Medan – METROLANGKAT.COM
Komando Bela Tanah Air (Kombat) mengeluarkan ultimatum keras kepada Aviation Security (Avsec) Bandara Internasional Kualanamu dan Maskapai Garuda Indonesia.
Mereka menuntut permintaan maaf secara resmi dan terbuka kepada Ketua Umum Kombat, Iskandar ST, dalam waktu 3×24 jam.
Kombat menilai insiden salah tangkap Iskandar ST yang dilakukan sejumlah oknum polisi, petugas Avsec, dan kru Garuda Indonesia merupakan bentuk pelanggaran hak asasi manusia sekaligus pencemaran martabat seorang tokoh publik.
“Ribuan kader kami siap mengepung Bandara Kualanamu dan kantor Garuda jika ultimatum ini diabaikan,” tegas Sekretaris DPW Kombat Sumut, Anggia Ramadhan, didampingi Komandan Brigade Kombat Sumut, Soni Mario Tamba, Sabtu (19/10/2025).
Anggia menilai pihak Avsec dan Garuda hingga kini terkesan buang badan dan tidak menunjukkan sikap tanggung jawab atas kesalahan fatal tersebut.
“Ini bukan sekadar salah tangkap. Ini pelanggaran berat dalam hukum penerbangan internasional dan bentuk perendahan terhadap kehormatan kader Kombat,” ujarnya dengan nada keras.
Sebelumnya, Ketua DPW Partai NasDem Sumut yang juga Ketum Kombat, Iskandar ST, dipaksa turun dari Pesawat Garuda GA193 pada Rabu (15/10/2025) malam.
Ia dituding terlibat kasus judi online, namun belakangan diketahui penangkapan itu salah sasaran.
Kini Kombat menuntut pemulihan nama baik Iskandar ST serta sanksi tegas terhadap seluruh oknum yang terlibat dalam insiden memalukan tersebut.(Wis)
















