MEDAN – metrolangkat.com
Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas menerima audiensi Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Utara, Khoirul Muttaqin, di Balai Kota Medan, Jumat (22/5/2026).
Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana silaturahmi sekaligus pamit tugas menjelang penugasan baru Khoirul di Jakarta.
Dalam audiensi itu, Rico Waas menyoroti maraknya praktik judi online yang dinilai semakin mengkhawatirkan dan berdampak luas terhadap kondisi ekonomi maupun sosial masyarakat.
Menurutnya, judi online kini telah berkembang menjadi bentuk kejahatan digital yang tidak bisa dianggap remeh.
“Ini bukan lagi sekadar permainan untung-untungan.
Sistemnya bisa diatur dan sangat merugikan masyarakat. Praktik seperti ini sudah mengarah pada scam digital,” ujar Rico Waas didampingi Sekda Kota Medan Wiriya Alrahman serta Plt Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Medan Suluh Aulia Harahap.
Rico menilai dampak judi online tidak hanya menyasar masyarakat ekonomi bawah, tetapi juga kalangan menengah ke atas yang tergiur sensasi dan keuntungan instan.
Karena itu, ia mendorong penguatan pengawasan lintas lembaga, termasuk terhadap pinjaman online ilegal dan berbagai platform keuangan digital yang berpotensi merugikan masyarakat.
Ia berharap sinergi antara Pemerintah Kota Medan, OJK, dan kementerian terkait terus diperkuat untuk meningkatkan perlindungan masyarakat dari ancaman kejahatan keuangan berbasis digital.
Selain membahas isu judi online, Rico Waas juga menyampaikan apresiasi atas dukungan OJK dalam memperkuat literasi keuangan di Kota Medan, termasuk pembangunan gedung OJK yang diharapkan meningkatkan kualitas pelayanan sektor jasa keuangan di Sumatera Utara.
Sementara itu, Khoirul Muttaqin menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemko Medan selama dirinya bertugas.
Ia mengungkapkan OJK baru saja menggelar edukasi perlindungan konsumen sektor jasa keuangan kepada sekitar 500 ASN di Kota Medan.
Khoirul juga memaparkan besarnya nilai transaksi judi online di Sumatera Utara yang mencapai sekitar Rp1,7 triliun.
Dari angka tersebut, Kota Medan disebut menjadi daerah dengan transaksi tertinggi, yakni sekitar Rp800 miliar.
“Kami mengapresiasi dukungan Pak Wali Kota dan Pemko Medan terhadap program literasi keuangan serta penguatan pengawasan sektor jasa keuangan di Sumatera Utara,” ujar Khoirul sebelum berpamitan menjalankan tugas baru di Jakarta.(Wis)


















