Darurat Narkoba, Mahasiswa Tuntut Kapolres Labuhanbatu Dicopot

- Kontributor

Jumat, 3 Oktober 2025 - 21:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTAMETROLANGKAT.COM

Peredaran narkoba di Kabupaten Labuhanbatu kian tak terkendali. Sabu-sabu disebut bisa didapat semudah membeli kacang goreng.

Kondisi darurat ini mendorong masyarakat dan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Pejuang Keadilan Labuhanbatu menggelar aksi unjuk rasa di depan Mabes Polri, Jumat (3/10/2025).

Koordinator aksi, Ahmad Idris Siregar, menegaskan narkoba telah merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Labuhanbatu.

Ia menuding lemahnya pengawasan aparat dan dugaan adanya oknum yang membekingi peredaran narkoba membuat bisnis haram ini semakin subur.

“Labuhanbatu saat ini benar-benar darurat narkoba. Jika tidak segera ditangani serius, masa depan generasi muda hancur dan keamanan daerah terganggu,” teriak Idris.

Lebih lanjut, Idris menyebut maraknya narkoba juga menjadi pemicu tingginya kriminalitas di daerah tersebut. Mulai dari pencurian, kekerasan, hingga tindak pidana berat lain.

Baca Juga :  Bau Busuk Peternakan Lele di Binjai Barat Dikeluhkan Warga, Camat Turun Tangan Tindaklanjuti

“Kami menduga ada oknum yang jadi backing bandar. Perang terhadap narkoba harus total, tidak bisa setengah hati, dan tidak pandang bulu,” tegasnya.

Dalam aksinya, massa mendesak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo segera mengevaluasi Kapolres Labuhanbatu beserta jajaran yang dianggap melakukan pembiaran dan seolah tutup mata atas maraknya peredaran narkoba.

“Polisi jangan lemah. Tangkap bandar, tangkap juga oknum yang melindungi narkoba di Labuhanbatu,” tukas Idris.

Usai berorasi sekitar satu jam, massa akhirnya diterima pejabat Divisi Humas Mabes Polri.

Syaripah, didampingi Syaipullah serta Kasat Intel Polres Jaksel Dwi Susanto, menyatakan aspirasi tersebut akan ditindaklanjuti.

“Terima kasih atas informasinya. Persoalan ini akan kami naikkan ke pimpinan untuk diproses,” ujar Syaripah.

Delapan Tuntutan Aliansi Mahasiswa & Masyarakat Pejuang Keadilan Labuhanbatu:

  1. Mendesak Kapolri mencopot Kapolres Labuhanbatu beserta jajaran karena dianggap tutup mata terhadap maraknya narkoba.
  2. Membongkar jaringan dan aktor besar di balik peredaran narkoba di Labuhanbatu.
  3. Menindak tegas oknum aparat yang diduga menjadi backing bandar narkoba.
  4. Menutup tempat hiburan malam yang disinyalir jadi sarang peredaran narkoba.
  5. Mengusut dugaan keterlibatan pejabat daerah dalam bisnis narkoba.
  6. Menurunkan tim khusus Mabes Polri untuk memberantas narkoba di Labuhanbatu.
  7. Mengusut aliran dana hasil narkoba yang diduga masuk ke dunia politik dan bisnis lokal.
  8. Memastikan pemberantasan narkoba dilakukan total, tanpa pandang bulu.
Baca Juga :  DPRD Binjai Sahkan P-APBD 2025 Senilai Rp1,07 Triliun

Idris menegaskan, jika Mabes Polri tidak serius, mereka siap menggelar aksi lanjutan dengan eskalasi lebih besar.“Kami akan kawal terus sampai tuntas.

Kalau perlu, aksi berikutnya akan kami gelar di depan Istana demi menuntut komitmen Presiden Prabowo dalam pemberantasan narkoba. Tunggu saja tanggal mainnya,” tutup Idris.(Rif)

Follow WhatsApp Channel www.metrolangkat.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kebun Pendidikan Diduga Jadi Bisnis, Hak Pakai USU di Langkat Masuk Bidik Sanksi
Warga Tak Pernah Diganti Rugi, Hak Pakai USU 300 Hektare Dipersoalkan
Air Mata Ibu Dedek Pecah Saat BAZNAS dan Camat Gebang Janjikan Rumah Layak Huni**
Warga Desa Salahaji Bersyukur Dibantu Starlink: “Terima Kasih Pak Bupati Langkat”
684 Istri Gugat Cerai di Binjai Sepanjang 2025, Judol dan Narkoba Dominan
Tembus Lumpur dan Sungai, Relawan Antar Harapan ke Korban Bencana Aceh Tamiang
Camat Binjai Barat dan DPRD Tinjau Lokasi Banjir di Bandar Sinembah
Pembunuhan di Buluh Telang Terungkap, Polisi Amankan Mantan Abang Ipar Korban
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Januari 2026 - 13:53 WIB

Kebun Pendidikan Diduga Jadi Bisnis, Hak Pakai USU di Langkat Masuk Bidik Sanksi

Sabtu, 24 Januari 2026 - 13:19 WIB

Warga Tak Pernah Diganti Rugi, Hak Pakai USU 300 Hektare Dipersoalkan

Kamis, 8 Januari 2026 - 06:49 WIB

Air Mata Ibu Dedek Pecah Saat BAZNAS dan Camat Gebang Janjikan Rumah Layak Huni**

Selasa, 30 Desember 2025 - 14:30 WIB

Warga Desa Salahaji Bersyukur Dibantu Starlink: “Terima Kasih Pak Bupati Langkat”

Rabu, 24 Desember 2025 - 16:41 WIB

684 Istri Gugat Cerai di Binjai Sepanjang 2025, Judol dan Narkoba Dominan

Berita Terbaru

Inspiratif

Mentor Muda Mengajar, Mahasiswa ULB Tebar Harapan di Mentawai

Jumat, 30 Jan 2026 - 21:03 WIB

Berita

Wabup Langkat Hadiri Konsultasi Publik RKPD Sumut 2027

Jumat, 30 Jan 2026 - 12:29 WIB