Rico Waas Tantang Mahasiswa Jadi Pemimpin, Bima Arya Tekankan Ideologi

- Jurnalis

Jumat, 1 Mei 2026 - 11:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Medanmetrolangkat.com

Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mendorong mahasiswa berani bercita-cita menjadi pemimpin masa depan. Ajakan itu disampaikannya dalam bedah buku Babad Alas karya Bima Arya Sugiarto di Gedung Digital Learning Center Universitas Sumatera Utara, Kamis (30/4/2026).

“Bangsa ini membutuhkan pemimpin-pemimpin baik, dan itu ada pada kalian. Negara ini ke depan ada di tangan anak muda,” tegas Rico di hadapan ratusan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Bima Arya beserta istri dan Rektor USU Muryanto Amin. Rico menilai Babad Alas bukan sekadar otobiografi, melainkan rekam jejak kepemimpinan yang bisa menjadi rujukan generasi muda dalam memahami peran pemimpin yang dekat dengan masyarakat.

Baca Juga :  STMIK Kaputama Dukung Kota Binjai Jadi Kota Digital dalam HUT ke-153

Dalam pemaparannya, Bima Arya menekankan pentingnya ideologi sebagai fondasi utama kepemimpinan. Tanpa ideologi, menurutnya, pemimpin akan mudah terombang-ambing dan kehilangan arah dalam mengambil keputusan.

Ia mengaku pemikiran tokoh-tokoh seperti Soe Hok Gie, Arief Budiman, Nurcholish Madjid, hingga Abdurrahman Wahid membentuk cara pandangnya tentang keberagaman, keberanian, dan integritas.

Selain ideologi, Bima juga menyoroti pentingnya strategi dalam kepemimpinan. Ia memperkenalkan pendekatan “mencicil harapan”, yakni menghadirkan perubahan secara bertahap agar masyarakat bisa merasakan dampak nyata sejak awal masa jabatan.

Baca Juga :  Divisi Humas Polri Silahturahmi ke Pesantren Al Fatah, Sampaikan Paham Radikal

“Pemimpin itu agen harapan. Harapan harus dikelola dan dipenuhi secara bertahap,” ujarnya.

Bima menambahkan, pemimpin juga dituntut mampu mengelola berbagai kepentingan, mulai dari pemerintah, aparat, hingga kelompok masyarakat, tanpa kehilangan batasan integritas. Dukungan politik, lanjutnya, harus dibangun secara seimbang di tingkat akar rumput, kelas menengah, hingga elit.

Diskusi berlangsung interaktif. Mahasiswa tampak antusias menyimak dan berdialog, menjadikan forum ini tidak hanya sebagai ruang literasi, tetapi juga refleksi tentang tantangan dan nilai-nilai kepemimpinan di masa depan.(Wis)

Follow WhatsApp Channel www.metrolangkat.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

STMIK Kaputama Latih 50 Remaja Desa Sei Penjara Kuasai AI dan Desain
STMIK Kaputama Gandeng Kelurahan Tangsi Dorong PAAR dan Kampung Digital di Binjai
60 Mahasiswa STMIK Kaputama Ikuti Magang Global Smartbridge, Siap Asah Skill Industri Digital
Gubernur Tinjau MBG di SMA Negeri 1 Gunung Sitoli
Kepsek SMPN 7 Binjai Bantah Tuduhan Penggelapan Dana BOS
STMIK Kaputama Teken Kontrak Kinerja 2026,
Universitas Labuhanbatu Gelar Bimtek RPL, Perkuat Mutu Pendidikan dan MBKM
Dua Dosen Universitas Labuhanbatu Resmi Sandang Lektor Kepala
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 11:16 WIB

Rico Waas Tantang Mahasiswa Jadi Pemimpin, Bima Arya Tekankan Ideologi

Senin, 20 April 2026 - 17:45 WIB

STMIK Kaputama Latih 50 Remaja Desa Sei Penjara Kuasai AI dan Desain

Sabtu, 4 April 2026 - 15:00 WIB

STMIK Kaputama Gandeng Kelurahan Tangsi Dorong PAAR dan Kampung Digital di Binjai

Jumat, 6 Maret 2026 - 14:36 WIB

60 Mahasiswa STMIK Kaputama Ikuti Magang Global Smartbridge, Siap Asah Skill Industri Digital

Jumat, 13 Februari 2026 - 09:10 WIB

Gubernur Tinjau MBG di SMA Negeri 1 Gunung Sitoli

Berita Terbaru

Budaya

Rico Waas: Budaya Jangan Kalah oleh Teknologi

Jumat, 1 Mei 2026 - 11:27 WIB