Pasca Pelantikan “Siapa Bertahan, Siapa Tergeser? Gonjang-ganjing Kursi Kekuasaan di Langkat”

- Kontributor

Jumat, 14 Februari 2025 - 10:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan gambar hanya ilustrasi.(ist)

Opini : Yong Ganas

Hari yang dinanti segera tiba. Pada 20 Februari 2025, kepala daerah hasil Pilkada 2024 yang tak bersengketa di MK akan resmi dilantik oleh Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta.

Di Langkat, detik-detik menuju pelantikan ini terasa begitu mendebarkan.

Bukan hanya bagi masyarakat, tetapi juga bagi para pejabat di lingkungan pemerintahan daerah.

Di balik gegap gempita kemenangan, suasana di kalangan birokrasi justru dipenuhi bisik-bisik dan teka-teki.

Ada yang optimis menanti perubahan, ada pula yang cemas kehilangan posisi.

Desas-desus perombakan jabatan kian santer terdengar, bahkan bayang-bayang transaksi kekuasaan mulai menyeruak ke permukaan.

Apakah Langkat akan melangkah ke era baru dengan birokrasi yang bersih dan profesional? Ataukah hanya akan menjadi ajang bagi politik balas budi dan bagi-bagi kekuasaan?

Semua mata kini tertuju pada pemimpin terpilih—ke mana arah kebijakan mereka akan membawa Langkat ke depan?

Baca Juga :  "Pertarungan di Kerajaan Kelayau: Janji Lama, Harapan Baru"

Para Organisasi Perangkat Daerah (OPD) kini berada dalam situasi “harap-harap cemas.”

Ada yang berharap mendapat promosi atau jabatan baru, terutama mereka yang berjuang di barisan pemenangan Bupati dan Wakil Bupati terpilih, H. Syah Afandin, SH, dan Tiorita Beru Surbakti. Wajarlah lah.

Namun, tidak sedikit pula yang waswas akan pergeseran posisi atau bahkan kehilangan jabatan.

Kabar yang beredar menyebutkan bahwa beberapa pejabat eselon di lingkungan Pemkab Langkat terancam digeser karena terindikasi mendukung pasangan calon lain dalam Pilkada lalu.

Lebih jauh, rumor tentang pergerakan “calo jabatan” pun mulai mencuat. Ada bisik-bisik bahwa sejumlah posisi strategis mulai dari kepala sekolah, lurah, camat, kepala bidang hingga kepala dinas, menjadi “barang dagangan” di belakang layar.

Baca Juga :  "Ketika Takhta Tak Menginginkan Raja"

Bahkan, proyek-proyek yang belum terlihat wujudnya juga dikabarkan mulai diobral.

Jika isu ini benar adanya, tentu menjadi alarm bagi kepemimpinan baru di Langkat. Reformasi birokrasi yang sehat tidak boleh dikotori oleh praktik transaksional.

Jabatan seharusnya diberikan kepada yang berkompeten, bukan kepada yang “membeli” posisi.

Pun demikian dengan proyek pembangunan, yang seharusnya dikelola dengan transparan dan akuntabel demi kepentingan rakyat.

Pemerintahan yang baru harus mampu menunjukkan komitmennya dalam membangun Langkat dengan bersih dan profesional.

Langkah pertama adalah menutup celah bagi praktik jual beli jabatan dan memastikan bahwa perombakan birokrasi dilakukan atas dasar kinerja, bukan karena balas jasa politik.

Harapan masyarakat Langkat kini berada di pundak pemimpin terpilih. Apakah mereka akan menata birokrasi secara profesional, atau justru terjebak dalam politik balas budi? Waktulah yang akan menjawab.(Red)

 

 

Follow WhatsApp Channel www.metrolangkat.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ketika Cekgu Jadi Ahli Beton, Mengukur Jalan Dengan Pengaris
Wartawan “Rinso”: Saat Pena Tak Lagi Mencuci Kebenaran
Smart Board Rp50 Miliar, Siapa Otak di Balik Proyek Gila Ini 
“BUMD Langkat Dibajak? Publik Dipaksa Telan Proses Busuk”
Editorial Yong Ganas : Vonis Bebas Untuk Eka Depari…..
Editorial Yong Ganas : “Mimpi Aidil Ilham Lubis: Anak Bangsa yang Ingin Melawan Kutukan Orang Dalam”
Negeri Kelayau dan Raja Kejab Boh: Hikayat Sebuah Kekuasaan
Gembira Ginting Lawan Fitnah, Selamatkan Pendidikan
Berita ini 97 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 25 Desember 2025 - 20:32 WIB

Ketika Cekgu Jadi Ahli Beton, Mengukur Jalan Dengan Pengaris

Minggu, 19 Oktober 2025 - 19:17 WIB

Wartawan “Rinso”: Saat Pena Tak Lagi Mencuci Kebenaran

Sabtu, 13 September 2025 - 12:02 WIB

Smart Board Rp50 Miliar, Siapa Otak di Balik Proyek Gila Ini 

Rabu, 23 Juli 2025 - 20:00 WIB

“BUMD Langkat Dibajak? Publik Dipaksa Telan Proses Busuk”

Sabtu, 12 Juli 2025 - 08:51 WIB

Editorial Yong Ganas : Vonis Bebas Untuk Eka Depari…..

Berita Terbaru

Inspiratif

Mentor Muda Mengajar, Mahasiswa ULB Tebar Harapan di Mentawai

Jumat, 30 Jan 2026 - 21:03 WIB

Berita

Wabup Langkat Hadiri Konsultasi Publik RKPD Sumut 2027

Jumat, 30 Jan 2026 - 12:29 WIB