Rugikan Negara Rp 4,9 Miliar, Anggota DPRD Sumut Ini Jalani Sidang Perdana

- Jurnalis

Rabu, 9 Oktober 2024 - 12:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dokumen foto terdakwa Jubel Tambunan saat dikenakan rompi oranye

Dokumen foto terdakwa Jubel Tambunan saat dikenakan rompi oranye

Medan – METROLANGKAT.COM

Sidang perdana anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara (Sumut) periode 2019 – 2024, Jubel Tambunan, digelar di ruang Cakra 6 Pengadilan Tipikor Pengadilan Negeri Medan, Senin (7/10).

Adapun agenda dalam persidangan kali ini yaitu pembacaan dakwaan yang disampaikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejari Toba Samosir dan Kejati Sumut.

Politisi Partai Nasional Demokrat (NasDem) tersebut didakwa melakukan tindak pidana korupsi secara bersama sama sehingga mengakibatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp. 4,9 miliar lebih,

Adapun tindak pidana korupsi tersebut terkait pekerjaan peningkatan kapasitas Jalan Provinsi ruas Parsoburan, Kabupaten Toba Samosir (Tobasa) – Batas Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) Tahun Anggaran (TA) 2021.

“Dari terdakwa maupun penasihat hukum menyatakan tidak mengajukan eksepsi atau keberatan atas dakwaan tersebut,” kata Hakim Ketua, Lucas Sahabat Duha, yang menyidangkan perkara tersebut lewat pesan teks, Selasa (8/10).

Dengan demikian, sidang dilanjutkan dengan pemeriksaan pokok perkara guna mendengarkan keterangan saksi saksi dari tim JPU.

Mengutip dakwaan tim JPU pada Kejari Tobasa dan Kejati Sumut, Jubel Tambunan disebut sebagai pengendali/pemodal pekerjaan peningkatan Jalan Provinsi tersebut dan didakwa melakukan tindak pidana korupsi bersama 3 terdakwa lainnya yang lebih dulu dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor PN Medan.

Baca Juga :  Keluarga Kelana Sitepu Gugat Bank dan Asuransi Jiwa, Tuntut Klaim dan Batalkan Lelang Aset

Tiga terdakwa yang sudah lebih awal menjalani persidangan adalah mantan Kepala Dinas (Kadis) Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provsu Ir Bambang Pardede M.Eng, selaku Pengguna Anggaran (PA). Ir Rico M Sianipar ST MSi, selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) merangkap Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), serta rekanan Akbar Jainuddin Tanjung ST, sebagai Direktur PT Eratama Putra Prakarsa (EPP) serta asing masing berkas terpisah.

Terdakwa (Jubel Tambunan) juga merupakan anggota Komisi D DPRD Provsu, mitra kerja dari Dinas BMBK. Bambang Pardede enggan menolak permintaan terdakwa untuk dimenangkan pada tender Peningkatan Kapasitas Jalan Provinsi Ruas Parsoburan, Kabupaten Tobasa- Batas Kabupaten Labura.

Peserta lelang lainnya juga sempat mengajukan sanggahan atas penetapan perusahaan yang dipinjam Jubel Tambunan (PT EPP-red) karena ditemukan sejumlah indikasi kejanggalan.

Bukan saja tidak masuk dalam 3 besar perusahaan melakukan penawaran terendah, tapi juga tidak memiliki sarana pendukung penting lainnya, yakni Asphalt Mixing Plant (AMP) sehingga dikhawatirkan tidak akan dapat menyelesaikan pekerjaan tersebut.

Sebelumnya, Rico M Sianipar telah melaporkan tentang adanya permintaan klarifikasi dari pihak Inspektorat Provsu atas derasnya sanggahan yang masuk, namun mantan orang pertama di Dinas BMBK Provsu itu memintanya untuk lanjut sesuai dengan skedul paket pekerjaan.

Baca Juga :  LBH Medan Minta Polda Sumut Segera Tindaklanjuti Dugaan Keterlibatan Plt Bupati dan Sekda di Kasus PPPK Langkat

Terjadilah penandatangan kontrak pekerjaan antara Bambang Pardede selaku PA dengan Akbar Jainuddin Tanjung ST, sebagai Direktur PT EPP di ruangan kerja Bambang Pardede.

Menurut JPU Kejati Sumut, pekerjaan dimaksud tidak sesuai dengan spesifikasi sebagaimana tertuang dalam kontrak, telah terjadi kelebihan bayar sebesar Rp 5.131.579.048,27, dari pagu anggaran sebesar Rp26.820.160.000, Negara dalam hal ini Dinas BMBK Provsu telah melakukan pembayaran sebesar Rp. 24.128.780.000.

Adapun rinciannya, terdakwa Jubel Tambunan disebut-sebut menikmati uang negara sebesar Rp. 4.531.579.048, sedangkan Akbar Jainuddin Tanjung sebesar Rp. 400 juta.

Jubel Tambunan pun dijerat dengan dakwaan primair, Pasal 2 jo Pasal 18 UU No 31 tahun 1999 telah diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana. Subsidair Pasal 3 jo pasal 18 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana. (*)

Follow WhatsApp Channel www.metrolangkat.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rp2 Miliar untuk Iskandarsyah Ka BPKAD Langkat Terungkap di Sidang, Mengapa Belum Ada Pengembangan Perkara?
Buron 4 Tahun, Phoe Sie Dong Ditangkap Tim Intelijen Kejari Binjai di BSM
Polres Binjai Tangkap Terduga Pengedar Sabu, 10,07 Gram Narkotika Disita
Di Balik OTT, KPK Ungkap Gratifikasi Rp3,5 Miliar Bupati Langkat
Polrestabes Medan Bongkar Mafia BBM, GPS Tangki Dipindah ke Mobil untuk Kelabui Sistem
Tiga Terdakwa Korupsi DBH Sawit Binjai Divonis 1 Tahun 4 Bulan Penjara
Temui Kajati Sumut, Syah Afandin Pastikan Pembangunan Langkat Berjalan dalam Koridor Hukum
DPO Korupsi Ketapangtan Binjai Belum Tertangkap, Sidang Segera Digelar
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 14 Juli 2026 - 08:53 WIB

Rp2 Miliar untuk Iskandarsyah Ka BPKAD Langkat Terungkap di Sidang, Mengapa Belum Ada Pengembangan Perkara?

Rabu, 8 Juli 2026 - 08:07 WIB

Buron 4 Tahun, Phoe Sie Dong Ditangkap Tim Intelijen Kejari Binjai di BSM

Selasa, 7 Juli 2026 - 11:27 WIB

Polres Binjai Tangkap Terduga Pengedar Sabu, 10,07 Gram Narkotika Disita

Sabtu, 4 Juli 2026 - 06:57 WIB

Di Balik OTT, KPK Ungkap Gratifikasi Rp3,5 Miliar Bupati Langkat

Minggu, 28 Juni 2026 - 22:52 WIB

Polrestabes Medan Bongkar Mafia BBM, GPS Tangki Dipindah ke Mobil untuk Kelabui Sistem

Berita Terbaru