Medan – METROLANGKAT.COM
Badan Pusat Statistik Sumatera Utara berkolaborasi dengan Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumatera Utara mengembangkan sistem satu data tunggal kebencanaan melalui portal Anjungan Satu Data Daerah (PASADA).
Sistem ini diharapkan dapat membantu pemerintah dalam pengambilan keputusan pada tahap rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.
Kepala Badan Pusat Statistik Sumut, Asim Saputra mengatakan portal tersebut mengintegrasikan berbagai sumber data dari perangkat daerah maupun pemangku kepentingan lainnya.
“Kami bersama Dinas Kominfo sudah mengembangkan portal PASADA. Portal ini mengintegrasikan seluruh data,
termasuk kondisi kebencanaan yang dapat diakses melalui dashboard khusus di dalam portal tersebut,” ujar Asim Saputra dalam konferensi pers di Lobby Dekranasda Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan, Kamis (12/3/2026).
Ia menjelaskan, portal tersebut tidak hanya memuat data milik BPS, tetapi juga menggabungkan data dari berbagai dinas dan instansi terkait.
Seluruh data telah ditransformasikan agar lebih mudah diakses serta disajikan dalam bentuk visualisasi yang menarik.
Menurut Asim, data kebencanaan sangat penting untuk memastikan kesiapsiagaan pemerintah ketika terjadi bencana,
terutama dalam mendata kerusakan infrastruktur seperti rumah, sekolah, hingga fasilitas umum.
“Dengan data ini kita bisa segera mengecek kerusakan infrastruktur saat terjadi bencana, sehingga sangat mendukung proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Sumut,” katanya.
Portal PASADA juga menyajikan data dampak bencana di Sumatera Utara, tidak hanya data terbaru tetapi juga data periode 2020 hingga 2023.
Informasi yang tersedia meliputi jumlah korban, kerusakan rumah, lahan pertanian, ternak, serta fasilitas umum.
Data tersebut dapat diakses secara terbuka oleh berbagai pihak, mulai dari pemerintah, swasta, akademisi, hingga media.
Selain itu, BPS Sumut juga telah melakukan pemetaan terhadap UMKM yang terdampak bencana melalui proses ground check di sejumlah daerah, seperti Kabupaten Tapanuli Tengah dan Kabupaten Tapanuli Selatan.
“Kami juga menelusuri bangunan usaha yang rusak, yang masih beroperasi maupun yang sudah tidak ada.
Data ini nantinya akan menjadi pedoman dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026,” jelas Asim.
Tidak hanya data kebencanaan, portal PASADA juga mengembangkan dashboard pemetaan pengguna narkoba di Sumatera Utara.
Data tersebut nantinya bersumber dari aparat keamanan di tingkat desa.
“Tools-nya disiapkan BPS, sementara operasionalnya akan dilakukan oleh Badan Narkotika Nasional provinsi melalui data yang dihimpun dari Babinsa dan Bhabinkamtibmas di wilayah desa,” katanya.
Ia berharap portal tersebut dapat menjadi sistem data terintegrasi bagi perangkat daerah di Sumatera Utara,
sehingga data pembangunan dapat dikelola secara lebih akurat, terpadu, dan berbasis fakta di lapangan. (WIS)


















