Mandina – METROLANGKAT.COM
Sebuah tonggak sejarah baru dalam dunia pendidikan resmi terukir di Pantai Barat Mandailing Natal.
Setelah melalui proses panjang sejak tahun 2022, Yayasan Pendidikan Pantai Barat Madina (YP2BM)
Secara resmi memperoleh izin pendirian Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Syekh Abdul Fattah Natal
dari Kementerian Agama Republik Indonesia pada penghujung tahun 2025.
Peresmian berdirinya STAI Syekh Abdul Fattah Natal menjadi wujud nyata ikhtiar para tokoh masyarakat Pantai Barat Madina dalam menghadirkan akses pendidikan tinggi bagi generasi muda di wilayah tersebut.
Kehadiran kampus ini sekaligus menjadi simbol kebangkitan tradisi keilmuan Islam dan intelektual di daerah yang dikenal sebagai tanah kelahiran ulama sufi dan tokoh nasional terkemuka,
seperti Syekh Abdul Fattah, Syekh Abd Malik Baleo Natal, hingga Sutan Takdir Alisyahbana dan Sutan Syahrir.
Ketua Umum YP2BM, Ir. H. Hasrul Hasan, MM, dalam keterangannya kepada awak media, Jumat (9/1/2026), menyampaikan bahwa berdirinya STAI Syekh Abdul Fattah Natal diharapkan menjadi solusi atas keterbatasan akses pendidikan tinggi yang selama ini dihadapi masyarakat Pantai Barat Madina.
Ia menegaskan komitmen yayasan untuk melahirkan sumber daya manusia yang unggul, religius, dan berwawasan kebangsaan.
“STAI ini diharapkan menjadi pusat pembinaan generasi muda yang tidak hanya cakap secara akademik, tetapi juga kuat secara moral dan spiritual,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Pembina YP2BM, Amrun Daulay, menegaskan bahwa diperolehnya izin operasional merupakan langkah awal dari perjalanan panjang pengelolaan perguruan tinggi.
Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersinergi demi menyukseskan pelaksanaan perkuliahan perdana yang direncanakan dimulai pada September 2026.
Hal senada disampaikan Sekretaris Dewan Pembina YP2BM, Drs. H. Syariful Mahya Bandar, M.AP, yang menekankan pentingnya percepatan persiapan sarana dan prasarana penunjang akademik, baik untuk kebutuhan jangka pendek, menengah, maupun jangka panjang.
Dukungan penuh juga disampaikan anggota Dewan Pembina YP2BM, Prof. Haidar Putra Daulay, yang menyoroti urgensi penyusunan kurikulum,
silabus, statuta kampus, muatan lokal, hingga persiapan penerimaan mahasiswa baru sebagai fondasi utama operasional perguruan tinggi.
Menutup pernyataannya, Hasrul Hasan mengajak seluruh masyarakat Pantai Barat Mandailing Natal, baik yang berada di daerah maupun di perantauan,
untuk memberikan dukungan dan doa demi kelancaran dan keberlangsungan STAI Syekh Abdul Fattah Natal.
Ke depan, YP2BM juga membuka peluang pengembangan program studi lain yang selaras dengan potensi daerah, seperti pertanian, kelautan, perikanan, pariwisata, dan pertambangan.
Laporan: Arif


















