Usai Jadi Tersangka, Ayah-Anak di Langkat Diduga Maikan Opini, Kuasa Hukum Korban : Itu Playing Victim

- Jurnalis

Selasa, 17 Maret 2026 - 21:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Indra Putra Bangun (IPB) yang mengalami pengroyokan ayah dan anak sempat mendekam disel Polsek Salapian usai dilaporkan JIB dan LB. Kini setelah IPB membuat laporan balik, ayah dan anak itupun dijadikan tersangka.(Ist)

 

Salapian – METROLANGKAT.COM

Kasus pengeroyokan yang terjadi di Dusun Gunung Merlawan, Desa Turangi, Kecamatan Salapian, Kabupaten Langkat kembali menjadi sorotan publik setelah viral di media sosial.

Sebuah narasi yang beredar melalui akun Facebook “Binjai Virall” diduga menggiring opini publik dengan mempertanyakan objektivitas Polres Langkat dalam menetapkan JIB dan putrinya LB,

sebagai tersangka dalam kasus pengeroyokan terhadap Indra Putra Bangun (IPB) yang terjadi pada 4 Oktober 2025 lalu.

Dalam narasi tersebut, JIB tampak mempertanyakan netralitas penanganan perkara oleh Polres Langkat. Bahkan, ia secara terbuka meminta Polri dan Polda Sumatera Utara untuk memeriksa kinerja jajaran penyidik terkait kasus yang menjerat dirinya dan anaknya.

Baca Juga :  Kadisdik Kota Binjai Bungkam Terkait Dugaan Penipuan yang Diungkap Agung Ramadhan

 

Menanggapi hal itu, kuasa hukum korban, Jedi Walda Sembiring, SH.CCD.menyayangkan sikap yang dinilai sebagai upaya “playing victim” oleh pihak tersangka. Menurutnya, tindakan tersebut justru menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat.

 

Sembiring menegaskan bahwa kasus ini merupakan murni perkara hukum dan telah ditangani sesuai prosedur oleh Satreskrim Polres Langkat.

 

Ia menjelaskan, sebelum penetapan tersangka, pihak kepolisian telah mengupayakan mediasi antara korban dan terlapor, namun ditolak oleh JIB.

Keterangan : Mediasi yang dilakukan berulang kali oleh berbagai pihak berujung gagal hingga kasus perkelahian ini berlanjut dimana ayah dan anak ditetapkan tersangka.(Asp doc)

“Bahkan, pihak JIB sendiri yang menantang agar perkara ini dilanjutkan ke persidangan,” ujar Sembiring.

Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap kinerja Polres Langkat dalam menangani perkara tersebut secara profesional.

Selain itu, ia mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menyikapi informasi yang beredar di media sosial dengan melakukan verifikasi terlebih dahulu.

Baca Juga :  Kantongan Plastik Berwarna Kuning Ikut Menyertai Kadis Pendidikan Langkat Saat Akan Dibawa Ke Lapas

Sementara itu, korban Indra Putra Bangun mengungkapkan bahwa sebelum melaporkan kasus ini ke Polres Langkat, dirinya telah berulang kali mengupayakan perdamaian.

“Sudah 14 kali saya ajak berdamai, baik secara langsung, melalui keluarga, hingga dimediasi perangkat desa,” ungkap Indra.

Ia mengaku bahkan sempat menawarkan untuk menanggung biaya pengobatan demi mencapai kesepakatan damai.

Namun, menurutnya, tawaran tersebut ditolak dan justru mendapat permintaan ganti rugi yang dinilai tidak rasional.

Indra juga menambahkan bahwa upaya damai tetap ia lakukan, bahkan saat dirinya sempat menjalani penahanan di Polsek Salapian atas laporan dari pihak JIB.

Saat ini, proses hukum kasus tersebut telah memasuki tahap penyusunan berkas acara pemeriksaan (BAP) oleh penyidik Satreskrim Polres Langkat.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, berkas perkara dijadwalkan akan dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Stabat pada 25 Maret 2026 mendatang.(Aspipin)

Follow WhatsApp Channel www.metrolangkat.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sikap KPH Stabat Dipertanyakan, Oknum Kapolsek Diduga Lolos Kasus Perambahan Hutan Lindung di Bubun
Pelaku Jadi Pahlawan? Drama Pengembalian Hutan Lindung di Langkat Bikin Geleng Kepala”
Terkait Hutan Lindung,PPMSU Turun ke Jakarta, Desak IPTU MG Dicopot dan Diproses Hukum
Dalih “Tak Tahu” Hutan Lindung, Oknum Kapolsek di Langkat Terancam Pidana Berat
Jejak Sawit di Hutan Lindung Langkat: Oknum Kapolsek Diduga Terima Upeti dari “Ganti Untung” Lahan
Kapolres Langkat “Naik Darah”, Propam Diterjunkan, Kasus IPTU MG Memanas
Sssstt..Oknum Kapolsek Diduga Garap Hutan Lindung,Tanam Sawit di Pesisir Bubun
Diduga Dipetieskan, Kuasa Hukum DK Desak Kapolres Binjai Evaluasi Dumas Keterangan Palsu
Berita ini 234 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 10 Mei 2026 - 09:24 WIB

Sikap KPH Stabat Dipertanyakan, Oknum Kapolsek Diduga Lolos Kasus Perambahan Hutan Lindung di Bubun

Selasa, 28 April 2026 - 10:13 WIB

Pelaku Jadi Pahlawan? Drama Pengembalian Hutan Lindung di Langkat Bikin Geleng Kepala”

Sabtu, 25 April 2026 - 17:29 WIB

Terkait Hutan Lindung,PPMSU Turun ke Jakarta, Desak IPTU MG Dicopot dan Diproses Hukum

Jumat, 24 April 2026 - 19:59 WIB

Dalih “Tak Tahu” Hutan Lindung, Oknum Kapolsek di Langkat Terancam Pidana Berat

Jumat, 24 April 2026 - 11:30 WIB

Jejak Sawit di Hutan Lindung Langkat: Oknum Kapolsek Diduga Terima Upeti dari “Ganti Untung” Lahan

Berita Terbaru

Pendidikan

Bupati Syah Afandin Resmi Buka Jamcab Langkat 2026

Selasa, 19 Mei 2026 - 09:59 WIB