Pertamina Drilling Latih Gen Z Desa Kaplongan Ubah Sampah Organik Jadi Cairan Anti Korosi untuk Industri Migas

- Jurnalis

Senin, 18 Mei 2026 - 20:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Indramayumetrolangkat.com

Di tengah tantangan pengelolaan limbah dan kebutuhan efisiensi industri migas, PT Pertamina Drilling Services Indonesia menghadirkan inovasi berbasis lingkungan dengan melibatkan generasi muda desa dalam pengolahan sampah organik menjadi cairan pelapis logam anti korosi.

Melalui kolaborasi yang berawal dari Forum Drilling Innovation Award 2025, Pertamina Drilling menggandeng 11 Generasi Z dari Desa Kaplongan, Kecamatan Kedokan Bunder, Kabupaten Indramayu, untuk mengikuti pelatihan pembuatan cairan coating anti korosi ramah lingkungan berbahan limbah makanan sisa konsumsi kru rig pemboran.

Limbah berupa sisa ayam, daging, dan ikan yang sebelumnya hanya menjadi sampah organik diolah melalui proses ekstraksi protein menggunakan ethanol 90 persen, NaOH, dan HCl hingga menghasilkan cairan pelapis logam bernama SCFe-26.

Pelatihan dilaksanakan di Indonesia Drilling Training Center (IDTC) Mundu, Jawa Barat, dengan memanfaatkan salah satu portacamp yang disulap menjadi mini laboratorium sebagai sarana praktik dan edukasi.

Di lokasi ini, peserta mendapatkan pengalaman langsung mengolah limbah organik menjadi produk yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan pemeliharaan peralatan pemboran migas.

Assistant Manager Environment Pertamina Drilling, Maretha Dwi Villany, mengatakan program tersebut menjadi sarana edukasi alternatif dalam mendorong pengelolaan sampah organik yang lebih bernilai.

Baca Juga :  Aktifis Hukum Binjai Puji Sosok Kasat Narkoba Polres Langkat

“Pelatihan ini menjadi sarana edukasi alternatif dalam mengolah sampah organik menjadi sesuatu yang bernilai dan bermanfaat, khususnya untuk industri migas,” ujarnya.

Pelatihan tahap awal berlangsung pada 16–17 Mei 2026 dengan melibatkan perangkat desa dan menyasar generasi muda di sekitar wilayah operasi Pertamina Drilling serta fasilitas pelatihan IDTC Mundu.

Kepala Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Kaplongan, Jumali, menilai metode pembelajaran berbasis praktik langsung menjadi kekuatan program ini karena memberi pemahaman nyata tentang nilai ekonomis limbah.

“Inovasi pelatihan ini berbeda karena peserta langsung praktik di mini laboratorium. Ini membuat Gen Z tidak lagi menganggap remeh sampah sisa makanan,” kata Jumali.

Sementara itu, QC Inspector Area 1 Pertamina Drilling, Mila Irva Sari, menegaskan bahwa peserta tetap dapat mengikuti proses pelatihan meski berasal dari latar belakang pendidikan non-kimia.

“Asalkan mau belajar dan mengikuti prosedur, peserta tetap bisa, apalagi ada monitoring dan evaluasi langsung dari tim HSSEQ,” jelasnya.

Salah satu peserta, Qodirun, mengaku antusias mengikuti pelatihan tersebut meski belum terbiasa menggunakan bahan kimia dalam praktik.

Baca Juga :  Kodim 0203 Langkat Laksanakan Program MBG untuk SD di Langkat

“Seru prakteknya, walau belum terbiasa dengan takaran cairan kimia dalam proses pembuatannya,” ujarnya.

Manager Communication Relation & CID Pertamina Drilling, Meddenia Ayu Wulandari Yuliastuti, menyebut program ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan inovasi berbasis lingkungan sekaligus pemberdayaan masyarakat sekitar wilayah operasi.

Menurutnya, program tersebut tidak hanya berdampak pada pengurangan limbah, tetapi juga membuka peluang peningkatan keterampilan generasi muda desa melalui inovasi berkelanjutan.

Program ini juga disebut selaras dengan target pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya terkait pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, penanganan perubahan iklim, serta perlindungan ekosistem daratan.

Dari sisi dampak, inisiatif ini telah melibatkan 11 peserta masyarakat lokal aktif dengan kapasitas pemanfaatan sekitar satu kilogram sampah organik per minggu untuk diolah menjadi produk bernilai guna.

Melalui program tersebut, Pertamina Drilling tidak hanya memperkenalkan inovasi teknologi ramah lingkungan, tetapi juga membuka ruang pemberdayaan generasi muda desa untuk terlibat langsung dalam solusi berkelanjutan di sektor energi.(Wis/rel)

Follow WhatsApp Channel www.metrolangkat.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rico Waas Tegas Perangi Judi Online, Sebut Sudah Copot Camat Terlibat Judol
Afandin Lepas Putri Langkat ke Ajang Inovasi Dunia di Malaysia
Langkat Bersinar! Syah Afandin Antar Daerah Raih Penghargaan Nasional
Bukber KNPI Langkat, Ketua DPRD Ajak Pemuda Tinggalkan Perbedaan dan Bersatu Bangun Daerah
Ricky Anthony–PWI Langkat Hadir untuk Wartawan, Berbagi Berkah Jelang Idulfitri
Dandim 0203/Langkat Ajak Media Jaga Stabilitas Daerah, Forum Silaturahmi Berlangsung Hangat
Perkuat Silaturahmi, KOMBAT Sumut Gelar Buka Puasa Bersama dan Santuni Anak Yatim
Aktifis Hukum Binjai Puji Sosok Kasat Narkoba Polres Langkat
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 20:06 WIB

Pertamina Drilling Latih Gen Z Desa Kaplongan Ubah Sampah Organik Jadi Cairan Anti Korosi untuk Industri Migas

Rabu, 13 Mei 2026 - 20:27 WIB

Rico Waas Tegas Perangi Judi Online, Sebut Sudah Copot Camat Terlibat Judol

Rabu, 13 Mei 2026 - 19:57 WIB

Afandin Lepas Putri Langkat ke Ajang Inovasi Dunia di Malaysia

Selasa, 7 April 2026 - 17:53 WIB

Langkat Bersinar! Syah Afandin Antar Daerah Raih Penghargaan Nasional

Kamis, 19 Maret 2026 - 13:33 WIB

Bukber KNPI Langkat, Ketua DPRD Ajak Pemuda Tinggalkan Perbedaan dan Bersatu Bangun Daerah

Berita Terbaru