Editorial Yong Ganas : “Mimpi Aidil Ilham Lubis: Anak Bangsa yang Ingin Melawan Kutukan Orang Dalam”

- Kontributor

Jumat, 11 Juli 2025 - 15:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aidil Ilham Lubis, SE—nama ini mungkin terdengar biasa saja di telinga pejabat di Langkat. Tapi kalau mau jujur, anak muda inilah salah satu contoh mimpi waras di tengah kebiasaan kotor bernama nepotisme.

Aidil ini bukan sekadar pandai berkata. Sejak 2014 dia sudah bikin Lembaga Pelatihan Kerja Swasta (LPKS) di Langkat. Fokusnya? Bukan seminar omong kosong, tapi betulan ngajar IT ke anak-anak muda di kampungnya. Dulu orang nyinyir: “Mana ada orang Langkat mau belajar komputer!”

Sekarang? Anak-anak Langkat sudah banyak kerja di swasta, BUMD, bahkan berani buka usaha sendiri. Satu anak belajar—bisa buka pintu rezeki buat orang lain. Itu fakta, bukan janji politik.

Tapi lihat sekarang. Aidil lagi daftar seleksi direksi PT. PERSERODA LANGKAT SETIA NEGERI. Di atas kertas, dia mestinya cocok: muda, terdidik, punya rekam jejak membangun SDM lokal. Tapi di Langkat ini kadang bukan soal siapa paling mampu—tapi siapa paling dekat.

Hayo ngakui, 99% daftar nama yang muncul di seleksi itu orang-orang “dekat” penguasa. Di ujung tes, kabarnya juga bukan soal gagasan, tapi soal “wawancara langsung dengan Bupati.” Lucu tapi nyata. Ini negeri di mana orang berilmu bisa kalah sama yang pegang “surat sakti”—orang dalam.

Baca Juga :  Editorial Yong Ganas : Bukit Lawang, Surga yang " Diperas" Dinas Pariwisata

Aidil ini bukan pendukung Bupati saat Pilkada lalu. Itu juga fakta. Jadi mau munafik bagaimana pun, orang akan bertanya: “Serius dia bisa lolos?”

Kebiasaan buruk ini sudah jadi kutukan panjang di banyak daerah. Yang ngelamar direksi BUMD bukan buat bangun BUMD, tapi buat bagi-bagi jatah. Anak-anak muda yang tulus mau bangun tanah kelahirannya malah dipelintir jadi “pelengkap derita.”

Padahal kalau mau jujur, ini momentumnya Langkat berubah. Penduduk usia kerja di Langkat lebih dari 600 ribu jiwa. Tiap tahun ada 15–20 ribu angkatan kerja baru. Kalau nggak disiapin skill, mau dikemanain mereka? Jadi beban sosial? Jadi angka pengangguran?

Aidil punya mimpi: anak muda Langkat harus siap pakai di segala cuaca, handal di bidangnya. Bukan jadi penonton di tanah sendiri. Ini mimpi yang sebenarnya juga ada di visi-misi Bupati Langkat soal pemberdayaan masyarakat dan peningkatan kualitas SDM.

Masalahnya, berani nggak pemerintah daerah (dan khususnya BUMD seperti PERSERODA) mewujudkan itu? Berani nggak buka kemitraan dengan lembaga pelatihan lokal? Bikin program magang, kerja sama rekrutmen, proyek inovasi? Atau maunya cuma proyek bagi-bagi jabatan buat teman sendiri?

Baca Juga :  Penyimpangan Anggaran Perjalanan Dinas: Ujian Integritas Birokrasi Langkat

Aidil sudah bilang dia siap: siap latih, siap saring, siap cetak SDM lokal. Tapi pemerintah juga jangan pura-pura siap kalau nyatanya yang dilolosin cuma yang punya backing politik.

Jangan cuma nunggu investor dari luar. Anak kampung sendiri juga harus dikasih panggung. Kalau BUMD serius serap tenaga kerja lokal, dampak ekonominya langsung ke rakyat. Ini bukan soal gengsi, tapi soal tanggung jawab.

Di negeri ini, yang berilmu sering kalah sama yang “punya orang dalam.” Hehehe… sudah rahasia umum. Tapi kalau mau Langkat berubah, ya harus mulai berani bilang cukup!

Aidil Ilham Lubis mungkin nggak sempurna. Tapi setidaknya dia mau berdiri dan bilang: “Anak muda Langkat harus berani ambil kesempatan.” Itu sikap yang langka.

Jadi sekarang terserah kita. Mau terus pelihara sistem bejat yang hanya kasih tempat buat orang dekat? Atau mau kasih ruang buat anak-anak muda yang mau bekerja nyata?

Karena kalau bukan kita yang berubah, siapa lagi?
Dan kalau bukan sekarang, kapan lagi?….– Yong Ganas

Follow WhatsApp Channel www.metrolangkat.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ketika Cekgu Jadi Ahli Beton, Mengukur Jalan Dengan Pengaris
Wartawan “Rinso”: Saat Pena Tak Lagi Mencuci Kebenaran
Smart Board Rp50 Miliar, Siapa Otak di Balik Proyek Gila Ini 
“BUMD Langkat Dibajak? Publik Dipaksa Telan Proses Busuk”
Editorial Yong Ganas : Vonis Bebas Untuk Eka Depari…..
Negeri Kelayau dan Raja Kejab Boh: Hikayat Sebuah Kekuasaan
Gembira Ginting Lawan Fitnah, Selamatkan Pendidikan
“Langkat Bergejolak: Dosa Lama yang Belum Selesai atau Badai Baru yang Sengaja Ditiup?”
Berita ini 58 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 25 Desember 2025 - 20:32 WIB

Ketika Cekgu Jadi Ahli Beton, Mengukur Jalan Dengan Pengaris

Minggu, 19 Oktober 2025 - 19:17 WIB

Wartawan “Rinso”: Saat Pena Tak Lagi Mencuci Kebenaran

Sabtu, 13 September 2025 - 12:02 WIB

Smart Board Rp50 Miliar, Siapa Otak di Balik Proyek Gila Ini 

Rabu, 23 Juli 2025 - 20:00 WIB

“BUMD Langkat Dibajak? Publik Dipaksa Telan Proses Busuk”

Sabtu, 12 Juli 2025 - 08:51 WIB

Editorial Yong Ganas : Vonis Bebas Untuk Eka Depari…..

Berita Terbaru

Inspiratif

Mentor Muda Mengajar, Mahasiswa ULB Tebar Harapan di Mentawai

Jumat, 30 Jan 2026 - 21:03 WIB

Berita

Wabup Langkat Hadiri Konsultasi Publik RKPD Sumut 2027

Jumat, 30 Jan 2026 - 12:29 WIB