Foto : Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap menegaskan komitmennya untuk memperkuat layanan kesehatan sekaligus memerangi peredaran narkoba yang dinilai semakin mengancam masa depan generasi muda di Kota Medan.(Ist)
Medan – metrolangkat.com
Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap menegaskan komitmennya untuk memperkuat layanan kesehatan sekaligus memerangi peredaran narkoba yang dinilai semakin mengancam masa depan generasi muda di Kota Medan.
Penegasan itu disampaikan dalam podcast bertajuk “Mengenal Wakil Wali Kota Medan Lebih Dekat dan Program Kedepannya: Medan untuk Semua” yang digelar Media Indonesia Raya (MIRA) di kantor Partai Gerindra Sumatera Utara, Jalan Sudirman, Rabu (15/4/2026).
Dalam perbincangan tersebut, Zakiyuddin menekankan bahwa sektor kesehatan merupakan fondasi utama pembangunan. Menurutnya, kemajuan suatu daerah tidak akan tercapai tanpa sistem kesehatan dan pendidikan yang baik.
Salah satu program unggulan yang terus diperkuat adalah Universal Health Coverage (UHC), yang memungkinkan warga Kota Medan mendapatkan pelayanan kesehatan hanya dengan menggunakan KTP.
“Kita merasa sangat bahagia ketika bisa membantu masyarakat. Dengan UHC, warga cukup pakai KTP untuk berobat. Bahkan saat kesulitan kamar rumah sakit, kami bantu koordinasi agar segera tertangani,” ujarnya.
Meski begitu, ia tidak menampik masih adanya kendala, khususnya keterbatasan ruang rawat inap di sejumlah rumah sakit. Untuk mengatasi hal tersebut, Pemko Medan membuka peluang investasi bagi pihak swasta guna menambah kapasitas layanan kesehatan.
Selain sektor kesehatan, Zakiyuddin juga menyoroti serius maraknya peredaran narkoba. Ia menilai persoalan ini harus ditangani secara komprehensif dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat, dimulai dari keluarga.
“Bagaimana kita bisa mencetak generasi unggul jika narkoba masih beredar bebas. Pengawasan harus dimulai dari rumah, dari keluarga kita sendiri,” tegasnya.
Ia juga menekankan pendekatan berbeda dalam penanganan kasus narkoba, khususnya bagi pengguna. Menurutnya, pengguna narkoba harus dipandang sebagai korban yang membutuhkan rehabilitasi, bukan semata-mata hukuman pidana.
“Pemakai narkoba itu orang sakit yang harus direhabilitasi. Yang harus dihukum berat adalah para pengedar. Karena itu kita juga perlu menambah fasilitas rehabilitasi,” jelas Zakiyuddin.
Di akhir pernyataannya, Zakiyuddin mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kesehatan serta menjauhi narkoba demi masa depan Kota Medan yang lebih baik.
“Mari kita jaga keluarga kita dan berdoa untuk Kota Medan tercinta. Dengan generasi yang sehat dan bebas narkoba, kita bisa mewujudkan visi Medan untuk Semua,” pungkasnya.(wis)


















