Banjir Surut, Warga Desa Harapan Makmur Masih Mengungsi karena Rumah Hancur

Metro Langkat

- Jurnalis

Minggu, 21 Desember 2025 - 11:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Banjir yang telah meratakan rumah warga hingga warga di seilepan tak memiliki tempat tingal.(kus)

Langkat – metrolangkat.com

Banjir yang merendam 14 desa dan kelurahan di Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat, beberapa waktu lalu kini telah surut.

Namun, satu desa masih menyisakan pengungsi, bukan karena air belum kering, melainkan akibat rumah warga rusak parah diterjang arus banjir.


Desa tersebut yakni Desa Harapan Makmur. Warga terpaksa bertahan di pengungsian karena tempat tinggal mereka tak lagi layak huni usai dihantam banjir deras pada Rabu (26/11/2025).


“Terkait banjir di 14 desa dan kelurahan, hanya satu desa yang masih ada pengungsi, yakni Desa Harapan Makmur,” ujar Camat Sei Lepan, Muhammad Iqbal Ramadhan, Sabtu (20/12/2025).

Baca Juga : 


Iqbal menegaskan, warga mengungsi bukan karena air masih merendam permukiman, melainkan karena banyak rumah yang hancur akibat terjangan arus sungai.


“Itu karena alur sungai keluar dari jalurnya. Lokasinya di perbatasan Sei Lepan dengan Brandan Barat,” jelasnya.


Saat ini, pemerintah daerah memfokuskan penanganan terhadap warga terdampak yang rumahnya rusak, agar segera mendapatkan tempat tinggal yang layak huni, sembari terus menyalurkan bantuan logistik.


“Hari ini fokus kami ke pengungsi dan bantuan logistik. Perhatian lainnya ada di Desa Lama, karena bendungan yang pecah harus segera ditutup.

Kalau makin parah, air bisa masuk sampai ke Kecamatan Babalan, apalagi cuaca masih hujan rintik,” tegas Iqbal.

Baca Juga :  BKM Nurul Ikhsan Bedah 3 Rumah Tak Layak Huni dalam Sebulan di Gebang


Sementara itu, Kepala Dinas PUTR Langkat, Khairul Azmi, menyebut Pemkab Langkat mulai melakukan perbaikan infrastruktur pascabencana sesuai kemampuan daerah.


“Yang bisa kita tangani langsung akan kita kerjakan, seperti jembatan sementara dan tanggul kecil yang jebol,” ujarnya.


Namun, karena keterbatasan anggaran daerah, Pemkab Langkat telah mengajukan Jitu Pasca Bencana (Jitupasna) untuk mendapatkan dana rehabilitasi dari pemerintah pusat.


“Prosesnya kita targetkan rampung dalam satu bulan. Insya Allah anggaran turun sekitar Februari atau Maret 2026. Tanggul kecil ditangani Pemda, sedangkan yang besar menjadi tanggung jawab pusat,” pungkas Azmi.(kus)

 

Follow WhatsApp Channel www.metrolangkat.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

FGD Pematang Jaya Perkuat Kamtibmas, Pencurian Sawit hingga Soroti CSR
Tiorita Turun Tinjau Pengerjaan Jalan Kampung Nangka–Kepala Sungai Secanggang
Tanjung Mulia Raih Juara II Sumut, Tiorita: Jadi Motivasi Desa Lain
Puluhan Tahun Menanti, Ujang Suhardi Akhirnya Punya Rumah Layak Huni
Kapolres Langkat Bedah Rumah Lansia, Ibu Ginah Haru Terima Kunci
Ricky Anthony Peduli Rakyat, Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Salapian
Temui Massa Aksi Damai, Bupati Syah Afandin Pastikan Jalan Air Hitam Jadi Prioritas Pemkab Langkat
Wabup Tiorita Sambut Tim Wasev TMMD, Pastikan Program Pembangunan Desa Tepat Sasaran
Berita ini 53 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 15:10 WIB

FGD Pematang Jaya Perkuat Kamtibmas, Pencurian Sawit hingga Soroti CSR

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Tiorita Turun Tinjau Pengerjaan Jalan Kampung Nangka–Kepala Sungai Secanggang

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:16 WIB

Tanjung Mulia Raih Juara II Sumut, Tiorita: Jadi Motivasi Desa Lain

Kamis, 27 Agustus 2026 - 18:47 WIB

Puluhan Tahun Menanti, Ujang Suhardi Akhirnya Punya Rumah Layak Huni

Selasa, 16 Juni 2026 - 06:25 WIB

Kapolres Langkat Bedah Rumah Lansia, Ibu Ginah Haru Terima Kunci

Berita Terbaru