Foto : Diktukba SPN Hinai Polda Sumut Tahun Anggaran 2026 yang dilepas Kepala SPN Hinai Polda Sumut, Kombes Pol Dr. Wiyono Eko Prasetyo, di Lapangan Desa Paya Rengas, Kabupaten Langkat, Selasa (1/9/2026).(ist)
LANGKAT – metrolangkat.com
Tempaan fisik dan mental siswa Pendidikan Pembentukan Bintara (Diktukba) SPN Hinai Polda Sumatera Utara dipadukan dengan pengenalan sejarah serta kearifan lokal masyarakat Langkat.
Hal itu terlihat dalam ekspedisi darat siswa Diktukba SPN Hinai Polda Sumut Tahun Anggaran 2026 yang dilepas Kepala SPN Hinai Polda Sumut, Kombes Pol Dr. Wiyono Eko Prasetyo, di Lapangan Desa Paya Rengas, Kabupaten Langkat, Selasa (1/9/2026).
Kegiatan diawali apel, kemudian dilanjutkan prosesi tepung tawar dan pelepasan ekspedisi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Langkat, Amril, mewakili Plt Bupati Langkat Tiorita Br Surbakti. Pelepasan turut dihadiri KA SPN Hinai bersama unsur Forkopimda Kabupaten Langkat.
Sejumlah pejabat turut hadir, di antaranya Danyon TP 907/DS Langkat Letkol Inf Jimat Suryo Utomo, Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Nur Elly Rambe, Kasatpol PP Dameka Putra Singarimbun,
Kadishub Arie Ramadhany, unsur TNI-Polri, tokoh masyarakat, jajaran Forkopimcam Hinai serta para kepala desa di wilayah Kecamatan Hinai.
Pembina kegiatan, Siti Maryam, bersama Ipda Brimen yang bertugas menerima para tamu undangan,
Menjelaskan bahwa ekspedisi darat tersebut merupakan bagian dari kurikulum pendidikan siswa sekaligus sarana membangun kedekatan dengan lingkungan dan masyarakat sekitar SPN Hinai.
“Rangkaian kegiatan ini selain menjadi bagian dari kurikulum pendidikan siswa Polri, juga untuk mengenalkan lingkungan sekitar SPN, termasuk situs budaya dan kearifan lokal,” ujar Siti Maryam.
Dalam perjalanan outbound, para siswa juga mengunjungi cagar budaya makam Raja Indra Bungsu.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari pembelajaran di luar kelas untuk mengenalkan sejarah, situs budaya dan kehidupan sosial masyarakat Langkat.
Ekspedisi tidak sekadar mengandalkan kekuatan fisik. Para siswa ditempa untuk menguji ketahanan mental, membangun kerja sama, menjaga kekompakan dan menyelesaikan setiap tantangan secara bersama-sama.
Interaksi langsung dengan masyarakat di sepanjang rute juga menjadi bagian penting dari kegiatan.
Para siswa diberi ruang untuk membangun komunikasi, mengenali karakter lingkungan serta memahami kehidupan sosial masyarakat yang nantinya akan menjadi bagian dari ruang pengabdian mereka sebagai anggota Polri.
Melalui ekspedisi tersebut, pendidikan di SPN Hinai diarahkan tidak hanya untuk membentuk kemampuan teknis dan ketangguhan fisik, tetapi juga karakter dan kepedulian sosial.
Perpaduan antara tempaan fisik, pembelajaran sejarah dan interaksi dengan masyarakat diharapkan mampu membentuk calon bintara Polri yang memiliki kemampuan profesional
sekaligus humanis, sehingga siap menjalankan tugas dan hadir di tengah masyarakat sebagai insan Bhayangkara yang dekat dengan rakyat..(rel)


















