Foto : Wakil Ketua BAZNAS Kabupaten Langkat, H. Rismandianto Karo-karo, bersama Camat Gebang, Syofyan Tarigan, S.Sos, M.AP, mengunjungi kediaman ibu Dedek, Rabu (8/1). (Ansari)
GEBANG | METROLANGKAT.COM
Tangis haru pecah di sebuah rumah reyot yang nyaris roboh di Dusun Paluh Baru, Desa Pasar Rawa, Kecamatan Gebang.
Di sudut bangunan rapuh itu, Ibu Dedek (37) menengadahkan tangan, air mata mengalir tanpa henti.
“Alhamdulillah ya Allah… doaku Engkau kabulkan,” ucapnya lirih sambil terisak.
Ibu Dedek, istri dari Suwari Suwanto—yang telah bertahun-tahun sakit dan tak lagi mampu bekerja—akhirnya menerima kabar yang selama ini hanya berani ia titipkan dalam doa: rumah tak layak huni yang mereka tempati akan dibangunkan kembali.
Kabar penuh haru itu disampaikan langsung saat Wakil Ketua BAZNAS Kabupaten Langkat, H. Rismandianto Karo-karo, bersama Camat Gebang, Syofyan Tarigan, S.Sos, M.AP, mengunjungi kediaman keluarga tersebut, Rabu (8/1).
Mendengar rumahnya akan dibangun, Ibu Dedek tak kuasa menahan tangis. Sambil mengusap air mata dan menggenggam tangan suaminya yang terbaring lemah, ia berucap penuh syukur.
“Terima kasih ya Allah… terima kasih Pak Camat, Pak Ustad, yang mau membangun rumah kami,” ucapnya dengan suara bergetar.
Ustaz Rismandianto Karo-karo menegaskan, kondisi rumah keluarga Suwanto sangat memprihatinkan dan sama sekali tidak layak huni.
“Rumah ini tidak memenuhi standar kelayakan. Karena itu BAZNAS Kabupaten Langkat berkolaborasi dengan Camat Gebang dan masyarakat sepakat untuk segera membangunkannya agar keluarga ini bisa tinggal dengan aman dan layak,” ujarnya.
Ia memastikan, pembangunan akan dimulai dalam waktu dekat.
“Insyaallah minggu ini langsung kita kerjakan,” tegasnya.
Sementara itu, Camat Gebang Syofyan Tarigan mengaku baru beberapa bulan bertugas di wilayah tersebut. Ia menyebut, begitu mendapat laporan dari Sekretaris Desa Pasar Rawa tentang kondisi rumah Pak Suwanto, pihaknya langsung berkoordinasi dengan instansi terkait di kabupaten.
“Namun karena keterbatasan anggaran, kami berinisiatif meminta dukungan BAZNAS Langkat dan masyarakat. Alhamdulillah, niat baik ini disambut,” ungkapnya.
Ia berharap rumah yang akan dibangun—meski bersifat semi permanen—dapat menjadi tempat berlindung yang lebih manusiawi bagi keluarga tersebut.
Kunjungan kemanusiaan itu turut dihadiri Sekdes Pasar Rawa, TKSK Kecamatan Gebang, serta masyarakat setempat yang siap bergotong royong.
Di tengah keterbatasan, air mata Ibu Dedek menjadi saksi bahwa kepedulian dan kolaborasi masih hidup—dan bahwa doa, sekecil apa pun, tak pernah sia-sia.(Sari)


















