Rico Waas Tegas Perangi Judi Online, Sebut Sudah Copot Camat Terlibat Judol

- Jurnalis

Rabu, 13 Mei 2026 - 20:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Medanmetrolangkat.com

Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan komitmennya memerangi praktik judi online di Kota Medan. Bahkan, Rico mengungkapkan telah mencopot seorang camat di lingkungan Pemko Medan yang terbukti terlibat aktivitas judi online.

Penegasan itu disampaikan Rico Waas saat menghadiri kegiatan edukasi publik bertajuk “Indonesia.go.id Menyapa Medan: GASS POL Tolak Judol” yang digelar Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) di Kembar Kafe, Jalan Sakti Lubis, Medan Amplas, Rabu (13/5/2026).

Kegiatan kampanye anti judi online dengan tema “GASS POL Tolak Judol! Jauhi Judi – Anak Medan Pilih Masa Depan, Bukan Judi Online” tersebut digelar sebagai upaya edukasi kepada masyarakat, khususnya generasi muda, agar menjauhi praktik judi online yang semakin mengkhawatirkan.

Acara itu turut dihadiri Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, praktisi strategi komunikasi keberlanjutan Rike Amru, konten kreator Wawan Wandou, serta tokoh agama Ustad Abdul Muhadir Ritonga.

Dalam sambutannya, Rico Waas menyebut dampak judi online kini telah merusak berbagai lapisan masyarakat, mulai dari pelajar hingga aparatur pemerintahan.

Baca Juga :  11 Pegawai Komdigi Lindungi Judol Ditangkap Polisi

“Teknologi ternyata punya celah di mana hal-hal yang tidak menguntungkan masuk. Salah satunya judi online yang menyerang anak-anak SD, SMA hingga orang yang sudah bekerja,” kata Rico Waas.

Ia menegaskan, Pemko Medan tidak akan mentolerir aparatur yang terlibat praktik judi online. Karena itu, dirinya mengambil tindakan tegas dengan memberhentikan seorang camat yang terbukti bermain judi online.

Selain penegakan aturan, Rico juga menyoroti pentingnya peran keluarga sebagai benteng utama dalam mencegah kecanduan judi online. Menurutnya, penggunaan gadget yang berlebihan turut memicu sikap individualisme di tengah keluarga.

“Kehidupan keluarga jadi berantakan. Banyak yang cerai gara-gara judi online. Kecanduannya hampir sama dengan narkoba karena merusak mentalitas dan keluarga kita,” tegasnya.

Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyebut judi online telah menjadi persoalan serius yang menyasar seluruh lapisan masyarakat, termasuk anak-anak.

“Jumlah anak-anak yang menjadi korban judi online hampir 200 ribu orang, dan sekitar 80 ribu di antaranya berusia di bawah 10 tahun. Ini masalah luar biasa besar,” ujar Meutya.

Baca Juga :  BAPERA Ultimatum Polrestabes Medan: Minta Maaf atau Kami Kepung!

Menurutnya, pemerintah tidak hanya fokus menutup akses dan melakukan takedown situs judi online, tetapi juga memperkuat edukasi serta literasi digital kepada masyarakat.

“Pemerintah hadir bukan hanya untuk menutup akses, tetapi juga menjangkau masyarakat dan menyampaikan fakta-fakta yang terjadi,” katanya.

Meutya juga menyoroti dampak judi online yang tidak hanya menghancurkan ekonomi keluarga, tetapi turut memicu kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), hilangnya keharmonisan keluarga, hingga rusaknya masa depan anak-anak.

“Banyak kasus istri menjadi korban ketika suaminya terpapar judi online. Bukan hanya kehilangan ekonomi, tetapi juga kehilangan kebersamaan dalam keluarga,” ungkapnya.

Ia menegaskan pemberantasan judi online harus dilakukan bersama-sama lintas sektor, mulai dari pemerintah, aparat penegak hukum, perbankan, OJK hingga platform media sosial.

“Pelakunya juga harus ditangkap, karena kalau tidak situsnya akan terus bertambah,” tegas Meutya.

Melalui kegiatan “GASS POL Tolak Judol”, pemerintah berharap kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda Kota Medan, semakin meningkat untuk menjauhi judi online dan memilih masa depan yang lebih baik.(Wis)

Follow WhatsApp Channel www.metrolangkat.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Lebaran Yatim, Rico Waas Ajak 428 Anak Yatim dan Dhuafa Belanja Baju Baru
Bukan Sekadar Masak, Lomba Nasi Goreng DWP Binjai Pererat Silaturahmi Anggota
Bobby Nasution Buka MTQ Sumut, Ajak Bangun Daerah dengan Nilai Alquran
Merajut Harapan dari Limbah Jerami, Petani Pengabuan Tingkatkan Penghasilan Lewat Produk Ramah Lingkungan
Pertamina Drilling Latih Gen Z Desa Kaplongan Ubah Sampah Organik Jadi Cairan Anti Korosi untuk Industri Migas
Afandin Lepas Putri Langkat ke Ajang Inovasi Dunia di Malaysia
Bukber KNPI Langkat, Ketua DPRD Ajak Pemuda Tinggalkan Perbedaan dan Bersatu Bangun Daerah
Ricky Anthony–PWI Langkat Hadir untuk Wartawan, Berbagi Berkah Jelang Idulfitri
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 21:29 WIB

Lebaran Yatim, Rico Waas Ajak 428 Anak Yatim dan Dhuafa Belanja Baju Baru

Selasa, 23 Juni 2026 - 21:16 WIB

Bukan Sekadar Masak, Lomba Nasi Goreng DWP Binjai Pererat Silaturahmi Anggota

Selasa, 16 Juni 2026 - 10:14 WIB

Bobby Nasution Buka MTQ Sumut, Ajak Bangun Daerah dengan Nilai Alquran

Selasa, 19 Mei 2026 - 20:40 WIB

Merajut Harapan dari Limbah Jerami, Petani Pengabuan Tingkatkan Penghasilan Lewat Produk Ramah Lingkungan

Senin, 18 Mei 2026 - 20:06 WIB

Pertamina Drilling Latih Gen Z Desa Kaplongan Ubah Sampah Organik Jadi Cairan Anti Korosi untuk Industri Migas

Berita Terbaru

Pemerintahan

Syah Afandin Tegaskan Promosi ASN Harus Objektif

Sabtu, 27 Jun 2026 - 20:21 WIB