Foto :
Kegiatan bertajuk “Piramida (Ngopi Bersama Media) Bareng Kapolres Binjai” menjadi langkah awal Kapolres Binjai AKBP Mirzal Maulana, S.I.K., S.H., M.M.
Binjai – metrolangkat.com
Puluhan wartawan dari berbagai media berkumpul dalam suasana santai namun sarat makna di Aula Anindya Mapolres Binjai, Jalan S. Hasanuddin, Kecamatan Binjai Kota, Selasa (14/1) sore.
Kegiatan bertajuk “Piramida (Ngopi Bersama Media) Bareng Kapolres Binjai” menjadi langkah awal Kapolres Binjai AKBP Mirzal Maulana, S.I.K., S.H., M.M.
membangun komunikasi terbuka dan sinergis dengan insan pers, tepat pada hari ketiganya menjabat.
Didampingi seluruh pejabat utama Polres Binjai, AKBP Mirzal menegaskan bahwa media bukan sekadar mitra pemberitaan
melainkan elemen strategis dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Sebagai pucuk pimpinan di Polres Binjai, Mirzal menegaskan komitmennya menjadikan institusi kepolisian sebagai rumah yang ramah bagi wartawan, ruang bertukar informasi yang jujur, setara, dan konstruktif.
“Polri hadir untuk masyarakat dan digaji dari pajak rakyat.
Maka sudah menjadi kewajiban kami memberikan pelayanan terbaik, termasuk membuka ruang informasi yang sehat melalui teman-teman media,” ujar Mirzal.
Alumni Akpol 2004 ini mengungkapkan, sejak awal menjabat ia sengaja turun langsung ke DPRD Binjai untuk “belanja masalah” dan menyerap aspirasi masyarakat melalui para wakil rakyat.
Dari sana, isu narkoba, judi online, dan geng motor mengemuka sebagai pekerjaan rumah utama yang harus ditangani secara serius dan kolaboratif.
Pria kelahiran Surabaya ini juga mengakui peran media sebagai mata dan telinga di lapangan.
Tidak jarang, kata dia, informasi awal terkait peredaran narkoba maupun tindak kriminal justru diperoleh dari pemberitaan dan komunikasi informal dengan wartawan.
“Kadang saya dapat info duluan dari teman-teman media. Itu sangat membantu,” ungkapnya.
Konsep Piramida yang diusung dalam kegiatan ini, lanjut Mirzal, diadopsi dari praktik baik yang pernah ia terapkan saat bertugas di Jawa Timur.
Intinya sederhana, membangun sinergi tanpa jarak, tanpa kecurigaan, dan tanpa sekat formalitas.
“Ngopi bareng itu cara paling jujur untuk saling memahami,” ucapnya sambil tersenyum.
Ia juga menekankan pentingnya komunikasi sebelum persoalan membesar di ruang publik.
Jika terdapat anggota yang dinilai keliru, Mirzal meminta agar media berkoordinasi terlebih dahulu agar dapat segera dilakukan pembenahan.
“Silakan kritik, tapi mari kita komunikasikan. Tujuan kita sama, masyarakat aman dan percaya,” tegasnya.
Lebih jauh, Mirzal mengaitkan stabilitas keamanan dengan pertumbuhan ekonomi daerah.
Menurutnya, situasi yang kondusif akan menarik investor, membuka lapangan kerja, dan pada akhirnya menekan angka kriminalitas.
“Polisi tidak bisa bekerja sendiri. Media punya peran besar dalam menciptakan iklim yang sehat,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Ketua PWI Kota Binjai H. Muhammad Zainal menyambut positif langkah Kapolres Binjai yang dinilai cepat beradaptasi dan terbuka terhadap insan pers.
“Kami melihat rekam jejak Bapak Kapolres dari berbagai platform. Kedekatan dengan media itu nyata. Kami rindu pemimpin yang mau berdialog dan tidak alergi kritik,” ujar Zainal.
Ia menegaskan komitmen insan pers untuk tetap bekerja profesional sesuai kaidah jurnalistik dan regulasi yang berlaku.
“Koordinasi penting agar informasi tetap akurat dan tidak menimbulkan persoalan hukum,” katanya.
Kegiatan Ngopi Bersama Media ini berlangsung hangat dan interaktif melalui sesi tanya jawab.
Tanpa formalitas berlebihan, acara ditutup dengan secangkir kopi, obrolan ringan, dan tawa—menjadi simbol awal hubungan yang diharapkan semakin erat, kritis, dan produktif demi Binjai yang aman, kondusif, dan terus bergerak maju. (*)
















