Bobby Nasution: Pancasila Jadi Pegangan Hadapi Gejolak Dunia

Metro Langkat

- Jurnalis

Senin, 1 Juni 2026 - 15:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution.(ist)

Deliserdang – metrolangkat.com

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menegaskan bahwa nilai-nilai Pancasila tetap relevan sebagai fondasi menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.

Penegasan itu disampaikan saat memimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Lapangan Astaka, Jalan William Iskandar/Pancing, Deliserdang, Senin (1/6/2026).

Menurut Bobby, Pancasila bukan hanya menjadi pedoman hidup masyarakat Indonesia,

tetapi juga tetap relevan menjawab berbagai persoalan dunia di tengah ketidakpastian global.

“Pancasila sangat relevan, bukan hanya untuk seluruh masyarakat Indonesia, tetapi juga untuk kondisi global saat ini,” ujar Bobby usai memimpin upacara.

Pada momentum tersebut, Bobby turut mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di Sumatera Utara untuk terus mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam menjalankan tugas dan pelayanan publik.

Ia menegaskan, semangat Pancasila harus tercermin dalam setiap kebijakan maupun pelayanan pemerintahan kepada masyarakat.

Baca Juga :  Sigit Bantah Isu Penculikan, Sebut Hanya Miskomunikasi: “Mohon Maaf atas Kegaduhan Ini”

Dalam upacara itu, Bobby juga membacakan pidato Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Yudian Wahyudi.

Dalam pidato tersebut ditegaskan bahwa Hari Lahir Pancasila bukan sekadar seremoni tahunan,

melainkan momentum refleksi agar nilai-nilai Pancasila tetap hidup dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Peringatan Hari Lahir Pancasila merupakan momen refleksi untuk memastikan bahwa api Pancasila tetap menyala dalam jiwa setiap insan Indonesia,” ujar Yudian dalam pidatonya.

Yudian menilai Pancasila telah terbukti menjadi penuntun bangsa melewati berbagai tantangan zaman.

Di tengah ancaman fragmentasi, disrupsi teknologi, hingga dinamika geopolitik dunia, Indonesia dinilai tetap mampu berdiri kokoh sebagai bangsa yang bersatu di tengah keberagaman.

Keberhasilan Indonesia menjaga persatuan di tengah lebih dari 17 ribu pulau dan ratusan kelompok etnis disebut menjadi bukti kuat bahwa nilai Pancasila tetap hidup dan bekerja di tengah masyarakat.

“Pancasila adalah jangkar moral kita dalam menghadapi turbulensi global, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik,” kata Yudian.

Baca Juga :  Driver Ojol Kepung Kantor Gubernur, Bobby Nasution Janji Perjuangkan Tuntutan

Dalam pidatonya, Yudian juga menitipkan pesan kepada para menteri dan kepala daerah agar seluruh kebijakan publik selalu berpijak pada prinsip keadilan sosial dan keberpihakan kepada rakyat.

“Kepada para Menteri dan Kepala Daerah, saya titipkan Pancasila di tangan kalian. Pastikan setiap kebijakan publik yang lahir berlandaskan keadilan sosial,

memenuhi rasa keadilan publik, menjamin hak-hak masyarakat terkecil, dan tidak membiarkan ada rakyat yang merasa ditinggalkan.

Kita harus terus melawan segala bentuk intoleransi dan radikalisme yang dapat merusak harmonisasi kebangsaan kita,” tegasnya.

Turut hadir pada upacara tersebut Wakil Gubernur Sumut Surya, Ketua TP PKK Sumut Kahiyang Ayu,

Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumut Sulaiman Harahap, unsur Forkopimda, pimpinan OPD Pemprov Sumut, serta personel TNI, Polri, ASN, dan para pelajar.(Wis)

Follow WhatsApp Channel www.metrolangkat.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tiorita Ulurkan Bantuan, Korban Kebakaran Salapian Kehilangan Rumah dan Harta Benda
4 Rumah Terbakar di Salapian,Rumah Anggota DPRD Langkat Ikut Ludes
Dampak Kabut Asap, Pemko Medan Berlakukan PJJ hingga 21 Oktober
Banjir Besitang Rendam Rumah Warga, Tiorita Turunkan Bantuan dan Layanan Kesehatan
Tragis! Penjual Jasa Lukisan Tewas Tertimpa Ranting Pohon di Lapangan Merdeka Binjai
Bobby Nasution Perintahkan Percepatan Penanganan Banjir Letda Sujono
Muktamar NU Ubah Mekanisme Pemilihan Ketum PBNU, Kini Lewat AHWA
Banjir Dahsyat Nepal-Tibet, Hampir 3.000 Orang Hilang, 691 Jenazah Ditemukan
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:11 WIB

Tiorita Ulurkan Bantuan, Korban Kebakaran Salapian Kehilangan Rumah dan Harta Benda

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 19:54 WIB

4 Rumah Terbakar di Salapian,Rumah Anggota DPRD Langkat Ikut Ludes

Jumat, 16 Oktober 2026 - 09:16 WIB

Dampak Kabut Asap, Pemko Medan Berlakukan PJJ hingga 21 Oktober

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:53 WIB

Banjir Besitang Rendam Rumah Warga, Tiorita Turunkan Bantuan dan Layanan Kesehatan

Senin, 14 September 2026 - 19:13 WIB

Tragis! Penjual Jasa Lukisan Tewas Tertimpa Ranting Pohon di Lapangan Merdeka Binjai

Berita Terbaru