Foto : Bupati Langkat Syah Afandin Turun Langsung di May Day Langkat.(ist)
Langkat – metrolangkat.com
Momentum peringatan Hari Buruh Internasional 2026 di Kabupaten Langkat menjadi cerminan kuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat pekerja.
Di tengah ratusan massa aksi damai yang menyuarakan aspirasi, kehadiran Bupati Langkat, Syah Afandin, menjadi simbol nyata kepemimpinan yang responsif dan pro-buruh.

Sejak pagi hari, aliansi buruh dan mahasiswa yang terdiri dari KAMMI Langkat, HIMMAH Langkat, serta Forum Diskusi Perkebunan Indonesia telah memadati depan Kantor Bupati Langkat.
Dengan mengenakan kostum bertema “Marsinah”—ikon perjuangan buruh Indonesia—mereka menyuarakan harapan akan perlindungan dan peningkatan kesejahteraan pekerja.
Namun yang membuat peringatan tahun ini berbeda adalah langkah cepat dan terbuka dari pemerintah daerah.

Di tengah orasi yang berlangsung, Syah Afandin bersama jajaran Forkopimda, termasuk Kapolres Langkat,
hadir langsung menemui massa. Kehadiran tersebut sontak disambut hangat oleh peserta aksi, mencairkan suasana menjadi dialog yang konstruktif.
Koordinator aksi, Bayu, menyampaikan sejumlah tuntutan strategis, mulai dari pembentukan satuan tugas (satgas) ketenagakerjaan,

penghapusan sistem outsourcing, hingga perlindungan terhadap aktivis buruh dari intimidasi.
Aspirasi ini menjadi potret nyata dinamika dan tantangan dunia ketenagakerjaan di daerah.
Menanggapi hal tersebut, Syah Afandin tidak hanya mendengar, tetapi juga langsung mengajak dialog terbuka di lokasi aksi.
Dengan pendekatan humanis, ia mengapresiasi sikap tertib dan damai para peserta aksi sebagai wujud kedewasaan demokrasi.

“Ini contoh yang baik. Aspirasi disampaikan dengan damai, dan pemerintah hadir untuk mendengar serta mencari solusi bersama,” ujarnya.
Lebih jauh, ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Langkat tengah merumuskan langkah konkret melalui pembentukan satgas khusus ketenagakerjaan.
Inisiatif ini diharapkan mampu menjadi instrumen efektif dalam menyelesaikan berbagai persoalan buruh secara sistematis dan berkelanjutan.

Tak hanya berhenti di tingkat daerah, Syah Afandin juga berkomitmen membawa suara buruh Langkat ke tingkat nasional.
Ia optimistis arah kebijakan ketenagakerjaan di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto akan semakin berpihak kepada kesejahteraan pekerja.
Sebagai bentuk keberpihakan yang tegas, ia juga mengimbau para buruh agar tidak takut melaporkan segala bentuk intimidasi dari pihak perusahaan.
“Jika ada tekanan atau ancaman karena menyampaikan aspirasi, laporkan. Pemerintah akan hadir untuk melindungi,” tegasnya.
Peringatan May Day 2026 di Langkat pun berlangsung aman, tertib, dan penuh makna.
Lebih dari sekadar aksi tahunan, momen ini menjadi ruang dialog yang memperkuat hubungan antara buruh dan pemerintah.
Dengan buruh sebagai ujung tombak pembangunan dan pemerintah sebagai penghubung kebijakan, sinergi yang terbangun di Langkat menjadi fondasi penting dalam mewujudkan keadilan sosial dan kesejahteraan yang merata.(Wis/adv)


















