Mendekati Akhir Tahun, Insentif Guru Belum Juga Cair, Kadisdik Kota Binjai Bungkam

- Kontributor

Rabu, 13 November 2024 - 18:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kantor Pemerintahan Kota Binjai

i

Kantor Pemerintahan Kota Binjai

Binjai – METROLANGKAT.COM

Persoalan Insentif guru yang belum cair di Kota Binjai, mendapat sorotan dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Binjai.

Adalah, Ronggur Simorangkir, anggota DPRD Binjai dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) yang ikut menyoroti insentif guru yang tak kunjung cair tersebut disebabkan karena dampak dari kondisi keuangan Pemerintah Kota (Pemko) Binjai yang dinilainya tidak kondusif.

“Keuangan Pemko Binjai memang sedang tidak baik-baik saja. Keluhan itu jauh hari sudah kami dengar,” kata Ronggur, Rabu (13/11).

Adapun keluhan tersebut diakui Ronggur, mulai dari Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) yang telat di bayar, dan pembayaran pekerjaan (proyek) serta hal lainnya.

Ia pun menilai, Pemerintahan saat ini memberikan warisan dengan kondisi keuangan yang defisit.

Lebih lanjut dikatakan politisi dari Partai Gerindra tersebut, dalam laporan hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia Perwakilan Sumatera Utara pada tahun anggaran 2023 lalu, kondisi keuangan Pemko mengalami defisit 6,3 persen.

Baca Juga :  Pedagang Air Nira di Stabat Meninggal Dunia, Warga Temukan di Parit

Kondisi itu tentunya selaras dengan pernyataan Ronggur yang mendapat keluhan pembayaran TPP yang telat, hingga proyek yang belum dilunaskan kepada rekanan pihak ketiga.

“Ini warisan dari Walikota yang sebelumnya. Tentu ini tantangan bagi Plt. untuk memperbaikinya meskipun masa tugas beliau sebagai Plt sangat singkat,” urai Ronggur.

“Kedepan kita berharap ada perubahan yang jauh lebih baik. Kasihan guru guru kita. Mereka pahlawan yang mendidik anak-anak kita, namun jadi korban buruknya kapasitas kepemimpinan Walikota sebelumnya,” tambahnya.

Diketahui, para guru di Kota Binjai sebelumnya kerap mengeluh. Sebab, beberapa uang insentif termasuk uang sertifikasi guru, tak kunjung cair.
Sementara saat ini sudah masuk November 2024. Artinya, sekitar 2 bulan lagi akan berganti tahun menjadi 2025.

“Uang (insentif) sertifikasi guru untuk swasta belum cair sampai sekarang,” ujar seorang guru yang enggan menyebutkan namanya, Selasa (12/11).

Sumber pun mengaku heran mengapa insentif sertifikasi yang biasanya cair setiap 3 bulan sekali, namun masih beku. Menurutnya, hal tersebut tidak pantas dilakukan oleh Pemerintah Kota. Apalagi menurutnya, insentif sertifikasi ini ditunggu penuh rindu oleh guru.

Baca Juga :  Refleksi Akhir Tahun 2024, Kejati Sumut Selamatkan Uang Negara Hingga Rp 2,5 Triliun

Dirinya juga mengatakan, sejauh ini insentif sertifikasi guru baru cair satu kali.

“Sampai sekarang belum mendapatkan pencairan uang sertifikasi guru. Biasanya (insentif sertifikasi) cair setiap 3 bulan, sementara kami baru menerima sekali yang sampai Maret 2024,” bebernya.

Sang sumber juga mengatakan, untuk insentif sertifikasi guru ini juga tidak tentu pencairannya.

“Cairnya gak tentu tentu. Terkadang lewat bulan baru cair. Kami sangat berharap, karena kalau hanya gaji, tidak cukup untuk biaya hidup,” ujar sang Sumber.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kota Binjai, Edi Mulia Matondang, saat dikonfirmasi belum mau memberikan komentarnya alias bungkam.

Pesan singkat WhatsApp yang dikirimkan awak media, hanya dibaca oleh kepala dinas tersebut. (*)

Follow WhatsApp Channel www.metrolangkat.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Syah Afandin Hadirkan Bantuan Besar DPR RI untuk Korban Banjir Langkat
Wabup Langkat Hadiri Konsultasi Publik RKPD Sumut 2027
Bupati Syah Afandin Tegaskan Peran Strategis Pemuda pada Pembukaan Musda KNPI Langkat ke-XVI
Syah Afandin Apresiasi Kemenimipas Salurkan 10 Ribu Paket Sembako untuk Warga  Langkat
Apel Gabungan ASN, Wabup Langkat Dorong Budaya Bersih dan Peduli Lingkungan
BEM FEB ULB Soroti Nasib Lansia di Panti Werdha Harapan
Kebun Pendidikan Diduga Jadi Bisnis, Hak Pakai USU di Langkat Masuk Bidik Sanksi
Warga Tak Pernah Diganti Rugi, Hak Pakai USU 300 Hektare Dipersoalkan
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Januari 2026 - 21:41 WIB

Syah Afandin Hadirkan Bantuan Besar DPR RI untuk Korban Banjir Langkat

Jumat, 30 Januari 2026 - 12:29 WIB

Wabup Langkat Hadiri Konsultasi Publik RKPD Sumut 2027

Rabu, 28 Januari 2026 - 21:52 WIB

Syah Afandin Apresiasi Kemenimipas Salurkan 10 Ribu Paket Sembako untuk Warga  Langkat

Selasa, 27 Januari 2026 - 12:21 WIB

Apel Gabungan ASN, Wabup Langkat Dorong Budaya Bersih dan Peduli Lingkungan

Selasa, 27 Januari 2026 - 08:38 WIB

BEM FEB ULB Soroti Nasib Lansia di Panti Werdha Harapan

Berita Terbaru

Inspiratif

Mentor Muda Mengajar, Mahasiswa ULB Tebar Harapan di Mentawai

Jumat, 30 Jan 2026 - 21:03 WIB

Berita

Wabup Langkat Hadiri Konsultasi Publik RKPD Sumut 2027

Jumat, 30 Jan 2026 - 12:29 WIB