Merajut Harapan dari Limbah Jerami, Petani Pengabuan Tingkatkan Penghasilan Lewat Produk Ramah Lingkungan

- Jurnalis

Selasa, 19 Mei 2026 - 20:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PALI – metrolangkat.com

Tumpukan jerami yang selama ini menjadi limbah pertanian kini membawa harapan baru bagi petani di Desa Pengabuan, Kabupaten PALI, Sumatera Selatan.

Melalui inovasi pengolahan limbah jerami menjadi produk bernilai ekonomi, puluhan petani berhasil meningkatkan pendapatan sekaligus mengurangi dampak lingkungan akibat pembakaran sisa panen.

Bagi petani seperti Sarbeni, jerami sebelumnya hanya dianggap sisa panen yang tidak memiliki manfaat. Dalam setiap musim panen, limbah jerami di desanya dapat mencapai sekitar empat ton per hektare.

Selama bertahun-tahun, sebagian besar petani memilih membakarnya karena keterbatasan pengetahuan dan minimnya alternatif pemanfaatan.

Keadaan mulai berubah pada 2025 ketika PT Pertamina Hulu Rokan melalui PEP Adera Field menjalankan program Pertanian Mandiri Desa Tangguh (PERMATA).

Program tersebut hadir setelah pemetaan sosial perusahaan menemukan persoalan limbah pertanian yang dihadapi masyarakat Desa Pengabuan.

Lewat pendampingan itu, petani mendapat pelatihan serta bantuan alat untuk mengolah jerami menjadi produk bernilai jual seperti briket dan wadah ramah lingkungan berbahan dasar jerami.

Baca Juga :  Annual Report Tahun Buku 2023 PHE Sabet 11 Penghargaan Internasional

Produk tersebut dapat digunakan sebagai alternatif pengganti plastik untuk makanan maupun sayuran.

Tak hanya fokus pada produksi, petani juga dibimbing mengelola usaha secara mandiri, mulai dari peningkatan kualitas produk, teknik pengemasan, pencatatan keuangan sederhana, perhitungan biaya produksi, hingga strategi pemasaran.

Kini, Sarbeni bersama petani dari Kelompok Tani Barokah, KWT Selaras Alam, dan Taruna Tani tak lagi membakar jerami seusai panen. Limbah yang sebelumnya dianggap masalah justru menjadi sumber penghasilan tambahan.

“Jerami yang dulu cuma jadi sampah ternyata bisa bawa berkah. Ngebulnya enggak lagi di sawah, alhamdulillah ngebulnya di dapur soalnya pemasukan nambah,” ujar Sarbeni.

Program tersebut disebut berdampak signifikan terhadap kesejahteraan warga. Sebelumnya, rata-rata petani hanya memperoleh pendapatan sekitar Rp1,7 juta per orang per bulan dari hasil pertanian, atau sekitar separuh standar upah minimum di PALI.

Kini, sekitar 60 petani dari tiga kelompok usaha mampu meningkatkan pendapatan hingga rata-rata Rp3,9 juta per bulan per orang.

Baca Juga :  Pertamina Drilling Latih Gen Z Desa Kaplongan Ubah Sampah Organik Jadi Cairan Anti Korosi untuk Industri Migas

Selain meningkatkan ekonomi masyarakat, program ini juga membawa dampak lingkungan. Pengurangan praktik pembakaran jerami diperkirakan mampu menekan emisi karbon hingga 18 ton CO2 per tahun.

Di sisi lain, penggunaan wadah ramah lingkungan berbahan jerami diharapkan membantu mengurangi ketergantungan pada plastik sekali pakai.

Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan tahun 2024, Kabupaten PALI menghasilkan sekitar 38.730 ton sampah per tahun, dengan sekitar 8.404 ton di antaranya berupa sampah plastik.

Manager Community Involvement and Development (CID) PHR, Iwan Ridwan Faizal, mengatakan Desa Pengabuan menunjukkan perubahan besar dapat lahir dari inisiatif masyarakat yang didukung pembinaan berkelanjutan.

Menurutnya, program PERMATA PEP Adera Field hadir sebagai solusi atas persoalan lingkungan sekaligus kesejahteraan petani.

“Kami ingin memastikan kehadiran perusahaan menjadi pendorong bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi untuk mandiri melalui pemberdayaan berkelanjutan,” ujar Iwan.(wis)

Follow WhatsApp Channel www.metrolangkat.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Peduli Korban Kebakaran, Ricky Anthony Salurkan Bantuan untuk Dua Keluarga di Hinai
Elnusa Dorong Ekonomi Sirkular, Latih Kelompok Perempuan Olah Limbah Plastik Bernilai Ekonomi
Lebaran Yatim, Rico Waas Ajak 428 Anak Yatim dan Dhuafa Belanja Baju Baru
Bukan Sekadar Masak, Lomba Nasi Goreng DWP Binjai Pererat Silaturahmi Anggota
Bobby Nasution Buka MTQ Sumut, Ajak Bangun Daerah dengan Nilai Alquran
Pertamina Drilling Latih Gen Z Desa Kaplongan Ubah Sampah Organik Jadi Cairan Anti Korosi untuk Industri Migas
Rico Waas Tegas Perangi Judi Online, Sebut Sudah Copot Camat Terlibat Judol
Afandin Lepas Putri Langkat ke Ajang Inovasi Dunia di Malaysia
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 7 Juli 2026 - 11:31 WIB

Peduli Korban Kebakaran, Ricky Anthony Salurkan Bantuan untuk Dua Keluarga di Hinai

Rabu, 1 Juli 2026 - 18:32 WIB

Elnusa Dorong Ekonomi Sirkular, Latih Kelompok Perempuan Olah Limbah Plastik Bernilai Ekonomi

Jumat, 26 Juni 2026 - 21:29 WIB

Lebaran Yatim, Rico Waas Ajak 428 Anak Yatim dan Dhuafa Belanja Baju Baru

Selasa, 23 Juni 2026 - 21:16 WIB

Bukan Sekadar Masak, Lomba Nasi Goreng DWP Binjai Pererat Silaturahmi Anggota

Selasa, 16 Juni 2026 - 10:14 WIB

Bobby Nasution Buka MTQ Sumut, Ajak Bangun Daerah dengan Nilai Alquran

Berita Terbaru

Parlemen

DPRD Langkat Dukung Penolakan KDMP di Pasar Senin

Selasa, 7 Jul 2026 - 18:20 WIB

Advertorial

5 Fakta Sunscreen Hybrid, dari Cara Kerja hingga Cara Memilihnya

Selasa, 7 Jul 2026 - 15:29 WIB

Advertorial

5 Risiko Lantai Beton Bergelombang terhadap Hasil Coating

Selasa, 7 Jul 2026 - 13:55 WIB