Ditertibkan, PKL Binjai Minta Tetap Jualan di Lokasi Lama, DPRD Soroti Kebijakan Pemko

- Jurnalis

Selasa, 14 April 2026 - 15:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Binjai – metrolangkat.com

Pasca penertiban oleh Tim Terpadu, nasib Pedagang Kaki Lima (PKL) di Kota Binjai akhirnya dibahas dalam satu meja.

Pemerintah Kota (Pemko) Binjai bersama DPRD Kota Binjai menggelar pertemuan dengan para pedagang di Kantor Camat Binjai Timur, Jalan Olahraga, Kelurahan Timbang Langkat, Selasa (14/4) siang.

Pertemuan itu dihadiri Wakil Wali Kota Binjai Hasanul Jihadi, Sekda Binjai Chairin F. Simanjuntak, sejumlah kepala OPD,

Wakil Ketua DPRD Binjai Hairil Anwar, unsur Satpol PP, camat, serta perwakilan PKL dari Jalan Bandung dan Jalan Olahraga yang sebelumnya ditertibkan.

Dalam forum tersebut, Sekda Binjai Chairin F. Simanjuntak menegaskan bahwa pertemuan ini bukan sekadar formalitas, melainkan upaya mencari solusi konkret bagi para pedagang yang terdampak penertiban.

“Kami ingin berdiskusi dan merangkul para pedagang. Masukan dari DPRD dan stakeholder sangat kami butuhkan agar langkah yang diambil tepat,” ujarnya.

Chairin juga langsung menginstruksikan camat untuk mendata seluruh PKL yang terdampak. Data tersebut akan menjadi dasar pembahasan lanjutan bersama Wali Kota.

“Sore ini datanya harus masuk. Sesuai arahan Wali Kota, besok akan kita rapatkan,” tegasnya.

Baca Juga :  Gagal Kelola Wisata dan Event Hari Jadi, Kadis Pariwisata Langkat Perlu Diganti

Namun, dalam pertemuan itu, suara DPRD terdengar cukup kritis.

Wakil Ketua DPRD Binjai Hairil Anwar menegaskan pentingnya pelibatan legislatif dalam setiap kebijakan, terutama yang menyangkut hajat hidup masyarakat kecil.

“Terkait aturan, kami berharap DPRD dilibatkan. Karena Perda berlaku untuk seluruh Kota Binjai. Tujuan penegakan hukum itu adalah keadilan,” katanya.

Hairil juga mengungkapkan fakta di lapangan: mayoritas PKL yang ditertibkan masih ingin berjualan di lokasi semula.

Mereka bahkan siap mengikuti aturan dan penataan demi menjaga estetika kota.

“Mereka siap dirapikan. Yang penting tetap bisa berjualan di tempat biasa,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Hairil turut menyoroti kebijakan relokasi yang dinilai belum matang.

Ia bahkan menyinggung pengelolaan Pujasera dan Pasar Rambung yang dianggap belum optimal.

“Seharusnya ada kajian sebelum relokasi. Kita harus uji, apakah tempat baru itu benar-benar cocok bagi pedagang,” tegasnya, disambut tepuk tangan para PKL.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Wali Kota Binjai Hasanul Jihadi menegaskan bahwa Pemko tidak memiliki niat buruk terhadap para pedagang. Ia menyebut, pemerintah tetap berpihak kepada masyarakat kecil.

Baca Juga :  Warga Binjai Antusias Ikuti Pemeriksaan Kesehatan Gratis"

“Yakinlah, kami berpihak kepada masyarakat. Pertemuan ini untuk mencari solusi, bukan mencari masalah,” ucapnya.

Hasanul juga membuka peluang pemanfaatan aset-aset Pemko yang selama ini terbengkalai agar bisa digunakan oleh para pedagang.

“Keadilan dan keberpihakan pasti kami kedepankan. Kami tidak mungkin anti terhadap pedagang,” katanya.

Ia pun meminta DPRD untuk terus mengawasi dan memberi masukan terhadap kinerja Pemko.

Dalam kesempatan itu, Pemko juga menawarkan solusi sementara. Para PKL dipersilakan berjualan di lokasi pelaksanaan MTQ tingkat kota di Masjid Al Fatih tanpa dipungut biaya.

Meski demikian, para pedagang tetap berharap solusi permanen segera ditemukan. Mereka menginginkan kepastian untuk bisa kembali berjualan di lokasi lama.

“Kami ingin tetap di tempat biasa. Kami siap ikut aturan, karena kami juga tidak mungkin melawan pemerintah,” ujar salah seorang perwakilan PKL.

Kini, bola ada di tangan Pemko Binjai. Para PKL menanti realisasi janji—bukan sekadar wacana—agar mereka bisa kembali mencari nafkah tanpa bayang-bayang penertiban. (Kus/rel)

Follow WhatsApp Channel www.metrolangkat.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Coffee Morning di Mako Kodaeral I Belawan, Rico : Hilangkan Stigma Negatif Belawan
Diduga Korsleting Listrik, Dua Rumah di Tanjung Jati Langkat Ludes Terbakar
Politisi Golkar Temui Warga Binjai Eks Tahanan Kamboja, Soroti Nasib PMI dan Penertiban PKL
Ny. Endang Syah Afandin Sumbang Sepeda, Meriahkan Peresmian Kampung Binaan Polres Langkat
Jalan Hancur, Warga Menderita: Proyek Pesisir PT Aquanur Sinergindo Resahkan Warga
Medan Kucurkan Rp50 Miliar ke Aceh Tamiang, Rico Waas: Solidaritas Tak Boleh Sekadar Wacana
Pascabanjir Besitang: YAICI–Aisyiyah Turun, Bongkar Ancaman Gizi dan Edukasi Ibu di Wilayah Terdampak
Bobby Lepas Kloter 2 Haji Langkat, Tekankan Solidaritas Jemaah di Tanah Suci
Berita ini 201 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 19:52 WIB

Coffee Morning di Mako Kodaeral I Belawan, Rico : Hilangkan Stigma Negatif Belawan

Sabtu, 9 Mei 2026 - 20:49 WIB

Diduga Korsleting Listrik, Dua Rumah di Tanjung Jati Langkat Ludes Terbakar

Sabtu, 9 Mei 2026 - 19:31 WIB

Politisi Golkar Temui Warga Binjai Eks Tahanan Kamboja, Soroti Nasib PMI dan Penertiban PKL

Selasa, 5 Mei 2026 - 04:33 WIB

Ny. Endang Syah Afandin Sumbang Sepeda, Meriahkan Peresmian Kampung Binaan Polres Langkat

Senin, 4 Mei 2026 - 15:39 WIB

Jalan Hancur, Warga Menderita: Proyek Pesisir PT Aquanur Sinergindo Resahkan Warga

Berita Terbaru

Pendidikan

Bupati Syah Afandin Resmi Buka Jamcab Langkat 2026

Selasa, 19 Mei 2026 - 09:59 WIB