Harimau Mangsa Sapi Warga di Sei Lepan, Warga Khawatir Ancaman Terulang

Metro Langkat

- Jurnalis

Jumat, 20 Juni 2025 - 14:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Langkat — metrolangkat.com

Warga Dusun Pancasila, Desa Mekar Makmur, Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat, dikejutkan dengan peristiwa kemunculan seekor harimau yang memangsa seekor sapi milik petani setempat.

Sapi tersebut ditemukan dalam kondisi mengenaskan, dengan tubuh tercabik-cabik diduga kuat akibat serangan satwa liar berjenis harimau loreng.

Peristiwa ini memicu kepanikan di kalangan warga yang bermukim di sekitar kawasan hutan.

Camat Sei Lepan, Muhammad Iqbal Ramadhan, membenarkan kejadian tersebut saat dikonfirmasi awak media pada Jumat (20/6).

“Pasca kejadian, pihak BKSDA dan TNGL sudah turun ke lokasi untuk melakukan mitigasi konflik,” ujar Iqbal.

Kehadiran harimau di wilayah ini bukan yang pertama kali terjadi. Sebelumnya, seorang petani bernama JP Ginting hampir kehilangan nyawa setelah diserang harimau di kawasan hutan TNGL Barak Itir.

Baca Juga :  Langkat Memanas: Kepala Desa, Lurah, dan Camat Diduga Dipaksa Menangkan Paslon 01

Lebih tragis lagi, pada tahun 2020, seorang petani tewas diterkam harimau di kawasan TNGL Sei Bamban, Resort Sekoci-Sei Lepan, Desa PIR ADB, Kecamatan Besitang.

Saat ditemukan, tubuh korban mengalami luka parah, termasuk leher putus dan bagian tubuh lainnya yang hilang.

Untuk menangani kasus-kasus seperti ini, pada tahun 2022 lalu telah dibentuk Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Konflik Harimau dan Gajah di Kabupaten Langkat.

Namun, masyarakat menyatakan kekecewaannya terhadap kinerja Satgas yang dinilai belum optimal, terbukti dengan terus terjadinya konflik antara manusia dan satwa liar.

Baca Juga :  Puluhan Ribu Pengendara Melintasi Dua Seksi Jalan Tol Binjai-Langsa Sejak 25 Desember 2024

Upaya penyelesaian konflik satwa ini memang bukan perkara mudah. Karena itu, semua pihak diminta turut berperan aktif menjaga kelestarian hutan serta melindungi satwa yang hidup di dalamnya dari ancaman perburuan liar.

Meski menimbulkan ancaman bagi manusia, harimau tetap merupakan satwa yang dilindungi berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 7 Tahun 1999 serta Keputusan Menteri LHK No. P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018.

Kepala Seksi Konservasi Wilayah II Stabat, Bobby, mengonfirmasi bahwa tim BKSDA telah turun ke lokasi untuk melakukan penghalauan harimau.

“Kami mengimbau warga agar lebih waspada dan mengawasi hewan ternaknya, karena wilayah ini memang merupakan habitat alami harimau,” ujar Bobby.(yong)

Follow WhatsApp Channel www.metrolangkat.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tiorita Ulurkan Bantuan, Korban Kebakaran Salapian Kehilangan Rumah dan Harta Benda
4 Rumah Terbakar di Salapian,Rumah Anggota DPRD Langkat Ikut Ludes
Dampak Kabut Asap, Pemko Medan Berlakukan PJJ hingga 21 Oktober
Banjir Besitang Rendam Rumah Warga, Tiorita Turunkan Bantuan dan Layanan Kesehatan
Tragis! Penjual Jasa Lukisan Tewas Tertimpa Ranting Pohon di Lapangan Merdeka Binjai
Bobby Nasution Perintahkan Percepatan Penanganan Banjir Letda Sujono
Muktamar NU Ubah Mekanisme Pemilihan Ketum PBNU, Kini Lewat AHWA
Banjir Dahsyat Nepal-Tibet, Hampir 3.000 Orang Hilang, 691 Jenazah Ditemukan
Berita ini 41 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:11 WIB

Tiorita Ulurkan Bantuan, Korban Kebakaran Salapian Kehilangan Rumah dan Harta Benda

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 19:54 WIB

4 Rumah Terbakar di Salapian,Rumah Anggota DPRD Langkat Ikut Ludes

Jumat, 16 Oktober 2026 - 09:16 WIB

Dampak Kabut Asap, Pemko Medan Berlakukan PJJ hingga 21 Oktober

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:53 WIB

Banjir Besitang Rendam Rumah Warga, Tiorita Turunkan Bantuan dan Layanan Kesehatan

Senin, 14 September 2026 - 19:13 WIB

Tragis! Penjual Jasa Lukisan Tewas Tertimpa Ranting Pohon di Lapangan Merdeka Binjai

Berita Terbaru