Foto : Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution saat mengunjungi RSUD Aek Kanopan, Kabupaten Labuhanbatu Utara, untuk memastikan kesiapan layanan kesehatan dalam pelaksanaan Program Berobat Gratis (PROBIS).
MEDAN – METROLANGKAT.COM
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional.
Berkat keberhasilan menjalankan Program Berobat Gratis (PROBIS), Pemprov Sumut meraih UHC Award kategori Pratama dari pemerintah pusat.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar kepada perwakilan Pemprov Sumut di Ballroom JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Selasa (27/1/2026).
Di bawah kepemimpinan Gubernur Muhammad Bobby Afif Nasution, Pemprov Sumut konsisten memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat melalui PROBIS.
Program ini memungkinkan warga Sumut memperoleh pelayanan kesehatan hanya dengan menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP), sebagai bentuk dukungan nyata terhadap Universal Health Coverage (UHC).
Capaian UHC Sumut terbilang progresif. Pada tahun 2025, Sumut berhasil meraih status UHC Prioritas, dua tahun lebih cepat dari target nasional.
Tingkat kepesertaan mencapai 100 persen, dengan rasio peserta aktif sebesar 98,6 persen.
Untuk menunjang keberhasilan tersebut, Pemprov Sumut telah menjalin kerja sama layanan kesehatan dengan 172 rumah sakit, 619 puskesmas, serta 510 klinik yang tersebar di seluruh wilayah Sumatera Utara.
“Pemprov Sumut terus melanjutkan program UHC melalui PROBIS.
Ini adalah komitmen Bapak Gubernur untuk menjamin layanan kesehatan masyarakat Sumut yang bisa diakses oleh siapa saja,” ujar Asisten Administrasi Umum Muhammad Suib, mewakili Gubernur Bobby Nasution, usai menerima penghargaan.
Ia menegaskan, selain mempertahankan capaian, Pemprov Sumut juga fokus pada peningkatan kualitas pelayanan.
Untuk itu, layanan pengaduan masyarakat selama 24 jam telah disiapkan guna menampung keluhan dan masukan terkait PROBIS.
“PROBIS sudah berjalan sejak 2025. Tahun ini kita fokus meningkatkan mutu layanan dan siap menerima aduan masyarakat agar pelaksanaannya semakin optimal,” tambahnya.
Sementara itu, Direktur Utama BPJS Kesehatan Ghufron Mukti menyebut peran kepala daerah sangat menentukan keberhasilan capaian UHC secara nasional.
Saat ini, UHC Indonesia telah menjangkau 98 persen penduduk, dengan tingkat kepesertaan aktif mencapai 81,45 persen.
“Dukungan kepala daerah sangat berpengaruh, terutama dalam memastikan penduduk terdaftar dan kepesertaan tetap aktif melalui kebijakan serta penganggaran daerah,” ujarnya.(Wis)
















