Diduga Dipetieskan, Kuasa Hukum DK Desak Kapolres Binjai Evaluasi Dumas Keterangan Palsu

- Jurnalis

Selasa, 14 April 2026 - 11:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Daud Ketaren berharap Polres Binjai lakukan evaluasi laporanya yang berlarut larut.(ist)

BINJAI – metrolangkat.com

Penanganan dugaan tindak pidana memberikan keterangan palsu di Polres Binjai kian menuai sorotan.

Kuasa hukum Daud Ketaren (DK), Sempurna Ginting, SH dan Yudi Fitrianto, SH, mendesak Kapolres Binjai untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap laporan yang dinilai berlarut-larut tanpa kepastian hukum.

Melalui surat resmi tertanggal 6 April 2026, keduanya meminta perhatian serius atas laporan/dumas yang diajukan sejak 12 Desember 2024 terkait dugaan pemberian keterangan palsu dalam dokumen otentik.

Perkara tersebut menyangkut Sertifikat Hak Milik (SHM) Nomor 539 Tahun 2019 dan SHM Nomor 540 Tahun 2019 atas nama Lisda Junita, yang saat ini ditangani oleh Unit 3 Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Polres Binjai.

Baca Juga :  Niatnya Bantu Teman, Sepeda Motor Milik Gultom Malah Dibawa Kabur

Namun, hampir satu tahun berjalan, penanganan kasus ini dinilai tidak menunjukkan perkembangan signifikan. Kuasa hukum menilai, laporan tersebut terkesan “dipetieskan” dan tidak ditangani secara profesional.

“Penanganan perkara ini tidak berjalan sebagaimana mestinya dan terkesan diabaikan,” tegas kuasa hukum dalam suratnya.

Tak hanya meminta evaluasi, mereka juga secara tegas memohon kepada Kapolres Binjai untuk melaksanakan gelar perkara khusus guna membuka secara terang perkembangan penanganan laporan. Mereka meminta agar pelapor dihadirkan langsung dalam proses tersebut.

Permintaan ini dinilai penting untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas, sekaligus menjawab kebuntuan yang terjadi selama ini.

Baca Juga :  "Drama Sidang Jagung: Putusan Diundur, DK Curiga Ada Permainan"

Selain itu, Unit 3 Tipidter juga dituding mengabaikan sejumlah alat bukti yang telah disampaikan pelapor. Kondisi ini memunculkan dugaan ketidaknetralan dalam proses penanganan perkara.

Lebih jauh, kuasa hukum bahkan menyinggung adanya indikasi intervensi dari oknum tertentu yang diduga memengaruhi jalannya proses hukum.

“Selama satu tahun laporan ini tidak ada kejelasan. Ini menimbulkan dugaan adanya pembiaran bahkan intervensi,” ungkapnya.

Desakan ini menjadi ujian bagi Kapolres Binjai untuk menunjukkan komitmen dalam menegakkan hukum secara profesional, transparan, dan bebas dari intervensi.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Polres Binjai belum memberikan keterangan resmi terkait tudingan tersebut.(Rel/wis)

Follow WhatsApp Channel www.metrolangkat.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rp2 Miliar untuk Iskandarsyah Ka BPKAD Langkat Terungkap di Sidang, Mengapa Belum Ada Pengembangan Perkara?
Buron 4 Tahun, Phoe Sie Dong Ditangkap Tim Intelijen Kejari Binjai di BSM
Polres Binjai Tangkap Terduga Pengedar Sabu, 10,07 Gram Narkotika Disita
Di Balik OTT, KPK Ungkap Gratifikasi Rp3,5 Miliar Bupati Langkat
Polrestabes Medan Bongkar Mafia BBM, GPS Tangki Dipindah ke Mobil untuk Kelabui Sistem
Tiga Terdakwa Korupsi DBH Sawit Binjai Divonis 1 Tahun 4 Bulan Penjara
Temui Kajati Sumut, Syah Afandin Pastikan Pembangunan Langkat Berjalan dalam Koridor Hukum
DPO Korupsi Ketapangtan Binjai Belum Tertangkap, Sidang Segera Digelar
Berita ini 86 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 14 Juli 2026 - 08:53 WIB

Rp2 Miliar untuk Iskandarsyah Ka BPKAD Langkat Terungkap di Sidang, Mengapa Belum Ada Pengembangan Perkara?

Rabu, 8 Juli 2026 - 08:07 WIB

Buron 4 Tahun, Phoe Sie Dong Ditangkap Tim Intelijen Kejari Binjai di BSM

Selasa, 7 Juli 2026 - 11:27 WIB

Polres Binjai Tangkap Terduga Pengedar Sabu, 10,07 Gram Narkotika Disita

Sabtu, 4 Juli 2026 - 06:57 WIB

Di Balik OTT, KPK Ungkap Gratifikasi Rp3,5 Miliar Bupati Langkat

Minggu, 28 Juni 2026 - 22:52 WIB

Polrestabes Medan Bongkar Mafia BBM, GPS Tangki Dipindah ke Mobil untuk Kelabui Sistem

Berita Terbaru