Kontroversi Smart Board Langkat: Indikasi Campur Tangan Penguasa dan Proyek Kejar Tayang?

Darwis Sinulingga

- Jurnalis

Rabu, 4 Desember 2024 - 19:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Berikut ilustrasi ruang kelas dengan fasilitas dasar yang minim, kontras dengan Smart Board modern di latar belakang.(photo ilustrasi)

Berikut ilustrasi ruang kelas dengan fasilitas dasar yang minim, kontras dengan Smart Board modern di latar belakang.(photo ilustrasi)

Investigasi : Yong Ganas

Langkat – METROLANGKAT.COM

Proyek pengadaan Smart Board senilai hampir Rp 50 miliar terus menuai kritik tajam dari berbagai kalangan.

Syahrial Sulung, Direktur Lembaga Studi Pengadaan Indonesia (LSPI) sekaligus aktivis pendidikan Kabupaten Langkat, menyoroti adanya indikasi campur tangan penguasa dalam proyek ini.

“Ya, sejak awal kesannya memang dipaksakan, dan kami mencurigai proyek ini dibidani langsung oleh penguasa,” ungkap Syahrial saat ditemui di Stabat.

Ia menilai, pengajuan anggaran hingga tahap pembelian perangkat ini dilakukan secara terburu-buru, tanpa kajian yang matang dan transparan.

Kejar Tayang dan Kepentingan Politik?

Baca Juga :  Plh Kadis Dilecehkan, Kepala Sekolah Pembangkang Kuasai Dana BOS?

Menurut Syahrial, proyek ini terkesan seperti kejar tayang menjelang Pilkada Langkat 2024.

“Kami melihat ada indikasi bahwa ini bukan sekadar pengadaan untuk pendidikan, melainkan ada muatan politik di dalamnya.

Seharusnya, proyek sebesar ini melibatkan kajian komprehensif dan konsultasi dengan para pemangku kepentingan,” tambahnya.

Minim Kajian dan Perencanaan

Pengadaan Smart Board ini menimbulkan pertanyaan besar, mengingat banyak sekolah di Langkat yang masih kekurangan fasilitas dasar seperti meja, kursi, dan ruang kelas layak.

Syahrial menyayangkan ketidakseimbangan dalam prioritas pembangunan sektor pendidikan.

“Apa urgensinya membeli Smart Board ketika kondisi sekolah masih memprihatinkan?” tegasnya.

Baca Juga :  PGRI Langkat dan Plt. Kadis Pendidikan Serahkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Brandan Timur

Desakan Transparansi

LSPI dan berbagai elemen masyarakat mendesak pemerintah daerah untuk membuka secara transparan proses tender dan pihak-pihak yang terlibat.

Syahrial juga menekankan pentingnya audit independen terhadap proyek ini.

Menunggu Klarifikasi Dinas Pendidikan

Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas Pendidikan Langkat belum memberikan klarifikasi terkait tudingan tersebut.

Proyek Smart Board yang semula dianggap sebagai upaya meningkatkan kualitas pendidikan kini berbalik menjadi sorotan serius terkait dugaan penyimpangan dan kepentingan tertentu.

(Bersambung ke Bagian 3: Mengungkap Peran Penguasa dan Transparansi Tender Proyek Smart Board)

 

Follow WhatsApp Channel www.metrolangkat.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rico Waas Tantang Mahasiswa Jadi Pemimpin, Bima Arya Tekankan Ideologi
STMIK Kaputama Latih 50 Remaja Desa Sei Penjara Kuasai AI dan Desain
STMIK Kaputama Gandeng Kelurahan Tangsi Dorong PAAR dan Kampung Digital di Binjai
60 Mahasiswa STMIK Kaputama Ikuti Magang Global Smartbridge, Siap Asah Skill Industri Digital
Gubernur Tinjau MBG di SMA Negeri 1 Gunung Sitoli
Kepsek SMPN 7 Binjai Bantah Tuduhan Penggelapan Dana BOS
STMIK Kaputama Teken Kontrak Kinerja 2026,
Universitas Labuhanbatu Gelar Bimtek RPL, Perkuat Mutu Pendidikan dan MBKM
Berita ini 113 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 11:16 WIB

Rico Waas Tantang Mahasiswa Jadi Pemimpin, Bima Arya Tekankan Ideologi

Senin, 20 April 2026 - 17:45 WIB

STMIK Kaputama Latih 50 Remaja Desa Sei Penjara Kuasai AI dan Desain

Sabtu, 4 April 2026 - 15:00 WIB

STMIK Kaputama Gandeng Kelurahan Tangsi Dorong PAAR dan Kampung Digital di Binjai

Jumat, 6 Maret 2026 - 14:36 WIB

60 Mahasiswa STMIK Kaputama Ikuti Magang Global Smartbridge, Siap Asah Skill Industri Digital

Jumat, 13 Februari 2026 - 09:10 WIB

Gubernur Tinjau MBG di SMA Negeri 1 Gunung Sitoli

Berita Terbaru

Budaya

Rico Waas: Budaya Jangan Kalah oleh Teknologi

Jumat, 1 Mei 2026 - 11:27 WIB