Ultimatum Trump ke Iran Guncang Pasar, Harga Minyak Tembus USD 100 per Barel

- Kontributor

Senin, 23 Maret 2026 - 16:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

foto : Sebuah kapal nirawak L3 Harris Arabian Fox MAST-13 milik Angkatan Laut AS dan kapal pemotong USCGC John Scheuerman milik Penjaga Pantai AS melintasi Selat Hormuz pada hari Rabu, 19 April 2023.(int)

Jakarta – metrolangkat.com

Harga minyak dunia melonjak tajam pada awal perdagangan Senin (23/3/2026), menyusul meningkatnya ketegangan geopolitik setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan ultimatum kepada Iran terkait pembukaan Selat Hormuz.

Dikutip dari Channel News Asia, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei sempat melonjak 1,8 persen hingga menembus USD 100 per barel sebelum terkoreksi tipis. Sementara itu, minyak Brent Laut Utara naik ke level USD 113,44 per barel, lalu turun ke kisaran USD 111 dalam 45 menit pertama perdagangan.

Baca Juga :  Harga BBM Resmi Naik Per 1 Februari, Pertamax Jadi Rp12.900

Lonjakan ini kontras dengan kondisi pada 27 Februari lalu, di mana harga WTI dan Brent masing-masing masih berada di level USD 67,02 dan USD 72,48 per barel, sebelum eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.

Kenaikan harga mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap potensi terganggunya pasokan energi global, mengingat Selat Hormuz merupakan jalur vital yang dilalui sekitar 20 persen distribusi minyak dan gas dunia.

Ketegangan meningkat setelah Trump melalui platform Truth Social memperingatkan bahwa militer AS akan “menyerang dan menghancurkan” infrastruktur energi Iran jika Teheran tidak membuka kembali jalur tersebut dalam waktu 48 jam.

Baca Juga :  Hizbullah Bombardir Pangkalan Militer Israel Pakai Rudal

Menanggapi hal itu, pihak militer Iran menyatakan kesiapan untuk membalas dengan menargetkan fasilitas energi serta instalasi desalinasi milik AS dan sekutunya di kawasan.

Situasi diperkeruh dengan pernyataan Kepala Staf Militer Israel, Eyal Zamir, yang menyebut operasi militer akan diperluas dan berpotensi berlangsung lama.

Di tengah eskalasi tersebut, Iran dilaporkan meningkatkan serangan rudal dan drone ke sejumlah target energi di negara-negara sekutu AS serta kapal-kapal di kawasan Teluk. Kondisi ini semakin memperbesar risiko terjadinya krisis energi global.(Red/int)

Follow WhatsApp Channel www.metrolangkat.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kim Jong-un Kembali Pimpin Korea Utara, Kekuasaan Kian Kokoh
“Iran Klaim Hancurkan Mata dan Telinga AS di Timur Tengah, Radar Miliaran Dolar Tumbang”
Elnusa Mantapkan Langkah Global, Dukung Survei Seismik 3D di Thailand
Pasukan IDF Kocar-Kacir Diserang Hewan Buas
Akibat Gerakan Boikot, KFC dan Pizza Hut di Turki Alami Kebangkrutan
PM Malaysia Bertemu Presiden Prabowo, Bahas Ini
Meninggalnya Qari di Masjid Aceh saat Baca Surat Al-Isra Ayat 1 jadi Sorotan Media Arab
TOK! Israel dan Hamas Sepakat Gencatan Senjata
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 23 Maret 2026 - 16:31 WIB

Ultimatum Trump ke Iran Guncang Pasar, Harga Minyak Tembus USD 100 per Barel

Senin, 23 Maret 2026 - 15:41 WIB

Kim Jong-un Kembali Pimpin Korea Utara, Kekuasaan Kian Kokoh

Minggu, 1 Maret 2026 - 04:32 WIB

“Iran Klaim Hancurkan Mata dan Telinga AS di Timur Tengah, Radar Miliaran Dolar Tumbang”

Jumat, 22 Agustus 2025 - 16:28 WIB

Elnusa Mantapkan Langkah Global, Dukung Survei Seismik 3D di Thailand

Senin, 24 Maret 2025 - 18:55 WIB

Pasukan IDF Kocar-Kacir Diserang Hewan Buas

Berita Terbaru

Internasional

Kim Jong-un Kembali Pimpin Korea Utara, Kekuasaan Kian Kokoh

Senin, 23 Mar 2026 - 15:41 WIB