Tragedi Kebakaran Bahorok, Pemkab Langkat Harus Tempatkan Pemadam Kebakaran di Ibukota Wisata Bukit Lawang

- Jurnalis

Kamis, 3 April 2025 - 11:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Langkat- Metrolangkat.com

Musibah datang tanpa diundang, dan api tak mengenal belas kasihan. Ketika si jago merah mengamuk di Bahorok, yang tersisa hanyalah puing-puing dan tangis kehilangan.

Kamis (3/4) dini hari, enam rumah luluh lantak, dua nyawa melayang. Lalu, siapa yang harus bertanggung jawab? Apakah hanya takdir, atau ada yang lalai dalam berjaga?

Bahorok Menangis: Api, Kehilangan, dan Harapan yang Terlambat

Bahorok kembali dilanda musibah kebakaran. Peristiwa yang terjadi pada Kamis (3/4) dini hari ini bukan hanya menyebabkan kerugian materi, tetapi juga menelan korban jiwa.

Kebakaran tersebut menghanguskan enam unit rumah warga, dan kabar duka menyebutkan bahwa dua warga turut menjadi korban dalam kejadian tragis ini.

Kebakaran di Kecamatan Bahorok bukanlah kejadian pertama.

Beberapa kali insiden serupa telah terjadi di kawasan ini, namun hingga kini belum ada kesiapan maksimal dari Pemkab Langkat dalam menangani bencana semacam ini secara cepat dan efektif.

Hasil investigasi singkat yang dilakukan oleh Tim Metrolangkat.com dan Telisik.net mengungkapkan bahwa di ibu kota Kecamatan Bahorok tidak terdapat satu pun unit pemadam kebakaran yang siaga.

Baca Juga :  Geruduk Kantor Camat, Puluhan Emak Emak Minta Tutup Tempat Maksiat

Ini berarti bahwa setiap kali terjadi kebakaran, unit pemadam dari kabupaten harus menempuh jarak sekitar 68 km untuk mencapai lokasi.

Dengan kondisi jalan yang berlubang serta armada yang besar dan bermuatan air, kecepatan pemadaman menjadi sangat terhambat.

Akibatnya, ketika pemadam tiba, bangunan yang terbakar sering kali sudah rata dengan tanah.

Kasatpol PP Langkat, Dameka Singarimbun, saat dikonfirmasi mengatakan keterlambatan petugasnya sampai ke lokasi kebakaran disebabkan oleh jarak tempuh yang begitu jauh.

“Petugas kita terlambat karena jarak tempuh dari ibukota Kabupaten ke Bahorok sekitar 68 Km.

Dengan muatan air di dalam mobil, dan kondisi jalan yang kurang baik, pastilah agak menyulitkan.

Yang pasti, anggota sudah bekerja secara maksimal,” ujar Dameka kepada wartawan, Kamis siang.

Tambah Dameka, memang selama ini tidak ada Damkar yang stand by di Bahorok.

“Memang tidak ada Damkar di Bahorok, memang harusnya sudah bisa dibangun sebuah Pos atau unit Pemadam di sana, mengingat Bahorok adalah daerah tujuan wisata,” ketusnya.

Situasi ini menjadi perhatian serius, terlebih Bahorok merupakan daerah wisata bertaraf internasional dengan destinasi andalan seperti Bukit Lawang.

Baca Juga :  39 Tahun Tak Dibayar, Warga Poncowarno Desak USU Lunasi Ganti Rugi Lahan

Jika kebakaran terjadi di kawasan wisata tersebut, peluang untuk menanggulanginya pun sangat kecil mengingat jarak tempuh yang jauh bagi unit pemadam kebakaran.

Badan Perencanaan Daerah (Bappeda) Langkat diharapkan segera merumuskan kebijakan terkait penyediaan unit pemadam kebakaran di Bahorok. Selain itu, peremajaan armada juga harus menjadi prioritas.

Saat ini, kendaraan pemadam kebakaran milik Pemkab Langkat masih menggunakan unit keluaran tahun 2000, yang sering kali mengalami kendala teknis saat beroperasi.

DPRD Langkat sebagai pihak yang memiliki kewenangan dalam penganggaran juga harus lebih memperhatikan sektor ini.

Peningkatan anggaran untuk pembelian kendaraan pemadam kebakaran yang lebih modern dan peralatan yang lebih canggih sangat diperlukan.

Dengan demikian, petugas pemadam kebakaran dapat bekerja lebih sigap dan percaya diri dalam menangani situasi darurat.

Tragedi ini menjadi pengingat bahwa kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana sangatlah penting.

Pemkab Langkat, DPRD, dan instansi terkait harus segera mengambil langkah nyata agar kejadian serupa tidak terus berulang tanpa solusi yang memadai.(yong)

Follow WhatsApp Channel www.metrolangkat.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Massa PKL Bertahan Duduki Pemko Binjai, Desak Wali Kota Video Call atau Turun Langsung
Gerbang Pemko Binjai Dirobohkan, Massa PKL dan Mahasiswa Murka Tuntut Janji Wali Kota
Warga Mencirim Mengamuk, Bakar Ban Protes Galian C Diduga Kebal Hukum
Bupati Syah Afandin Genjot RTLH Hingga Pelosok, Warga Pasar Rawa Terima Manfaat
Sekda Mangkir dari RDP, DPRD Binjai Soroti Kebijakan Penggusuran PKL
Pedagang Digusur, DPRD Binjai Bereaksi: Hairil Anwar Siap Panggil Wali Kota
Cemburu Lihat Mantan Istri, Pria di Binjai Aniaya Korban Pakai Gagang Sapu
Tergerak dari Viral, Ricky Anthony Ulurkan Bantuan Biaya Pengobatan untuk Warga Secanggang
Berita ini 106 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 April 2026 - 12:40 WIB

Massa PKL Bertahan Duduki Pemko Binjai, Desak Wali Kota Video Call atau Turun Langsung

Senin, 27 April 2026 - 12:10 WIB

Gerbang Pemko Binjai Dirobohkan, Massa PKL dan Mahasiswa Murka Tuntut Janji Wali Kota

Kamis, 16 April 2026 - 19:59 WIB

Warga Mencirim Mengamuk, Bakar Ban Protes Galian C Diduga Kebal Hukum

Jumat, 10 April 2026 - 10:10 WIB

Bupati Syah Afandin Genjot RTLH Hingga Pelosok, Warga Pasar Rawa Terima Manfaat

Kamis, 9 April 2026 - 14:13 WIB

Sekda Mangkir dari RDP, DPRD Binjai Soroti Kebijakan Penggusuran PKL

Berita Terbaru

Budaya

Rico Waas: Budaya Jangan Kalah oleh Teknologi

Jumat, 1 Mei 2026 - 11:27 WIB