Jas Mewah DPRD Langkat: Kepatutan atau Kemewahan di Tengah Kesulitan Rakyat?

- Jurnalis

Sabtu, 14 Desember 2024 - 13:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Baju Jas : Untuk pengadaan baju Jas pelantikan anggota DPRD Langkat Oktober 2024 kemarin, harus merogoh angaran sebesar Rp.357,000,000.(photo hanya ilustrasi)

Baju Jas : Untuk pengadaan baju Jas pelantikan anggota DPRD Langkat Oktober 2024 kemarin, harus merogoh angaran sebesar Rp.357,000,000.(photo hanya ilustrasi)

LANGKAT –METROLANGKAT.COM

Pengadaan jas bagi 50 anggota DPRD Langkat periode 2024-2029 mengundang perhatian publik.

Anggaran sebesar Rp357 juta, atau setara Rp7,12 juta per jas, menjadi sorotan di tengah kondisi ekonomi masyarakat Langkat yang masih sulit.

Banyak pihak mempertanyakan, apakah langkah ini mencerminkan kepatutan atau justru kemewahan yang tidak sensitif terhadap situasi rakyat.

Sekwan: “Sudah Sesuai Aturan dan SSH”

Menanggapi kritik tersebut, Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Langkat, Drs. Basrah Pardomuan, memberikan penjelasan melalui pesan WhatsApp.

“Ooohhh iya benar bang, itu pakaian jas lengkap untuk 50 orang dewan baru periode 2024-2029.

Sudah termasuk pajak dan keuntungan perusahaan bang, harga pokoknya gak sampai segitunya. Dan itu sudah sesuai dengan SSH (Standar Satuan Harga),” ujarnya.

Sekwan Basrah juga menjelaskan bahwa proses pengadaan dilakukan melalui tender terbuka. “Prosesnya tender terbuka bang, siapa aja bisa masuk.

Ada 2 perusahaan semalam yang memenuhi syarat. Oleh panitia pengadaan yang punya kewenangan bang, 3 maksud saya,” tambahnya.

Baca Juga :  Merasa Ditipu Ketika Hendak Beli Mobil, Warga Medan Lapor Polisi

Terpisah salah seorang anggota DPRD Langkat yang ikut dilantik OKtober 2024 kemarin mengaku mendapatkan Jas tersebut berikut celana, kopiah (peci-red) dan Pin DPRD. ” Saya dapat memang jasnya, kalau ngak salah kita dikasi jas, peci, Pin dan celana,” ujar salah seorang anggota Komisi C DPRD Langkat ini seraya mengaku tidak tau persis angaran pembelian Jas dimaksud.

Kritik Terhadap Alokasi Anggaran

Meski pengadaan ini disebut telah sesuai aturan, publik tetap mempertanyakan urgensinya.

Dengan harga satuan mencapai Rp7,12 juta, kritik mengemuka terkait alokasi anggaran yang dianggap tidak mencerminkan kebutuhan prioritas rakyat.

Di tengah maraknya anak-anak yang mengalami stunting, fasilitas sekolah yang memprihatinkan, dan kebutuhan pokok yang sulit dijangkau sebagian masyarakat, kemewahan ini dinilai mencederai rasa keadilan.

Efisiensi Anggaran Hanya Sebatas Wacana?

Seruan pemerintah tentang efisiensi anggaran seolah hanya menjadi jargon ketika belanja seperti ini terus dilakukan.

Dana sebesar itu dinilai lebih bermanfaat jika dialokasikan untuk program langsung, seperti bantuan pendidikan atau perbaikan layanan kesehatan masyarakat.

Baca Juga :  Akibat Dana KIP Tak Kunjung Cair, Siswa SMAN 7 Binjai Gelar Unjuk Rasa Ganti Kepala Sekolah

Banyak pihak mendesak agar DPRD menunjukkan empati melalui kebijakan yang benar-benar berpihak pada rakyat, bukan sekadar penampilan.

Dugaan Mark Up dan Perlu Penyelidikan

Dengan tingginya harga pengadaan, muncul dugaan mark up dalam proses tersebut.

Apakah harga ini benar-benar mencerminkan nilai sebenarnya, ataukah ada elemen yang sengaja digelembungkan? Transparansi dan akuntabilitas menjadi hal yang penting untuk memastikan tidak ada penyelewengan.

Jika ada indikasi pelanggaran, publik meminta aparat penegak hukum segera melakukan penyelidikan.

Harapan Rakyat untuk Wakil Mereka

Kritik ini merupakan refleksi suara rakyat yang menginginkan perubahan.

DPRD Langkat diharapkan menjadi contoh kepemimpinan yang sederhana dan memprioritaskan kesejahteraan masyarakat.

Kemewahan seperti ini hanya akan memperburuk citra parlemen, sementara rakyat tetap bergulat dengan berbagai persoalan dasar.

Di masa depan, pengelolaan anggaran yang bijak, efisien, dan berorientasi pada kebutuhan rakyat menjadi tuntutan yang tidak bisa diabaikan.( yg)

Follow WhatsApp Channel www.metrolangkat.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Massa PKL Bertahan Duduki Pemko Binjai, Desak Wali Kota Video Call atau Turun Langsung
Gerbang Pemko Binjai Dirobohkan, Massa PKL dan Mahasiswa Murka Tuntut Janji Wali Kota
Warga Mencirim Mengamuk, Bakar Ban Protes Galian C Diduga Kebal Hukum
Bupati Syah Afandin Genjot RTLH Hingga Pelosok, Warga Pasar Rawa Terima Manfaat
Sekda Mangkir dari RDP, DPRD Binjai Soroti Kebijakan Penggusuran PKL
Pedagang Digusur, DPRD Binjai Bereaksi: Hairil Anwar Siap Panggil Wali Kota
Cemburu Lihat Mantan Istri, Pria di Binjai Aniaya Korban Pakai Gagang Sapu
Tergerak dari Viral, Ricky Anthony Ulurkan Bantuan Biaya Pengobatan untuk Warga Secanggang
Berita ini 83 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 April 2026 - 12:40 WIB

Massa PKL Bertahan Duduki Pemko Binjai, Desak Wali Kota Video Call atau Turun Langsung

Senin, 27 April 2026 - 12:10 WIB

Gerbang Pemko Binjai Dirobohkan, Massa PKL dan Mahasiswa Murka Tuntut Janji Wali Kota

Kamis, 16 April 2026 - 19:59 WIB

Warga Mencirim Mengamuk, Bakar Ban Protes Galian C Diduga Kebal Hukum

Jumat, 10 April 2026 - 10:10 WIB

Bupati Syah Afandin Genjot RTLH Hingga Pelosok, Warga Pasar Rawa Terima Manfaat

Kamis, 9 April 2026 - 14:13 WIB

Sekda Mangkir dari RDP, DPRD Binjai Soroti Kebijakan Penggusuran PKL

Berita Terbaru