Ambia Pane Soroti Dugaan Monopoli Proyek Disdik Binjai: “Ini Sudah Jadi Ajang Bagi-Bagi Kue Pejabat”

- Jurnalis

Kamis, 27 November 2025 - 17:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Binjai – metrolangkat.com


Dugaan praktik monopoli proyek dan bancakan anggaran kembali mencuat di tubuh Dinas Pendidikan Kota Binjai. Salah seorang tokoh pemuda Binjai, Ambia Pane, angkat suara menyoal derasnya kabar bahwa sejumlah paket rehabilitasi dan pengadaan di Disdik Binjai diduga dikendalikan oleh oknum pejabat beserta keluarganya.

Ambia menegaskan, informasi yang ia terima bahkan menyebut sebagian Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) terang-terangan menyatakan bahwa proyek dengan sistem Penunjukan Langsung (PL) sudah “menjadi milik” Wakil Wali Kota maupun keluarga Wali Kota Binjai.

“Jika benar, ini sangat miris. PPK seperti menikmati hasil suap-menyuap dan gratifikasi, baik dari pemborong maupun dari Wali Kota atau Wakil Wali Kota. Kok seperti jadi ajang bagi-bagi kue?” tegas Ambia Pane, Kamis (27/11) sore.

Baca Juga :  Aktivis Hukum Soroti Penggusuran PKL, Nilai Pemko Binjai Abaikan Rakyat Kecil

Sebagai tokoh pemuda, Ambia memastikan dirinya memiliki bukti lengkap terkait dugaan tersebut. Ia menyebut pihaknya akan segera melakukan investigasi terhadap seluruh paket proyek—baik yang selesai maupun yang masih dalam proses.

“Bukti kita sudah lengkap. Kita tidak tinggal diam. Kami akan turun menelusuri semuanya,” ujarnya dengan nada kecewa.

Lebih jauh, Ambia bahkan meyakini adanya praktik jual beli proyek yang sudah lama mengakar di lingkungan Dinas Pendidikan Binjai.

Ia menuding hingga kini masih ada upaya penarikan uang dari para rekanan, yang pada akhirnya mencoreng dunia pendidikan.

Tak hanya itu, ia juga menyinggung beredarnya informasi mengenai seorang pria berinisial IBZ, yang disebut-sebut sebagai orang kepercayaan Wakil Wali Kota Binjai.

Baca Juga :  Kontroversi Smart Board Langkat: Indikasi Campur Tangan Penguasa dan Proyek Kejar Tayang?

IBZ diduga menarik sejumlah uang dari perusahaan penyedia buku untuk mengatur main Dana BOS.

“Salah satu penerbit mengaku sudah menyerahkan uang Rp50 juta kepada IBZ untuk diberikan kepada salah satu pejabat agar bisa meloloskan penerbit ke omset yang disepakati,” ungkap Ambia.

Melihat indikasi kuat adanya gratifikasi dan praktik gelap dalam pengelolaan dana serta proyek pendidikan, Ambia berjanji akan membongkar tuntas dugaan penyimpangan di Dikdas & GTK, manajemen Dana BOS, hingga penunjukan proyek.

“Kami menduga ini melibatkan oknum kabid, bahkan bisa saja aliran ini sampai ke pimpinan. Kami akan bongkar semuanya,” tegasnya menutup pernyataan.(Kus)

Follow WhatsApp Channel www.metrolangkat.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rico Waas Tantang Mahasiswa Jadi Pemimpin, Bima Arya Tekankan Ideologi
STMIK Kaputama Latih 50 Remaja Desa Sei Penjara Kuasai AI dan Desain
STMIK Kaputama Gandeng Kelurahan Tangsi Dorong PAAR dan Kampung Digital di Binjai
60 Mahasiswa STMIK Kaputama Ikuti Magang Global Smartbridge, Siap Asah Skill Industri Digital
Gubernur Tinjau MBG di SMA Negeri 1 Gunung Sitoli
Kepsek SMPN 7 Binjai Bantah Tuduhan Penggelapan Dana BOS
STMIK Kaputama Teken Kontrak Kinerja 2026,
Universitas Labuhanbatu Gelar Bimtek RPL, Perkuat Mutu Pendidikan dan MBKM
Berita ini 50 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 11:16 WIB

Rico Waas Tantang Mahasiswa Jadi Pemimpin, Bima Arya Tekankan Ideologi

Senin, 20 April 2026 - 17:45 WIB

STMIK Kaputama Latih 50 Remaja Desa Sei Penjara Kuasai AI dan Desain

Sabtu, 4 April 2026 - 15:00 WIB

STMIK Kaputama Gandeng Kelurahan Tangsi Dorong PAAR dan Kampung Digital di Binjai

Jumat, 6 Maret 2026 - 14:36 WIB

60 Mahasiswa STMIK Kaputama Ikuti Magang Global Smartbridge, Siap Asah Skill Industri Digital

Jumat, 13 Februari 2026 - 09:10 WIB

Gubernur Tinjau MBG di SMA Negeri 1 Gunung Sitoli

Berita Terbaru

Budaya

Rico Waas: Budaya Jangan Kalah oleh Teknologi

Jumat, 1 Mei 2026 - 11:27 WIB