Jakarta – METROLANGKAT.COM
Permukaan beton perlu diperiksa terlebih dahulu sebelum dilapisi cat lantai. Dengan demikian, kerataannya bisa benar-benar dipastikan. Alhasil, hasil akhirnya pun menjadi lebih rapi, kuat, serta tahan lama.
Jika permukaan dibiarkan bergelombang, berbagai masalah akan timbul setelah dilapisi oleh cat. Masalah-masalah tersebut dapat dilihat dalam uraian berikut.
Risiko Beton Bergelombang Bila Dilapisi Cat Lantai
Permukaan beton yang baru jadi kerap tidak rata dan bergelombang. Bila tidak diratakan terlebih dahulu sebelum dilapisi epoxy, berbagai risiko akan meningkat, seperti:
Coating Terlihat Tidak Rata
Masalah pertama yang timbul bila coating lantai diaplikasikan pada beton bergelombang adalah rusaknya estetika. Hal ini berkaitan dengan pantulan cahaya yang terdistorsi akibat tidak ratanya beton.
Distorsi cahaya tersebut membuat tampilan menjadi berbayang dan bergaris-garis alih-alih mulus serta glossy. Bayang atau garis tersebut akan mengikuti struktur beton di bawahnya.
Lapisan Bisa Terlalu Tebal atau Tipis
Lapisan cat lantai beton bisa terlalu tebal atau tipis di berbagai area bila permukaan tidak rata. Akibatnya, tidak semua area terlindungi dengan baik sehingga titik-titik tertentu akan lebih mudah rusak.
Hal ini terjadi karena cairan mengalir dari titik yang lebih tinggi ke rendah. Titik yang lebih tinggi cenderung memiliki lapisan yang terlalu tebal. Sebaliknya, lapisan di titik rendah akan lebih tipis.
Risiko Genangan pada Permukaan Meningkat
Bergelombangnya permukaan beton akan membuat cekungan-cekungan muncul. Cekungan-cekungan tersebut tidak selalu terlihat dengan mudah. Bagaimanapun juga, cairan bisa berkumpul di dalamnya.
Zat cair yang tumpah di atas lantai bisa turun ke sana alih-alih ke saluran pembuangan. Alhasil, genangan pun akan muncul sehingga lantai menjadi lebih licin dan berbahaya bagi siapapun yang melintasinya.
Daya Rekat Menurun
Perbedaan ketebalan pelapis di berbagai titik membuat lapisan cat lantai tidak bisa mengikat pori-pori secara sempurna. Di sisi lain, bergelombangnya permukaaan membuat tegangan internal menjadi tidak seimbang saat pelapis mulai mengering.
Akibatnya, daya rekat epoxy pun akan menurun. Hal ini bisa memicu pengelupasan atau penggelembungan saat ditempa maupun dilewati beban berat.
Hasil Akhir Kurang Rapi dan Sulit Dirawat
Cekungan lantai akibat beton yang tidak rata sulit dijangkau oleh alat pembersih. Akibatnya, kotoran akan mengendap di sana. Tampilan akhirnya pun terlihat kurang rapi dan tidak profesional.
Cara Mencegah Masalah Coating pada Lantai Bergelombang

Masalah coating pada lantai bergelombang bisa dicegah bila Anda menerapkan berbagai cara di bawah ini:
Memeriksa Kerataan Permukaan Dulu
Sebelum aplikasi cat lantai dimulai, Anda perlu memeriksa seluruh permukaan beton dengan alat tertentu untuk memeriksa kerataannya. Misalnya adalah meteran laser, waterpass, atau straight edge aluminium panjang.
Dengan memeriksanya, titik-titik yang tidak rata dapat diidentifikasi. Jadi, Anda bisa melakukan perbaikan secara lebih maksimal dan tepat sasaran.
Lakukan Perataan
Sesudah memeriksanya, Anda bisa meratakan titik-titik yang bergelombang terlebih dahulu. Caranya dengan mengamplas beton memakai mesin grinding agar titik yang menonjol menjadi lebih rata.
Lalu bila menemukan titik cekungan, material underlayment bisa diaplikasikan dulu. Misalnya adalah semen khusus perata lantai.
Membersihkan Debu dan Material Lepas
Proses perataan akan melepaskan debu maupun material lainnya ke permukaan. Selain membuat permukaan menjadi lebih kotor, partikel-partikel tersebut bisa membuat epoxy menjadi lebih sulit merekat.
Maka dari itu, Anda perlu membersihkannya terlebih dahulu. Gunakan alat penyedot debu industri agar prosesnya bisa berlangsung dengan maksimal. Setelah itu, pastikan tidak ada kotoran maupun zat-zat kontaminasi lainnya.
Menggunakan Sistem Pelapis yang Sesuai
Sistem pelapis dengan viskositas rendah atau self-smoothing layak Anda pertimbangkan. Dengan demikian, gelombang mikro pada permukaan bisa tersamarkan secara lebih baik.
Contohnya adalah Sikafloor®-161 HC, epoxy primer dengan viskositas rendah dan kemampuan penetrasi serta daya rekat sangat bagus. Aplikasinya mudah dengan komposisi bebas pelarut dan serba guna. Waktu tunggu antar lapisannya pun cepat.
Lalu, ada Sikafloor®-263 SL HC yang sangat mudah mengisi dan kedap cairan. Aplikasinya tak kalah mudah dengan hasil akhir mengkilap, anti selip, dan tahan terhadap beban mekanis maupun bahan kimia.
Terakhir, ada Sikafloor®-374 CP SL yang menghasilkan lapisan self-smoothing tipis, resisten terhadap beban mekanis, tahan lama, kedap, dan tanpa sambungan.
Meski memiliki lebih sedikit pelarut, pelapis ini mudah diaplikasikan dengan kinerja tinggi dan hemat biaya.
Memastikan Metode Aplikasi Mengikuti Kondisi
Teknik dan aplikasi epoxy perlu disesuaikan dengan karakteristik permukaan beton. Misalnya, bila permukaan tetap memiliki kemiringan atau gelombang tipis yang sulit hilang, Anda bisa menggunakan trowel untuk aplikasinya.
Alat tersebut bisa dikombinasikan dengan spike roller. Alhasil, cairan cat akan lebih rata dengan mudah. Hal ini akan membuat cat semakin merekat dengan permukaan beton sehingga tidak mudah terkelupas.
Menghadapi Lantai Industri yang Bergelombang bersama Sika
Lantai beton yang bergelombang perlu diratakan dulu agar epoxy bisa merekat secara lebih baik dan mencegah masalah di masa depan. Jika masih ada gelombang mikro yang sulit untuk dihilangkan, cat pelapis khusus dari Sika layak dipertimbangkan untuk menutupinya.
Sika sendiri sudah berpengalaman selama 115 tahun dalam menangani banyak proyek global, seperti Gardu Lepas Pantai di Jerman. Selain itu, Sika juga pencetus semen waterproofing pertama di Indonesia yang cocok untuk memperkuat proyek Anda
Cat lantai dari Sika tak hanya bisa meningkatkan estetika pada permukaan beton, namun juga memperkuat sekaligus menyamarkan sisa-sisa gelombang mikro. Itulah mengapa Anda patut mempertimbangkannya.


















