Di Balik Sunyi Langkat: Operasi Senyap Bongkar Sarang Narkoba, 42 Tersangka Diciduk”

- Jurnalis

Kamis, 5 Juni 2025 - 13:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Langkat – Metrolangkat.com

Ada yang berubah di Langkat. Bukan karena keramaian, melainkan karena kesunyian yang mulai retak oleh derap langkah aparat. Tanpa sirine, tanpa kamera, hanya data dan tekad sebagai senjata.

Dalam tempo sebulan—Mei 2025—Polres Langkat mencatatkan sejarah operasi senyap: 32 kasus narkotika diungkap, 42 tersangka ditangkap, dan jalur-jalur gelap mulai tersingkap.

Peta Hitam di Balik Hijau

Langkat bukan sekadar lumbung sawit dan ladang semangka. Di balik hijaunya hamparan kebun, terbentang jalur distribusi narkotika yang selama ini tersembunyi.

Sebuah peta hitam yang perlahan dipreteli oleh unit-unit kecil yang bergerak diam-diam.

Dari kawasan perkotaan Stabat hingga ke pelosok Pangkalan Susu dan Tanjung Pura, satu demi satu titik api diberangus.

Barang bukti bukan isapan jempol:

61,02 gram sabu,

20 butir ekstasi,

2.295,52 gram ganja.

Angka-angka yang, jika tidak dicegat, akan mengalir ke sekolah-sekolah, kampung nelayan, hingga pusat kota. Ini bukan hanya operasi, tapi peringatan.

Wajah-Wajah Tertangkap: Potret Kelam dan Jaringan Gelap

Dari 42 tersangka, 38 pria dan 4 perempuan, rentang usia mereka mencerminkan betapa luasnya daya rusak narkoba. Beberapa terdeteksi sebagai kurir lintas daerah.

Baca Juga :  Polres Langkat Tindak Tegas Pelaku Curas di Stabat: Pelaku Utama Ditangkap, 4 Masih DPO

Sebagian lainnya, residivis yang kembali ke bisnis haram karena desakan ekonomi atau perlindungan dari oknum-oknum tak kasat mata.

Belum ada pengungkapan nama besar, tapi Polres Langkat memastikan bahwa investigasi tidak berhenti di permukaan. “Beberapa dari mereka bukan pemain tunggal.

Ada struktur. Ada pola. Dan kami sedang menggambarnya,” ujar salah satu petugas yang enggan disebut namanya.

 

Polisi vs Kepercayaan Publik: Antara Capaian dan Skeptisisme

Di tengah sorotan publik atas lemahnya penegakan hukum di masa lalu, Kapolres Langkat AKBP David Triyo Prasojo memilih jalur berbeda: diam-diam tapi berdampak. Ia menolak pencitraan.

“Silakan nilai sendiri. Kami tidak mengejar tepuk tangan. Kami kejar hasil,” tegasnya, Kamis (5/6/2025).

Langkah Polres ini muncul saat kepercayaan terhadap lembaga penegak hukum sedang dalam ujian.

Apalagi Langkat selama ini dicurigai sebagai ‘jalur tenang’ untuk peredaran narkoba karena lokasinya yang strategis: dekat dengan laut, perbatasan Sumut-Aceh, dan minim kontrol di beberapa wilayah.

Baca Juga :  Polres Langkat Bahagiakan 40 Anak Yatim dengan Belanja Baju Lebaran

Antara Statistik dan Strategi: Apakah Cukup?

Meski operasi ini berhasil mengamankan puluhan tersangka dan barang bukti, pertanyaannya adalah: berapa persen dari total peredaran yang sebenarnya berhasil disentuh?

Karena, sebagaimana di banyak daerah lain di Indonesia, narkotika bukan hanya soal kurir dan pemakai. Ini soal sistem, soal jaring kekuasaan dan modal.

Polres Langkat mengklaim ini baru permulaan. Tapi publik menunggu lebih: keterlibatan oknum? pemetaan sindikat? atau justru penangkapan nama-nama besar yang selama ini tak tersentuh?

Kesimpulan:

Langkat sedang bersih-bersih. Tapi seperti membersihkan rumah tua, yang muncul bukan hanya debu, tapi juga tikus yang bersembunyi. Operasi senyap ini adalah sinyal.

Tapi masyarakat masih menunggu: beranikah polisi naik satu tingkat lagi? Bukan hanya menangkap pelaku di jalanan, tapi juga membongkar aktor intelektual di balik layar?

Karena jika tidak, maka semua ini hanya akan menjadi angka. Dan seperti yang sering terjadi di negeri ini, angka mudah dilupakan.(yong)

 

 

Follow WhatsApp Channel www.metrolangkat.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

72 Kg Sabu dan 151 Kg Ganja Digagalkan, Polda Sumatera Utara Klaim Selamatkan 813 Ribu Jiwa
Walikota Utus Tim Jenguk Korban Begal , Perintahkan Pos Kamling Diaktifkan Massal
Medan Darurat Kejahatan, Rico Waas Pastikan Tidak Ada Ruang untuk Narkoba dan Judi
Sepekan Sikat 6 Kasus Narkoba, Polres Binjai Ringkus Enam Tersangka
Polsek Kuala Ungkap Kasus Curat, Pelaku Gasak Uang Rp110 Juta Ditangkap
Gagalkan 9,9 Kg Sabu, Kinerja Satres Narkoba Polres Asahan Tuai Apresiasi
50 Kg Sabu dan 20 Ribu Ekstasi Digagalkan di Asahan, Polda Sumut Bongkar Jaringan Lintas Negara
Tahanan Kasus Ribuan Pil Ekstasi Kabur dari Sel PN Stabat Usai Sidang
Berita ini 62 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 21:30 WIB

72 Kg Sabu dan 151 Kg Ganja Digagalkan, Polda Sumatera Utara Klaim Selamatkan 813 Ribu Jiwa

Kamis, 16 April 2026 - 20:39 WIB

Walikota Utus Tim Jenguk Korban Begal , Perintahkan Pos Kamling Diaktifkan Massal

Senin, 13 April 2026 - 21:42 WIB

Medan Darurat Kejahatan, Rico Waas Pastikan Tidak Ada Ruang untuk Narkoba dan Judi

Rabu, 8 April 2026 - 19:35 WIB

Sepekan Sikat 6 Kasus Narkoba, Polres Binjai Ringkus Enam Tersangka

Minggu, 5 April 2026 - 19:27 WIB

Polsek Kuala Ungkap Kasus Curat, Pelaku Gasak Uang Rp110 Juta Ditangkap

Berita Terbaru

Budaya

Rico Waas: Budaya Jangan Kalah oleh Teknologi

Jumat, 1 Mei 2026 - 11:27 WIB