Survei Kepuasan 37 Persen, Sanni: Indonesia Bukan Emas, tapi Cemas

- Jurnalis

Jumat, 28 Agustus 2026 - 19:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama Kota Binjai, Sanni Abdul Fattah, yang menilai turunnya tingkat kepuasan publik tidak terlepas dari sejumlah persoalan yang dinilainya belum mampu diselesaikan pemerintah.(ist)

BINJAI – METROLANGKAT.COM

Tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka disebut mengalami penurunan hingga berada di angka 37 persen berdasarkan survei Tempo Data Science yang dirilis pada Agustus 2026.

Hasil survei tersebut menuai perhatian dari berbagai kalangan. Salah satunya Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama Kota Binjai, Sanni Abdul Fattah, yang menilai turunnya tingkat kepuasan publik tidak terlepas dari sejumlah persoalan yang dinilainya belum mampu diselesaikan pemerintah.

Menurut Sanni, sejumlah program pemerintah dinilai belum tepat sasaran, sementara beberapa kebijakan dianggap belum sepenuhnya berpihak kepada kepentingan masyarakat. Ia juga menyoroti persoalan utang negara dan kondisi perekonomian nasional.

“Tidak bisa kita pungkiri kalau saat ini rakyat memang tidak puas terhadap kinerja rezim Prabowo-Gibran. Dan juga harus kita akui bahwa banyak yang kecewa. Fenomena ini semakin lama bukan mengarah kepada Indonesia Emas, akan tetapi menjadi Indonesia Cemas,” ungkap Sanni saat dikonfirmasi awak media, Jumat (28/8/2026).

Baca Juga :  Rico Waas: Sertifikasi Halal Angkat Daya Saing UMKM Medan

Menurutnya, ketidakpuasan masyarakat tidak hanya berkaitan dengan persoalan ekonomi, tetapi juga menyentuh berbagai aspek lainnya, mulai dari hukum, etika, politik hingga komunikasi pemerintahan.

Dari sisi ekonomi, Sanni menyoroti kondisi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat serta persoalan kemiskinan yang menurutnya masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah.

“Dari segi ekonomi saja bisa kita lihat gimana rezim ini tidak becus dalam mengendalikan lemahnya Rupiah terhadap Dollar. Belum lagi tingkat kemiskinan yang semakin bertambah banyak,” tegasnya.

Selain itu, kenaikan harga sejumlah kebutuhan pangan juga menjadi sorotan. Menurut Sanni, tekanan harga kebutuhan pokok secara langsung dirasakan masyarakat dan berpengaruh terhadap tingkat kesejahteraan.

“Harga pangan yang terus melonjak tinggi juga ikut disoroti. Akibatnya, rakyat bertambah susah. Ini masih dari segi ekonomi saja,” katanya.

Sanni menilai berbagai persoalan tersebut pada akhirnya dapat memengaruhi persepsi masyarakat terhadap kinerja pemerintah.

Ia juga mempertanyakan respons pemerintah terhadap berbagai kritik dan protes yang muncul terkait sejumlah program maupun kebijakan.

“Disaat program-programnya banyak yang diprotes oleh masyarakat, tapi mengapa belum ada tindakan yang serius dari rezim ini untuk mengatasi masalah. Hal inilah yang membuat banyak rakyat mengeluh atas kinerja rezim ini,” ujarnya.

Baca Juga :  Banyak Jalan Rusak, Ketua LMP Minta APH Periksa Proyek Galian Pipa Air di Binjai

Meski menyampaikan kritik, Sanni berharap kondisi tersebut tidak berlarut-larut. Ia berharap pemerintah mampu melakukan evaluasi dan menghadirkan kebijakan yang benar-benar memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Ia juga berharap perekonomian nasional semakin membaik dan Indonesia tetap mampu mewujudkan cita-cita menuju Indonesia Emas 2045.

Survei Tempo Data Science

Sementara itu, Tempo Data Science diketahui merilis survei terbaru mengenai tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintah pada Agustus 2026.

General Manager Tempo Data Science, Khairul Anam, dalam rilis survei di Menteng, Jakarta, Rabu (26/8/2026), menyebutkan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintah berada di angka 37 persen.

Angka tersebut kemudian menjadi perhatian publik dan memunculkan beragam respons dari berbagai kalangan.

Bagi pemerintah, hasil survei tersebut menjadi salah satu gambaran mengenai persepsi masyarakat terhadap kinerja pemerintahan. Sementara bagi publik, angka tersebut menjadi bahan evaluasi sekaligus pemicu diskusi mengenai sejauh mana kebijakan pemerintah telah dirasakan manfaatnya.

Hingga berita ini diturunkan, kritik dan penilaian terhadap kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran masih menjadi bagian dari dinamika politik dan kebijakan nasional.(kus)

Follow WhatsApp Channel www.metrolangkat.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Zizi Dinilai Cocok Emban Koordinator KAHMI Binjai
DPRD Langkat Ultimatum PT Gametraco: Urus Izin Tower, Dua Bulan atau Ditutup
Plt Kadis PUPR Langkat Buka Ruang Dialog,Arie Ramadhany, S.IP, M.SP Rangkul Pelaku Jasa Konstruksi
Sinabung Siaga, Bobby Pastikan 280 Pengungsi Kuta Tengah Terlayani
Sambut HUT Polwan ke-78, Kapolres Binjai Donor Darah Bersama Bhayangkari
Sinabung Erupsi, Polda Sumut Siagakan 100 Personel Brimob
Pemprovsu Bagikan DBH Rp350 Miliar, Kepala Daerah Didesak Genjot PAD
Soal Kades Rangkap Ketua TKBM, Warga Karang Rejo Kembali Geruduk DPRD
Berita ini 46 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 07:56 WIB

Zizi Dinilai Cocok Emban Koordinator KAHMI Binjai

Rabu, 2 September 2026 - 21:01 WIB

DPRD Langkat Ultimatum PT Gametraco: Urus Izin Tower, Dua Bulan atau Ditutup

Rabu, 2 September 2026 - 16:58 WIB

Plt Kadis PUPR Langkat Buka Ruang Dialog,Arie Ramadhany, S.IP, M.SP Rangkul Pelaku Jasa Konstruksi

Selasa, 1 September 2026 - 15:00 WIB

Sambut HUT Polwan ke-78, Kapolres Binjai Donor Darah Bersama Bhayangkari

Selasa, 1 September 2026 - 08:51 WIB

Sinabung Erupsi, Polda Sumut Siagakan 100 Personel Brimob

Berita Terbaru

Berita

Zizi Dinilai Cocok Emban Koordinator KAHMI Binjai

Kamis, 3 Sep 2026 - 07:56 WIB