foto : Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara langsung melepas keberangkatan para jemaah dalam rangkaian acara yang juga dirangkai dengan halal bihalal. (wis)
medan- metrolangkat.com
Suasana haru dan penuh kekhidmatan menyelimuti prosesi pelepasan 1.883 calon jemaah haji (calhaj) asal Kota Medan untuk musim haji 1447 Hijriah. Di tengah nuansa religius, tradisi tepung tawar menjadi momen yang paling menyentuh—mengiringi langkah para tamu Allah dengan doa keselamatan dan harapan menjadi haji mabrur.
Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara langsung melepas keberangkatan para jemaah dalam rangkaian acara yang juga dirangkai dengan halal bihalal. Lantunan ayat suci Al-Qur’an dan gema talbiyah semakin menambah suasana syahdu yang menyelimuti seluruh hadirin.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap, Sekda Wiriya Alrahman, unsur Forkopimda, Kakan Kemenag Kota Medan Impun Siregar, serta para tokoh agama dan alim ulama.
Dalam sambutannya, Rico Waas menyampaikan pesan yang menyentuh hati para jemaah. Ia mengingatkan bahwa ibadah haji merupakan panggilan istimewa yang tidak semua orang mendapatkannya.
“Berbahagialah Bapak dan Ibu, karena ini adalah panggilan Allah. Tidak semua yang mampu mendapatkan kesempatan ini,” ucapnya dengan penuh haru.
Ia juga mengungkapkan bahwa jemaah haji Kota Medan tahun ini memiliki rentang usia yang beragam, mulai dari 15 tahun hingga 89 tahun, dengan sekitar 4 persen di antaranya merupakan lansia di atas usia 80 tahun.
Kondisi ini, menurut Rico, menuntut kebersamaan dan solidaritas yang kuat di antara sesama jemaah.
“Yang muda harus membantu yang lebih tua. Dengan kebersamaan, seluruh rangkaian ibadah bisa dijalankan dengan lancar,” pesannya.
Tak hanya soal spiritual, Rico juga menekankan pentingnya menjaga kesehatan selama berada di Tanah Suci. Ia bahkan sempat berkelakar soal godaan kuliner khas Arab Saudi yang identik dengan olahan daging kambing.
“Jangan sampai kebab dan kambing jadi ‘ujian tambahan’. Jaga pola makan agar terhindar dari hipertensi, diabetes, dan kolesterol,” ujarnya, disambut senyum para jemaah.
Lebih lanjut, Rico mengingatkan pentingnya menjaga sikap dan kekompakan selama menjalankan ibadah. Ia menegaskan bahwa para jemaah adalah duta bangsa yang membawa nama baik Indonesia di mata dunia.
“Jaga lisan, kendalikan emosi, dan fokus beribadah. Jangan rusak kesempatan ini hanya karena hal-hal kecil,” tegasnya.
Prosesi tepung tawar yang dilakukan menjadi simbol doa dan restu, menambah kekuatan spiritual bagi para jemaah sebelum berangkat ke Tanah Suci. Momen ini menjadi puncak emosional yang membuat banyak jemaah dan keluarga yang hadir tak kuasa menahan haru.
Di akhir sambutannya, Rico Waas memastikan Pemerintah Kota Medan akan turut menjaga keamanan rumah-rumah yang ditinggalkan jemaah.
“Silakan berkoordinasi dengan pihak wilayah. Kami ingin Bapak dan Ibu berangkat dengan tenang tanpa rasa khawatir,” ujarnya.
Acara kemudian ditutup dengan pemberian cenderamata secara simbolis kepada para jemaah oleh Wali Kota dan Wakil Wali Kota, serta tausiah singkat dari Ketua MUI Kota Medan Hasan Matsum—menyempurnakan momen pelepasan yang penuh makna dan doa.(wis)


















