Kapolsek Brandan Disorot: Duduk Manis di Tengah Maraknya Peredaran Narkoba

- Jurnalis

Selasa, 16 September 2025 - 15:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Langkat – METROLANGKAT.COM

Peredaran narkoba di wilayah hukum Polsek Pangkalan Brandan, Kabupaten Langkat, kian mengkhawatirkan.

Sejumlah titik yang diduga menjadi sarang narkoba seperti Kelurahan Sei Bilah, Desa Perlis (Dusun 8), Desa Securai Ura (Dusun 2), hingga Desa Sukaramai, sudah bukan rahasia umum lagi di tengah masyarakat.

Ironisnya, aparat kepolisian setempat justru terkesan diam seribu bahasa.

Kapolsek Pangkalan Brandan, AKP Amrizal Hsb, yang notabene mantan Kanit 1 Satres Narkoba Polres Langkat, tentu bukan orang baru dalam memahami peta peredaran barang haram di wilayah tersebut.

Baca Juga :  Tim Intel Korem 022/PT Gagalkan Peredaran Sabu di Simalungun, Pengedar Ditangkap dengan Senjata Api

Dengan pengalaman yang dimiliki, publik berharap ia lebih peka dan tegas menutup ruang gerak jaringan narkoba.

Namun, sejak beberapa bulan terakhir menjabat sebagai Kapolsek Brandan, kehadirannya justru dianggap masyarakat tidak memberi perubahan signifikan.

“Seperti menikmati maraknya peredaran narkoba di sini,” sindir salah seorang warga melalui media sosial.

Tak hanya itu, bahkan muncul dugaan miring di tengah masyarakat. “Jangan-jangan Kapolsek ikut menikmati hadirnya barang terlarang itu dengan menerima upeti dari bandar atau pengedar,” ketus seorang warga dengan nada curiga.

Kritik pedas terhadap kinerja Polsek Brandan terus bermunculan di platform Facebook, TikTok, hingga Instagram.

Baca Juga :  50 Kg Sabu dan 20 Ribu Ekstasi Digagalkan di Asahan, Polda Sumut Bongkar Jaringan Lintas Negara

Warganet ramai-ramai mempertanyakan keberanian aparat dalam menindak para pelaku perusak generasi.

Namun suara lantang dari masyarakat itu seolah tidak membuat jajaran Polsek bergeming, apalagi turun langsung melakukan penindakan serius.

Masyarakat menilai, sikap “duduk manis” aparat di tengah maraknya peredaran narkoba hanya akan memperparah rusaknya moral generasi muda di kawasan tersebut.

Mereka mendesak agar Kapolsek segera membuktikan komitmennya dalam memberantas narkoba, bukan justru menjadi penonton di wilayah hukumnya sendiri.(Upek london)

Follow WhatsApp Channel www.metrolangkat.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Razia Gabungan di Hotel Binjai, Tiga Pengunjung Positif Narkoba Direhabilitasi
Curi Lembu Warga Salapian, Pasangan Kekasih Terjungkal ke Parit Dikejar Massa
Ricky Anthony Apresiasi Tim Resmob Satreskrim Polrestabes Medan
Dipergoki Mencuri Sawit, Pria di Wampu Ancam Warga dengan Kelewang, Kasus Dilaporkan ke Polisi
Operasi Antik Toba 2026: Polres Binjai Bongkar 23 Kasus Narkoba, 28 Tersangka Dibekuk
Empat Terduga Pelaku Pengeroyokan Polisi Diduga Dilepas Polisi, Polres Binjai Disoal
Warga Ngaku Laporan Maling Ditolak Polisi, Kini Dipanggil Gegara ‘Hakimi’ Pelaku
THM Phantom Direkom Tutup Usai Digerebek, Polisi Temukan Dugaan Peredaran Narkoba
Berita ini 114 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 14 Juni 2026 - 16:38 WIB

Razia Gabungan di Hotel Binjai, Tiga Pengunjung Positif Narkoba Direhabilitasi

Jumat, 12 Juni 2026 - 12:37 WIB

Curi Lembu Warga Salapian, Pasangan Kekasih Terjungkal ke Parit Dikejar Massa

Kamis, 4 Juni 2026 - 22:47 WIB

Ricky Anthony Apresiasi Tim Resmob Satreskrim Polrestabes Medan

Kamis, 4 Juni 2026 - 14:10 WIB

Dipergoki Mencuri Sawit, Pria di Wampu Ancam Warga dengan Kelewang, Kasus Dilaporkan ke Polisi

Rabu, 3 Juni 2026 - 10:58 WIB

Operasi Antik Toba 2026: Polres Binjai Bongkar 23 Kasus Narkoba, 28 Tersangka Dibekuk

Berita Terbaru

Pemerintahan

Syah Afandin Tegaskan Promosi ASN Harus Objektif

Sabtu, 27 Jun 2026 - 20:21 WIB