Kajari Langkat Bantah Isu Pemerasan Oknum Jaksa, Tegaskan Pemanggilan Sekolah Murni Klarifikasi Smartboard

- Jurnalis

Rabu, 3 September 2025 - 17:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Langkat – METROLANGKAT.COM

Isu dugaan pemerasan oleh oknum Jaksa di Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Langkat terhadap sejumlah kepala sekolah (Kasek) bermodal laporan dugaan masyarakat (dumas), akhirnya mendapat klarifikasi resmi.

Kejari Langkat memastikan kabar tersebut tidak benar dan murni hanya kesalahpahaman.

“Kami sudah melakukan pemeriksaan internal terhadap yang bersangkutan dan pihak-pihak terkait.

Kesimpulan yang kami dapatkan, kabar pemerasan dengan modus dumas tersebut tidak benar adanya,” tegas Kajari Langkat Asbach SH melalui Kasi Intelijen, Ika Lius Nardo, SH, MH, dalam rilis resmi yang diterima Redaksi METROLANGKAT.COM, Rabu (4/9/2025).

Fokus pada Smartboard

Menurut Nardo, pemeriksaan yang dilakukan penyidik bukan soal pungutan liar, melainkan terkait program pengadaan smartboard untuk sekolah penerima.

Baca Juga :  Diduga Sarat Pengkondisian, Kegiatan Outbond Guru Langkat Dinilai Hamburkan APBD

Pihaknya hanya ingin memastikan tidak ada praktik kutipan atau pungutan yang membebani sekolah.

“Untuk pemeriksaan sebagaimana dimaksud adalah murni pemeriksaan terkait smartboard. Penyidik hanya menanyakan apakah benar ada kutipan bagi sekolah penerima smartboard.

Jadi bukan melebar ke hal lain, melainkan untuk memastikan isu yang kemarin sempat santer,” jelas Nardo.

Ia pun menegaskan, tidak ada satu pun anggota tim penyidik yang melakukan tindakan pemerasan terhadap pihak sekolah.

“Bisa saya pastikan, tidak ada anggota tim yang melakukan pemerasan terkait pemanggilan tersebut,” tegasnya.

Baca Juga :  Kejari Langkat Terima Pelimpahan Berkas Dugaan Korupsi di STKIP Al Maksum

Isu Santer di Lapangan

Sebelumnya, beredar kabar di tengah masyarakat bahwa sejumlah kepala sekolah di Kabupaten Langkat dipanggil oleh oknum jaksa dan diduga dimintai sejumlah uang.

Isu ini cepat menyebar, bahkan menimbulkan keresahan di kalangan guru dan kepala sekolah.

Namun, hasil klarifikasi internal Kejari Langkat membantah kabar tersebut. Pihaknya meminta agar semua pihak tidak mudah terprovokasi oleh isu liar yang belum terverifikasi kebenarannya.

“Kami tetap membuka ruang bagi masyarakat untuk melaporkan dugaan penyimpangan melalui jalur resmi.

Namun jangan sampai isu yang tidak berdasar menjadi fitnah yang merusak citra institusi,” pungkas Nardo.(Red)

 

 

 

Follow WhatsApp Channel www.metrolangkat.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pelaku Jadi Pahlawan? Drama Pengembalian Hutan Lindung di Langkat Bikin Geleng Kepala”
Terkait Hutan Lindung,PPMSU Turun ke Jakarta, Desak IPTU MG Dicopot dan Diproses Hukum
Dalih “Tak Tahu” Hutan Lindung, Oknum Kapolsek di Langkat Terancam Pidana Berat
Jejak Sawit di Hutan Lindung Langkat: Oknum Kapolsek Diduga Terima Upeti dari “Ganti Untung” Lahan
Kapolres Langkat “Naik Darah”, Propam Diterjunkan, Kasus IPTU MG Memanas
Sssstt..Oknum Kapolsek Diduga Garap Hutan Lindung,Tanam Sawit di Pesisir Bubun
Diduga Dipetieskan, Kuasa Hukum DK Desak Kapolres Binjai Evaluasi Dumas Keterangan Palsu
Skandal Kontrak Fiktif Pertanian Binjai, Satu Lagi Tersangka Masuk Sel
Berita ini 66 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 10:13 WIB

Pelaku Jadi Pahlawan? Drama Pengembalian Hutan Lindung di Langkat Bikin Geleng Kepala”

Sabtu, 25 April 2026 - 17:29 WIB

Terkait Hutan Lindung,PPMSU Turun ke Jakarta, Desak IPTU MG Dicopot dan Diproses Hukum

Jumat, 24 April 2026 - 19:59 WIB

Dalih “Tak Tahu” Hutan Lindung, Oknum Kapolsek di Langkat Terancam Pidana Berat

Jumat, 24 April 2026 - 11:30 WIB

Jejak Sawit di Hutan Lindung Langkat: Oknum Kapolsek Diduga Terima Upeti dari “Ganti Untung” Lahan

Kamis, 23 April 2026 - 15:15 WIB

Kapolres Langkat “Naik Darah”, Propam Diterjunkan, Kasus IPTU MG Memanas

Berita Terbaru

Budaya

Rico Waas: Budaya Jangan Kalah oleh Teknologi

Jumat, 1 Mei 2026 - 11:27 WIB