Mega Proyek Mall Pelayanan Publik Langkat: Antara Pembangunan Miliar Rupiah dan Lokasi yang Tidak Tepat Sasaran

- Kontributor

Rabu, 18 Desember 2024 - 22:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana pembangunan mall pelayanan publik Kabupaten Langkat yang berada di Jalan Jendral Sudirman, Sei Karang, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Rabu (18/12/2024).

i

Suasana pembangunan mall pelayanan publik Kabupaten Langkat yang berada di Jalan Jendral Sudirman, Sei Karang, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Rabu (18/12/2024).

Langkat – METROLANGKAT.COM

Pembangunan Mall Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Langkat tahap I di Jalan Jendral Sudirman, Sei Karang, Kecamatan Stabat, menuai kritik tajam.

Proyek senilai Rp 1,95 miliar dari APBD 2024 ini dipertanyakan efektivitasnya, mengingat lokasinya berada di kawasan Sentra Industri Kecil Menengah (IKM) yang sudah lama terbengkalai sejak peresmiannya pada 2017.

Pengadaan proyek ini yang dimenangkan oleh CV Wampu semakin disorot karena diduga terdapat ketidaksinkronan informasi antara laman LPSE Langkat dan plank pagu proyek di lokasi.

Di LPSE, proyek ini disebut telah memasuki tahap II, sementara plank pagu di lapangan menunjukkan masih tahap I.

Baca Juga :  Protes Jalan Berlubang di Kutambaru, Warga Pancing Ikan Lele

Kepala Dinas PUPR Langkat, Khairul Azmi, mengklarifikasi bahwa pembangunan dilakukan bertahap dengan alasan keterbatasan anggaran akibat Pilkada. Ia menyebut total anggaran proyek mencapai Rp 11-12 miliar, dengan alokasi Rp 2-3 miliar per tahun.

Namun, penjelasan ini justru menambah polemik, terutama terkait penempatan proyek di kawasan Sentra IKM yang dianggap tidak strategis dan terkesan memaksakan.

Sentra IKM sendiri diketahui dalam kondisi kumuh dan tidak diminati pelaku usaha. Sejumlah kios yang seharusnya menjadi ruang pamer produk kini berubah fungsi menjadi tempat tinggal.

Baca Juga :  Skandal di Dinas PUPR Langkat: Proyek Jalan Asal Jadi, Fee Proyek, dan Dugaan Penyimpangan di Era Khairul Azmi

Rerumputan liar dan bangunan kosong mencerminkan kawasan yang terbengkalai, mengundang pertanyaan tentang visi jangka panjang pemerintah.

Khairul Azmi berargumen bahwa lokasi tersebut akan dijadikan pusat pemerintahan kedua Kabupaten Langkat dan Islamic Center di masa depan.

Namun, dengan anggaran yang besar dan lokasi yang dinilai tidak potensial, publik mendesak transparansi dan kajian ulang proyek ini demi menghindari pemborosan APBD.

Proyek Mall Pelayanan Publik yang seharusnya menjadi ikon pelayanan malah berpotensi menjadi simbol pemborosan jika perencanaan dan pengawasan tidak segera diperbaiki. (red)

Follow WhatsApp Channel www.metrolangkat.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Buka Puasa 1.500 Jamaah di Masjid Al-Musabbihin, Rico Waas Minta Doa Warga
Ricky Anthony Turun Tangan Bantu Korban Kebakaran di Sambirejo Langkat
Tahanan Kabur dari PN Stabat Tewas Usai Kecelakaan Saat Melarikan Diri ke Aceh
Pemuda Pancasila Salurkan 99 Paket Sembako untuk Anak Yatim dan Dhuafa
Bupati Syah Afandin Rangkul Insan Pers Saat Buka Puasa Bersama,
Mudik Lebaran 2026, Polres Langkat Dirikan 8 Pos Pengamanan dan Pelayanan
Tim Kemenko Kumham–Imipas Kunker ke Lapas Binjai
Bobby Nasution Soroti Kesenjangan Rp2,1 T dari Kebutuhan Rp30 T
Berita ini 96 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 15 Maret 2026 - 09:18 WIB

Buka Puasa 1.500 Jamaah di Masjid Al-Musabbihin, Rico Waas Minta Doa Warga

Sabtu, 14 Maret 2026 - 21:20 WIB

Ricky Anthony Turun Tangan Bantu Korban Kebakaran di Sambirejo Langkat

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:14 WIB

Tahanan Kabur dari PN Stabat Tewas Usai Kecelakaan Saat Melarikan Diri ke Aceh

Jumat, 13 Maret 2026 - 17:34 WIB

Pemuda Pancasila Salurkan 99 Paket Sembako untuk Anak Yatim dan Dhuafa

Jumat, 13 Maret 2026 - 10:40 WIB

Bupati Syah Afandin Rangkul Insan Pers Saat Buka Puasa Bersama,

Berita Terbaru