Binjai – metrolangkat.com
Pasca pemadaman listrik total (blackout) yang melanda wilayah Sumatera Bagian Utara (Sumbagut),
layanan distribusi air bersih milik Perumda Tirtasari Binjai sempat terganggu, khususnya di kawasan Perumnas Berngam, Kecamatan Binjai Kota.
Meski listrik rumah warga lebih dulu menyala, aliran air baru kembali normal secara bertahap.
Direktur Perumda Tirtasari Binjai, Ashari, menjelaskan bahwa proses pemulihan distribusi air tidak bisa disamakan dengan pemulihan listrik karena memiliki sistem kerja yang berbeda.
“Mengalirkan air di dalam pipa tidak sama dengan mengalirkan listrik di kabel. Kalau listrik, satu detik bisa langsung terang.
Tapi air harus mendorong massa air di ratusan kilometer jaringan pipa, mengisi ruang kosong, lalu menjangkau rumah pelanggan hingga wilayah paling ujung,” jelasnya, Senin (25/5/2026).
Ashari mengatakan, seluruh sistem pemompaan Perumda Tirtasari berhenti total sejak listrik padam pada Jumat pukul 18.45 WIB.
Ketika pasokan listrik mulai kembali pada Sabtu malam sekitar pukul 19.00 WIB, tegangan listrik disebut belum cukup untuk mengoperasikan mesin pompa industri.
Menurutnya, mesin pompa PDAM membutuhkan tegangan tiga fasa dengan standar sekitar 380 volt yang stabil, berbeda dengan kebutuhan listrik rumah tangga.
Karena itu, pihaknya harus menunggu normalisasi tegangan sebelum mesin dinyalakan demi mencegah kerusakan peralatan.
Ia mengungkapkan, tim manajemen PDAM bahkan mendatangi kantor PLN Binjai Barat pada Sabtu malam untuk melaporkan kondisi tersebut dan meminta percepatan penanganan.
Petugas PLN kemudian melakukan pengecekan di instalasi Marcapada hingga tegangan akhirnya dinyatakan stabil pada Minggu pukul 10.00 WIB.
“Sejak saat itu seluruh sistem pemompaan dapat dijalankan kembali secara normal,” ujar Ashari.
Di tengah proses pemulihan, Ashari mengapresiasi kesabaran masyarakat sekaligus kerja keras petugas yang disebut bekerja siang dan malam untuk memantau tekanan air,
mengoperasikan pompa, hingga mengecek langsung rumah pelanggan yang belum mendapatkan aliran.
Selain itu, Perumda Tirtasari juga mengimbau masyarakat agar memahami bahwa pemulihan air memerlukan waktu,
menggunakan air secara bijak selama tekanan distribusi masih berlangsung bertahap,
serta menyampaikan keluhan melalui kanal resmi layanan pelanggan secara komunikatif dan santun.(kus)


















