Dosen STAI UISU Pematangsiantar Raih Hibah Riset Kompetitif Nasional Kemenag-LPDP, Torehkan Sejarah Pertama

- Jurnalis

Rabu, 3 Juni 2026 - 15:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Reza Noprial Lubis di STAI UISU Pematangsiantar

Reza Noprial Lubis di STAI UISU Pematangsiantar

Pematangsiantar, METROLANGKAT.COM

Dunia akademik Pematangsiantar mencatat sebuah pencapaian baru. Reza Noprial Lubis, M.Pd., dosen Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) UISU Pematangsiantar, ditetapkan sebagai penerima hibah Program Pendanaan Riset Indonesia Bangkit – MoRA The Air Funds, program kolaborasi antara Kementerian Agama RI (Kemenag) dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) pada tahun 2024.

Ia menjadi dosen pertama dari STAI UISU yang berhasil menembus kompetisi pendanaan riset berskala nasional tersebut.

Penetapan itu tertuang resmi dalam Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 6841 Tahun 2024, yang merilis daftar periset terpilih dari berbagai perguruan tinggi keagamaan di seluruh penjuru Indonesia.

Program MoRA The Air Funds sendiri baru pertama kali digelar pada tahun anggaran 2024 – menjadikan keikutsertaan dan keberhasilan Reza dalam angkatan perdana ini memiliki nilai historis tersendiri.

Dalam program ini, Reza tergabung dalam tim peneliti lintas institusi dengan Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara sebagai institusi pengusul.

Baca Juga :  Syah Afandin Dampingi Bobby Tinjau Pulau Kampai, Sepakat Kolaborasi Bangun Pulau Kampai

Tim beranggotakan tiga periset: Prof. Dr. Amiruddin Siahaan, M.Pd. dari UIN Sumatera Utara selaku ketua tim, Dr. Rizki Akmalia, M.Pd. dari Universitas Al-Washliyah (UNIVA) Medan sebagai anggota, serta Reza Noprial Lubis, M.Pd. yang mewakili STAI UISU Pematangsiantar.

Kolaborasi ini mencerminkan sinergi nyata antar perguruan tinggi keagamaan di Sumatera Utara dalam mengangkat riset ke panggung nasional.

Riset yang dijalankan tim ini kini mendekati tahap akhir dengan sejumlah capaian ilmiah yang terukur: satu buku ber-ISBN, dua artikel yang dipublikasikan di jurnal nasional terakreditasi, serta kekayaan intelektual yang telah terdaftar secara resmi.

Tim juga menyusun policy brief sebagai kontribusi bagi pemangku kebijakan, sementara proses publikasi di jurnal internasional bereputasi terindeks Scopus saat ini tengah berjalan.

Rekam jejak Reza di dunia riset memang bukan tanpa pondasi yang kokoh. Di luar aktivitas penelitian, ia juga dikenal sebagai reviewer jurnal internasional bereputasi terindeks Scopus Q1 pada penerbit Frontiers in Education – posisi yang hanya dipegang segelintir akademisi Indonesia, dan tergolong langka untuk ukuran dosen perguruan tinggi swasta di luar Pulau Jawa.

Baca Juga :  STMIK Kaputama Gandeng Huawei dan Maxy Academi, Genjot Mutu dan Siapkan Mahasiswa Hadapi Era AI

Program MoRA The Air Funds pada angkatan 2024 hanya mendanai 47 tema penelitian yang dipilih dari 201 periset yang berasal dari 20 perguruan tinggi keagamaan di seluruh Indonesia.

Tingkat selektivitas ini menegaskan bahwa keberhasilan Reza bukan pencapaian yang mudah diraih.

STAI UISU sebagai kampus yang berkedudukan di Pematangsiantar ini kini berdiri sejajar dengan perguruan tinggi keagamaan terkemuka lainnya di kancah riset nasional.

Pencapaian ini sekaligus menjadi sinyal bahwa potensi riset berkualitas tidak hanya tumbuh di pusat-pusat akademik besar.

Dari Pematangsiantar, seorang dosen muda telah membuktikan bahwa ketekunan, kompetensi, dan keberanian untuk bersaing di level tertinggi bisa menghapus batas geografis maupun institusional.

Follow WhatsApp Channel www.metrolangkat.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

The Urgency of Portfolio Diversification: Kunci Stabilitas Investasi di Tengah Geopolitik
Syah Afandin Buka Pekan Kesiapsiagaan Pelajar Nusantara di Stabat
Pasca Blackout Sumbagut, PDAM Tirtasari Binjai Jelaskan Penyebab Air Sempat Tak Mengalir
Analisis Efisiensi Traktor Kebun: Biaya Operasional vs Produktivitas Lahan
Top Up ML Murah dan Aman, Pilihan Gamer Cerdas untuk Push Rank
Rico Waas Tinjau PSN Sekolah Rakyat: Cepat, Rapi, dan Siap Jadi Kebanggaan Baru Medan
Tatap Piala AFF 2026, Stadion Teladan Bersolek: Rico Waas Minta Tribun Full dan Fasilitas Maksimal
Dugaan Penggandaan Soal Terorganisir di Langkat Jadi Perbincangan, Dinas: Tidak Ada Arahan
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 18:28 WIB

The Urgency of Portfolio Diversification: Kunci Stabilitas Investasi di Tengah Geopolitik

Rabu, 3 Juni 2026 - 15:11 WIB

Dosen STAI UISU Pematangsiantar Raih Hibah Riset Kompetitif Nasional Kemenag-LPDP, Torehkan Sejarah Pertama

Selasa, 2 Juni 2026 - 11:03 WIB

Syah Afandin Buka Pekan Kesiapsiagaan Pelajar Nusantara di Stabat

Senin, 25 Mei 2026 - 21:02 WIB

Pasca Blackout Sumbagut, PDAM Tirtasari Binjai Jelaskan Penyebab Air Sempat Tak Mengalir

Senin, 25 Mei 2026 - 11:34 WIB

Analisis Efisiensi Traktor Kebun: Biaya Operasional vs Produktivitas Lahan

Berita Terbaru