Copot Kadis Pertanian dan Peternakan Langkat, Petani Tanjung Ibus Desak Perubahan

- Kontributor

Sabtu, 4 Januari 2025 - 13:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga Desa Tanjung Ibus saat berdiskusi dengan anggota DPRD Langkat dari partai Gerindra

i

Warga Desa Tanjung Ibus saat berdiskusi dengan anggota DPRD Langkat dari partai Gerindra

Langkat – METROLANGKAT.COM

Keluhan petani Desa Tanjung Ibus terkait mahalnya harga pupuk subsidi dan minimnya perhatian terhadap infrastruktur kembali menjadi sorotan.

Video yang memperlihatkan keluhan Abdul Hasan Lubis, salah seorang petani desa, viral di media sosial pada Kamis (2/1/2025).

Dalam video tersebut, ia mengkritik mahalnya pupuk subsidi yang seharusnya terjangkau serta buruknya akses jalan dan saluran irigasi.

Merespons cepat hal tersebut, Pj Bupati Langkat H. M. Faisal Hasrimy, AP., M.AP., memerintahkan Dinas Pertanian untuk turun langsung ke lapangan.

Kadis Pertanian, bersama anggota DPRD Kabupaten Langkat Fraksi Gerindra menggelar pertemuan dengan masyarakat Desa Tanjung Ibus pada hari yang sama.

Keluhan Petani dan Respon Pemerintah

Dalam pertemuan tersebut, Abdul Hasan kembali menyuarakan harapannya.

“Bukan hanya soal pupuk, tapi juga saluran irigasi dan jalan desa yang rusak parah. Kami petani seperti dibiarkan berjuang sendiri,” ujarnya dengan nada emosional.

Baca Juga :  Jalanan Rusak di Depan Masjid Darussalam Sei Bilah, Relawan BISA Turun Tangan

Pj Bupati Faisal menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam. Ia menyampaikan bahwa kebutuhan pembangunan irigasi telah menjadi prioritas pemerintah daerah.

“Kami telah mengusulkan ini dalam kunjungan Wakil Presiden dan rapat koordinasi dengan BNPB RI. Proyek Waduk Wampu akan menjadi solusi jangka panjang,” ujar Faisal.

Distribusi Pupuk Jadi Sorotan

Faisal juga meminta penyelidikan terkait alur distribusi pupuk subsidi yang dinilai bermasalah.

“Saya perintahkan Kadis Pertanian segera menyelidiki siapa yang bermain dalam distribusi pupuk. Jika ada yang melanggar, kami akan tindak tegas,” tegasnya.

Data Dinas Pertanian menunjukkan bahwa hingga Desember 2024, distribusi pupuk subsidi mencapai 1.560 ton urea dan 1.220 ton NPK. Namun, penyerapan hanya 1.259 ton urea dan 1.112 ton NPK, menyisakan pertanyaan mengenai efektivitas penyaluran.

Baca Juga :  DPC GMNI Dairi Salurkan Sembako untuk Korban Banjir dan Longsor di Tapteng

Desakan Copot Kadis

Di tengah situasi ini, sejumlah petani dan tokoh masyarakat mulai mendesak pencopotan Kadis Pertanian dan Peternakan Langkat. Mereka menilai kinerja dinas terkait kurang optimal.

“Jika distribusi pupuk tidak segera diperbaiki, kami akan meminta Pj Bupati mengganti Kadis. Kami butuh pejabat yang benar-benar berpihak pada petani,” ujar Dedek Pradesa, Ketua DPC Gerindra Langkat.

Aksi Konkret yang Ditunggu

Selain masalah pupuk, pemerintah juga berjanji memperbaiki infrastruktur jalan dan irigasi. Kadis PUTR Langkat, Khairil Azmi, menyatakan akan menindaklanjuti usulan masyarakat dalam waktu dekat.

Langkah cepat pemerintah ini diharapkan mampu meredam keresahan petani. Namun, masyarakat menunggu hasil nyata dari berbagai janji tersebut.

“Kami tidak butuh janji, kami butuh tindakan,” pungkas Abdul Hasan. (yong)

Follow WhatsApp Channel www.metrolangkat.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kebun Pendidikan Diduga Jadi Bisnis, Hak Pakai USU di Langkat Masuk Bidik Sanksi
Warga Tak Pernah Diganti Rugi, Hak Pakai USU 300 Hektare Dipersoalkan
Air Mata Ibu Dedek Pecah Saat BAZNAS dan Camat Gebang Janjikan Rumah Layak Huni**
Warga Desa Salahaji Bersyukur Dibantu Starlink: “Terima Kasih Pak Bupati Langkat”
Silaturahmi di Rumah Ibadah, Camat Gebang Ajak Warga Bersatu Majukan Daerah
684 Istri Gugat Cerai di Binjai Sepanjang 2025, Judol dan Narkoba Dominan
Tembus Lumpur dan Sungai, Relawan Antar Harapan ke Korban Bencana Aceh Tamiang
Camat Binjai Barat dan DPRD Tinjau Lokasi Banjir di Bandar Sinembah
Berita ini 65 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Januari 2026 - 13:53 WIB

Kebun Pendidikan Diduga Jadi Bisnis, Hak Pakai USU di Langkat Masuk Bidik Sanksi

Sabtu, 24 Januari 2026 - 13:19 WIB

Warga Tak Pernah Diganti Rugi, Hak Pakai USU 300 Hektare Dipersoalkan

Kamis, 8 Januari 2026 - 06:49 WIB

Air Mata Ibu Dedek Pecah Saat BAZNAS dan Camat Gebang Janjikan Rumah Layak Huni**

Selasa, 30 Desember 2025 - 14:30 WIB

Warga Desa Salahaji Bersyukur Dibantu Starlink: “Terima Kasih Pak Bupati Langkat”

Sabtu, 27 Desember 2025 - 15:41 WIB

Silaturahmi di Rumah Ibadah, Camat Gebang Ajak Warga Bersatu Majukan Daerah

Berita Terbaru

Inspiratif

Mentor Muda Mengajar, Mahasiswa ULB Tebar Harapan di Mentawai

Jumat, 30 Jan 2026 - 21:03 WIB