Foto : Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI, Ahmad Doli Kurnia Tandjung, mengunjungi kediaman orangtua Ardiansyah Putra.(ist)
Binjai – METROLANGKAT.COM
Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI, Ahmad Doli Kurnia Tandjung, mengunjungi kediaman orangtua Ardiansyah Putra (26) di Jalan Teuku Umar, Kelurahan Nangka, Kecamatan Binjai Utara, Minggu (1/3).
Kedatangan anggota DPR RI yang akrab disapa Bang Doli itu untuk mengonfirmasi langsung kronologis keberangkatan Ardiansyah ke Kamboja hingga akhirnya mendekam di penjara Phnom Penh.
“Informasi ini pertama kali saya dapatkan dari rekan media. Kehadiran saya di sini untuk mengonfirmasi kronologis terkait berita tentang Ardiansyah yang ditahan di Phnom Penh, Kamboja,” ujar Bang Doli.
Politikus yang juga menjabat Wakil Ketua Umum DPP Partai Golongan Karya itu menegaskan, dirinya telah berkomunikasi dengan Komisi I DPR RI yang membidangi urusan luar negeri,
serta dengan Duta Besar Indonesia untuk Kamboja guna memastikan kondisi warga negara Indonesia (WNI) yang berada di sana secara tidak prosedural.
“Kita tidak bisa menutup mata. Ini menjadi pembelajaran bagi masyarakat. Kalau ingin bekerja di luar negeri, harus mengikuti prosedur.
Banyak yang berangkat hanya dengan paspor dan visa wisata. Setelah masa berlaku habis, statusnya menjadi ilegal,” jelasnya.
Menurut Doli, hal itulah yang diduga dialami Ardiansyah sehingga kini harus berhadapan dengan hukum di Kamboja.
Meski demikian, ia memastikan pemerintah tidak tinggal diam.
“Alhamdulillah, pemerintah sudah ikut bertanggung jawab. Kita harus pikirkan langkah untuk menyelamatkannya,” tegasnya.
Ia juga menyebut, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kamboja saat ini terus berupaya menangani ribuan WNI unprosedural.
Berdasarkan informasi yang diterimanya, jumlahnya mencapai sekitar lima ribu orang dan proses pemulangan dilakukan secara bertahap.
“Prosesnya panjang dan memerlukan waktu. Tapi kita upayakan satu per satu bisa dipulangkan,” katanya.
Bang Doli turut mengingatkan agar keluarga terus memberikan dukungan moral kepada Ardiansyah.
Ia mengungkapkan adanya informasi dari KBRI bahwa Ardiansyah sempat menyatakan ingin pulang, namun batal.
“Kalau semua berkas dan prosedurnya sudah lengkap serta ada SPPL dan siap dideportasi, jangan lagi tidak mau pulang. Saya minta keluarga ikut mengingatkan,” harapnya.
Harapan Seorang Ibu
Di rumah sederhana itu, Bardiah, ibu Ardiansyah, tak kuasa menyembunyikan harapannya.
Kehadiran wakil rakyat tersebut menjadi secercah cahaya bagi keluarga yang telah hampir dua bulan menanti kepastian.
“Selama ini anak saya dua hari sekali minta uang Rp500 ribu untuk biaya hidupnya di sana, sudah sekitar tujuh bulan.
Dulu dia bilang kalau punya uang Rp50 juta bisa pulang, kalau tidak, katanya akan dijual.
Kami sedih sekali mendengarnya,” ungkap Bardiah dengan suara bergetar.
Upaya keluarga pun tak berhenti. Sang abang sempat menyusul ke Kamboja untuk membawa Ardiansyah pulang.
Namun proses terkendala administrasi karena pihak imigrasi belum menerima berkas dari KBRI.
Bardiah berharap pemerintah dapat segera mendeportasi putranya agar kembali ke kampung halaman.
Turut hadir dalam kunjungan tersebut Ketua DPRD Binjai, Kristina Gusuartini, yang meminta keluarga tetap bersabar sembari menunggu proses berjalan.
“Semoga permasalahan ini bisa segera terselesaikan,” ujarnya.
Operasi Pemberantasan Online Scammer
Diketahui, Ardiansyah telah hampir dua bulan ditahan sejak awal Januari 2026.
Ia diamankan aparat keamanan Kamboja dalam operasi pemberantasan kejahatan penipuan daring (online scammer) di Phnom Penh.
Dalam operasi tersebut, sebanyak 26 WNI turut ditangkap, dan Ardiansyah menjadi salah satu di antaranya.
Kini, Ardiansyah bersama rekan-rekannya hanya bisa berharap uluran tangan pemerintah agar dapat kembali ke Tanah Air dan memulai lembaran baru bersama keluarga yang terus menanti dengan doa.(Kus/red)


















