030 Berlanjut, Timsel Pastikan Proses Objektif dan Transparan

Selasa, 16 Juni 2026 - 21:54 WIB

Pungli di Jalur Sidebuk Debuk Diklaim Hilang, Bobby Diapresiasi

Selasa, 16 Juni 2026 - 12:20 WIB

748 Aspirasi Rakyat Jadi Prioritas Pembangunan Langkat 2026

Senin, 15 Juni 2026 - 13:35 WIB

Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Binjai Donorkan 126 Kantong Darah untuk PMI

Minggu, 14 Juni 2026 - 00:31 WIB

Pemkab Langkat Canangkan Sensus Ekonomi 2026, Libatkan 948 Petugas

Berita Terbaru

Ekonomi dan Bisnis

Kasus Korupsi MBG Meluas, Sony Sonjaya Sebut Banyak Pihak Terlibat

Kamis, 18 Jun 2026 - 13:06 WIB