Langkat — metrolangkat.com
Komitmen perguruan tinggi dalam mendorong pembangunan berbasis teknologi kembali ditunjukkan Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Kaputama melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Berdampak di Desa Sei Penjara, Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat, Senin (20/4).
Mengusung tema “Pelatihan Penggunaan Artificial Intelligence (AI) dan Desain bagi Remaja Desa”, kegiatan ini diikuti 50 pemuda yang tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian pelatihan.
Program ini merupakan implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat, sekaligus mendukung Indikator Kinerja Utama (IKU) STMIK Kaputama dalam membina desa digital.
Ketua STMIK Kaputama, Dr. Relita Buaton, ST., M.Kom, menyampaikan bahwa Desa Sei Penjara dipilih karena memiliki potensi besar dari sisi sumber daya manusia, khususnya kalangan remaja.
Namun, keterbatasan akses terhadap pelatihan teknologi masih menjadi tantangan.
“Kondisi ini mendorong kami untuk hadir memberikan solusi melalui pelatihan teknologi yang relevan dengan kebutuhan zaman,” ujarnya.
Ketua tim pelaksana, Novriyenni, M.Kom, menambahkan bahwa pelatihan ini dirancang secara praktis dan aplikatif, mencakup pengenalan teknologi AI serta keterampilan desain grafis.
Kedua bidang tersebut dinilai penting karena mampu membuka peluang kreativitas, inovasi, hingga usaha berbasis digital bagi generasi muda.
Kegiatan diawali dengan pembukaan, sambutan dari tim PKM, serta perwakilan Pemerintah Desa Sei Penjara.
Kepala Desa Sei Penjara, Santosa Sembiring, S.Kom, mengapresiasi kontribusi STMIK Kaputama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di desanya.
Salah satu momen penting dalam kegiatan ini adalah penandatanganan Implementation Agreement (IA) antara program studi STMIK Kaputama dengan Pemerintah Desa Sei Penjara.
Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam membangun kemitraan berkelanjutan menuju desa digital.
Dalam sesi materi, peserta diperkenalkan pada konsep dasar Artificial Intelligence, manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari,
hingga praktik penggunaan berbagai tools AI untuk pembuatan konten dan pengembangan ide.
Antusiasme peserta terlihat saat sesi demonstrasi, di mana mereka aktif mencoba dan berdiskusi dengan pemateri.
Pelatihan kemudian dilanjutkan dengan materi desain grafis, meliputi prinsip dasar desain, teknik visual, hingga praktik membuat konten sederhana untuk promosi produk, informasi desa, dan media sosial.
Pada sesi praktik, peserta berhasil menghasilkan berbagai karya desain dengan pendampingan dosen dan mahasiswa. Karya tersebut diharapkan menjadi langkah awal membangun ekosistem kreatif di Desa Sei Penjara.
Kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi peserta, tetapi juga membuka peluang lebih luas bagi desa dalam mengembangkan sistem informasi berbasis digital, meningkatkan promosi potensi daerah, serta mendorong lahirnya inovasi dari generasi muda.
Bagi STMIK Kaputama, program ini menjadi bagian dari strategi memperkuat peran perguruan tinggi dalam pembangunan daerah melalui program desa binaan yang berkelanjutan.
Ke depan, STMIK Kaputama berencana melanjutkan pembinaan melalui pelatihan lanjutan AI, pengembangan bisnis digital, hingga pendampingan kelompok kreatif remaja desa.
Melalui PKM Berdampak ini, STMIK Kaputama menegaskan komitmennya dalam menciptakan generasi muda yang siap menghadapi era digital, sekaligus mendorong terwujudnya desa yang mandiri, kreatif, dan berdaya saing.
Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Desa Sei Penjara Santosa Sembiring, Ketua STMIK Kaputama Dr. Relita Buaton, Ketua PKM Novriyenni, M.Kom, serta tim dosen dan mahasiswa, bersama puluhan peserta pelatihan. (Kus)


















