Lagi,Isu Tak Sedap:  Sekdis Pendidikan Diduga Jarang Masuk Kantor dan Terima Gratifikasi

- Kontributor

Minggu, 5 Oktober 2025 - 14:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Langkat – Metrolangkat.com


Dinas Pendidikan Kabupaten Langkat kembali menjadi sorotan publik. Setelah sebelumnya beberapa kebijakan dan kinerja dinas ini dikritik ASN dan masyarakat, kini muncul kabar tak sedap mengenai perilaku salah satu pejabatnya.

Informasi yang beredar menyebutkan, Sekretaris Dinas Pendidikan Langkat berinisial RG, yang juga pernah menjabat sebagai Pelaksana Harian (Plh) Kadis Pendidikan, dikabarkan jarang masuk kantor dan tak disiplin menjalankan tugas.

Beberapa sumber internal ASN di lingkungan Dinas Pendidikan mengungkapkan, RG tidak pernah mengikuti apel pagi sejak Maret hingga Oktober 2025, termasuk pada upacara HUT RI 17 Agustus lalu.
“Kalaupun datang, cuma sebentar. Hitungan menit lalu keluar lagi,” ujar salah satu staf yang enggan disebutkan namanya, Sabtu (5/10/2025).

Kunjungan Tanpa Surat Tugas dan Dugaan Gratifikasi

Tak hanya soal kehadiran, isu lain yang beredar menyebut RG kerap melakukan kunjungan ke sejumlah sekolah tanpa surat tugas resmi dari pimpinan. Dalam kunjungan itu, diduga terjadi praktik gratifikasi dari kepala sekolah tingkat SD dan SMP.

Baca Juga :  Red Notice Diburu! Polda Sumut Kejar Pasutri Bandar THM Dragon & Bos Sabu Perairan Timur

“Sudah beberapa kepala sekolah mengaku memberi uang saat beliau datang. Katanya takut nanti susah kalau tak dikasih,” ungkap sumber lain yang juga pejabat di lingkungan dinas tersebut.

Beberapa pengakuan kepala sekolah yang diterima redaksi menyebut, RG diduga meminta sejumlah uang saat melakukan kunjungan lapangan, bahkan menakuti-nakuti kepala sekolah agar memberi uang “terima kasih”.

Uang “Teken” dan Pemerasan Proyek

Tak berhenti di situ, RG juga disebut-sebut meminta uang “teken” kepada pihak tertentu setiap kali menandatangani berkas pencairan proyek di lingkungan Dinas Pendidikan.
Selain itu, muncul pula dugaan pemerasan terhadap seorang pihak bernama Misno Sumono, dengan nilai mencapai Rp3 juta.

Meski bukti awal berupa pengakuan sejumlah kepala sekolah dan saksi internal dikabarkan telah beredar, namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak RG maupun Dinas Pendidikan Langkat.

Publik Minta Bupati Langkat Turun Tangan

Sejumlah kalangan ASN dan pemerhati pendidikan mendesak Bupati Langkat H. Syah Afandin untuk segera mengevaluasi kinerja dan integritas pejabat di lingkungan Dinas Pendidikan.
Mereka menilai, isu semacam ini jika dibiarkan akan merusak kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah, khususnya dalam sektor pendidikan.

Baca Juga :  Dini Hari di Bukit Lawang, Polisi Ciduk Wanita Pembawa Narkoba

“Kalau benar informasi ini, harus ada tindakan tegas. Jangan sampai pejabat seenaknya bermain di dunia pendidikan,” ujar salah satu aktivis pendidikan di Stabat.

Sementara itu, secara terpisah, Minggu (5/10/2025) sore, Sekretaris Dinas Pendidikan Langkat RG yang dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp terkait tudingan dan informasi ini, belum memberikan jawaban hingga berita ini diterbitkan.
Upaya konfirmasi ini dilakukan guna menjaga asas keseimbangan dan keberimbangan berita sesuai kode etik jurnalistik.

Catatan Redaksi:

Berita ini disusun berdasarkan informasi dan pengakuan sejumlah sumber yang diverifikasi secara terbatas. Semua pihak yang disebut dalam berita ini berhak memberikan klarifikasi atau hak jawab sebagaimana diatur dalam UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers.(Red)

Follow WhatsApp Channel www.metrolangkat.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Terima UHC Award Pratama, Program Berobat Gratis Bobby Nasution Diapresiasi Pemerintah Pusat
Gubernur Bobby Nasution Gelontorkan Rp43 Miliar, Gratiskan SPP SMA-SMK di 10 Kabupaten/Kota 
IJLS Soroti Ketidakjelasan Status PT TPL, Masyarakat Adat Laporkan Dugaan Aktivitas
STAI Syekh Abdul Fattah Natal Resmi Berdiri, Tonggak Sejarah Pendidikan Tinggi di Pantai Barat
Gubernur Sumut Terima Donasi Rp.4,7 milyar dari Pemko Batam
Ricky Anthony: KOMBAT Sumut Salurkan 100 Ton Beras dan Terjunkan Relawan Pulihkan Daerah Banjir
Tawa di Tengah Duka, Pemprov Sumut Ajak Pengungsi Tapsel Nobar Film Agak Laen
Gubernur Perpanjang Status Tanggap Darurat Bencana di Sumut Sepekan Kedepan
Berita ini 38 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Januari 2026 - 15:10 WIB

Terima UHC Award Pratama, Program Berobat Gratis Bobby Nasution Diapresiasi Pemerintah Pusat

Minggu, 25 Januari 2026 - 13:44 WIB

Gubernur Bobby Nasution Gelontorkan Rp43 Miliar, Gratiskan SPP SMA-SMK di 10 Kabupaten/Kota 

Kamis, 22 Januari 2026 - 22:32 WIB

IJLS Soroti Ketidakjelasan Status PT TPL, Masyarakat Adat Laporkan Dugaan Aktivitas

Sabtu, 10 Januari 2026 - 10:28 WIB

STAI Syekh Abdul Fattah Natal Resmi Berdiri, Tonggak Sejarah Pendidikan Tinggi di Pantai Barat

Kamis, 8 Januari 2026 - 20:25 WIB

Gubernur Sumut Terima Donasi Rp.4,7 milyar dari Pemko Batam

Berita Terbaru

Inspiratif

Mentor Muda Mengajar, Mahasiswa ULB Tebar Harapan di Mentawai

Jumat, 30 Jan 2026 - 21:03 WIB

Berita

Wabup Langkat Hadiri Konsultasi Publik RKPD Sumut 2027

Jumat, 30 Jan 2026 - 12:29 WIB