Saat Robert Ginting Ingin Bersih-Bersih, Oknum Pendidikan Langkat Meradang

- Jurnalis

Rabu, 26 Februari 2025 - 18:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan photo : Plt Kadis Pendidikan Robert Hendra Ginting. (Ist)

LangkatMetrolangkat.com

Upaya perombakan sistem pendidikan di Kabupaten Langkat yang diinisiasi oleh Plt Kadis Pendidikan, Robert Hendra Ginting, tidak berjalan mulus.

Keinginannya untuk membawa wajah baru dalam dunia pendidikan justru mendapat tentangan dari banyak pihak, termasuk dari oknum-oknum yang selama ini diuntungkan oleh sistem lama.

Robert mencoba merombak pola didik serta memperbaiki mental pendidik di Langkat yang selama ini dinilai banyak bermasalah.

Salah satu masalah utama yang ingin dibenahinya adalah sistem penempatan guru dan kepala sekolah yang selama ini diduga lebih banyak ditentukan oleh faktor uang dan kedekatan, bukan berdasarkan kompetensi.

Plt Kadis Pendidikan Robert Hendra Ginting photo bersama guru guru usai melakukan sidak.(ist)

Akibatnya, banyak kepala sekolah yang menjabat bertahun-tahun tanpa adanya regenerasi yang sehat.

“Penempatan kepala sekolah harus berdasarkan kapasitas dan kualitas, bukan karena bayar-membayar,” ujar Robert saat dihubungi wartawan pada Rabu (26/2).

Selain permasalahan jabatan kepala sekolah, Robert juga menyoroti buruknya fasilitas sekolah di Langkat, mulai dari gedung yang rusak hingga mobiler yang tak layak pakai.

Baca Juga :  Bobby Nasution: Izin PBG Pesantren Harus Digratiskan, Jangan Bebani Santri

Padahal, anggaran ratusan miliar yang mengalir ke Dinas Pendidikan seharusnya dapat menjamin perbaikan mutu pendidikan.

Namun, kenyataannya, kondisi sekolah di banyak wilayah Langkat masih memprihatinkan.

Untuk memastikan langsung kondisi di lapangan, hari ini Robert melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di lima Sekolah Dasar (SD) di Langkat.

Dari hasil Sidak, ia menemukan berbagai persoalan mendasar yang selama ini dianggap sebagai ‘virus’ dalam dunia pendidikan Langkat.

Salah satu langkah perbaikannya adalah dengan mengangkat beberapa Plt Kepala Sekolah Dasar (SD) untuk menggantikan kepala sekolah yang dianggap kurang efektif dalam menjalankan tugasnya.

Namun, langkah-langkah reformasi ini justru mendapat perlawanan.

Banyak pihak yang merasa kebijakan ini mengancam posisi mereka.

Bahkan, serangan negatif terhadap Robert mulai digiring oleh oknum-oknum tertentu yang tidak ingin sistem lama diubah.

Baca Juga :  Bupati Syah Afandin Dorong Lulusan Putra Jaya Jabal Rahmah Berani Raih Mimpi

“Yang saya lakukan bukan pergantian, tetapi penguatan peran kepala sekolah.

Ada empat kepala sekolah yang ditugaskan sebagai Plt, jadi tidak ada serah terima jabatan, hanya evaluasi dan pembenahan,” jelas Robert.

Selain melakukan Sidak, hari ini Robert juga menggelar pertemuan dengan seluruh Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Dinas Pendidikan Langkat. Namun, dalam pertemuan tersebut, K3S Stabat tidak hadir.

Di tengah dinamika ini, Plt Kadis Pendidikan Langkat tetap melanjutkan agendanya, termasuk melepas dan mengikuti Pawai Akbar Ramadhan 1446 H.

Ia menegaskan bahwa niatnya murni untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Langkat agar lebih maju dan berdaya saing.

Meski mendapat banyak tentangan, Robert Hendra Ginting tampaknya tak akan surut dalam membawa perubahan.

Ia bertekad untuk terus membersihkan sistem pendidikan Langkat dari praktik-praktik yang tidak sehat demi masa depan pendidikan yang lebih baik.(yong)

Follow WhatsApp Channel www.metrolangkat.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPRD Binjai Soroti Kekosongan Kadisdik Definitif, Dinilai Ganggu Tata Kelola Pendidikan
Rico Waas Ajak Pelajar Lawan Predator Seksual: Jangan Takut Bersuara
Dosen STAI UISU Pematangsiantar Raih Hibah Riset Kompetitif Nasional Kemenag-LPDP, Torehkan Sejarah Pertama
Syah Afandin Buka Pekan Kesiapsiagaan Pelajar Nusantara di Stabat
Pasca Blackout Sumbagut, PDAM Tirtasari Binjai Jelaskan Penyebab Air Sempat Tak Mengalir
Rico Waas Tinjau PSN Sekolah Rakyat: Cepat, Rapi, dan Siap Jadi Kebanggaan Baru Medan
Tatap Piala AFF 2026, Stadion Teladan Bersolek: Rico Waas Minta Tribun Full dan Fasilitas Maksimal
Dugaan Penggandaan Soal Terorganisir di Langkat Jadi Perbincangan, Dinas: Tidak Ada Arahan
Berita ini 366 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 19:55 WIB

DPRD Binjai Soroti Kekosongan Kadisdik Definitif, Dinilai Ganggu Tata Kelola Pendidikan

Rabu, 10 Juni 2026 - 18:41 WIB

Rico Waas Ajak Pelajar Lawan Predator Seksual: Jangan Takut Bersuara

Rabu, 3 Juni 2026 - 15:11 WIB

Dosen STAI UISU Pematangsiantar Raih Hibah Riset Kompetitif Nasional Kemenag-LPDP, Torehkan Sejarah Pertama

Selasa, 2 Juni 2026 - 11:03 WIB

Syah Afandin Buka Pekan Kesiapsiagaan Pelajar Nusantara di Stabat

Senin, 25 Mei 2026 - 21:02 WIB

Pasca Blackout Sumbagut, PDAM Tirtasari Binjai Jelaskan Penyebab Air Sempat Tak Mengalir

Berita Terbaru

Wisata

DWP Langkat Tanam 100 Pohon di Tangkahan

Selasa, 16 Jun 2026 - 13:06 WIB

Berita

748 Aspirasi Rakyat Jadi Prioritas Pembangunan Langkat 2026

Selasa, 16 Jun 2026 - 12:20 WIB

Kabar Desa

Kapolres Langkat Bedah Rumah Lansia, Ibu Ginah Haru Terima Kunci

Selasa, 16 Jun 2026 - 06:25 WIB