Hubungan Memanas? Trump Sebut Netanyahu Harus Lebih Bertanggung Jawab

- Jurnalis

Kamis, 18 Juni 2026 - 11:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

foto : Presiden Amerika Serikat Donal Trump.

PARIS –metrolangkat.com

Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan pernyataan kontroversial yang menyita perhatian dunia internasional. Kali ini, Trump secara terbuka mengkritik Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sekaligus mengklaim bahwa Israel tidak akan bertahan tanpa dukungan Amerika Serikat dan kebijakan yang ia ambil selama menjabat presiden.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7 bersama Emir Qatar di Prancis, Selasa (16/6/2026).

Dalam kesempatan itu, Trump menegaskan bahwa peran Amerika Serikat sangat menentukan keberlangsungan Israel di tengah berbagai konflik yang dihadapinya selama bertahun-tahun.

“Tanpa Amerika Serikat, tidak akan ada Israel. Tanpa saya, tidak akan ada Israel, karena tidak ada presiden lain yang bersedia melakukan apa yang saya lakukan,” ujar Trump.

Ia bahkan mengklaim Israel sudah lama berada dalam kondisi terancam sebelum dirinya mengambil sejumlah kebijakan yang dianggap menguntungkan negara tersebut.

“Israel pasti sudah hancur sejak lama jika saya tidak terlibat,” tambahnya.

Kritik Netanyahu soal Konflik Lebanon

Selain menyoroti hubungan Amerika Serikat dan Israel, Trump juga mengkritik kebijakan pemerintahan Netanyahu terkait konflik berkepanjangan antara Israel dan Hizbullah di Lebanon.

Baca Juga :  Serangan Israel ke Lebanon Sasar Gedung Pemerintahan, Wali Kota Nabatieh Tewas

Menurut Trump, operasi militer yang berlangsung selama bertahun-tahun telah menyebabkan terlalu banyak korban sipil dan memperburuk situasi kawasan.

“Israel sudah terlalu lama memerangi Hizbullah dan terlalu banyak orang yang terbunuh. Anda tidak perlu meruntuhkan gedung apartemen setiap kali mencari seseorang karena ada banyak orang di gedung-gedung itu dan mereka tidak semuanya adalah Hizbullah,” katanya.

Trump juga menyinggung serangan Israel ke Lebanon yang terjadi hanya beberapa jam sebelum rencana penandatanganan kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran.

Ia meminta Netanyahu untuk lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan yang berpotensi memperkeruh situasi regional.

“Saya memiliki hubungan yang baik dengan Bibi, tetapi sekarang Bibi harus lebih bertanggung jawab terkait Lebanon,” ujar Trump, menggunakan nama panggilan Netanyahu.

Trump juga mengenang Lebanon sebagai negara yang pernah menjadi pusat pendidikan dan intelektual di Timur Tengah.

“Lebanon dulu adalah negara yang hebat. Itu adalah negaranya para profesor, dokter, pengacara. Intelektualitas besar ada di Lebanon. Sekarang semuanya sangat buruk,” katanya.

Bantah Dana Rekonstruksi untuk Iran

Dalam kesempatan yang sama, Trump membantah laporan yang menyebut Iran akan memperoleh akses dana rekonstruksi sebesar 300 miliar dolar AS apabila bersedia menyerahkan persediaan uranium yang dimilikinya.

Baca Juga :  Usai Tewasnya Pemimpin Hamas, Hizbullah Umumkan Perang Fase Baru

“Kami tidak menginvestasikan uang apa pun di Iran. Rumor yang muncul kemarin itu tidak masuk akal,” tegas Trump.

Meski demikian, ia memperingatkan konsekuensi serius jika Iran tetap mengembangkan senjata nuklir dan melanggar kesepakatan yang tengah dibahas.

“Semua neraka akan turun ke Teheran,” ujarnya.

Namun Trump menegaskan dirinya tidak mendukung upaya perubahan rezim di Iran.

“Saya tidak pernah peduli dengan perubahan rezim. Itu tidak pernah penting,” katanya.

KTT G7 Bahas Iran dan Perang Rusia-Ukraina

KTT G7 yang berlangsung di Evian-les-Bains, Prancis, menjadi forum penting bagi para pemimpin dunia untuk membahas berbagai isu global, termasuk kesepakatan baru antara Amerika Serikat dan Iran serta upaya mengakhiri perang Rusia-Ukraina.

Trump menyebut perkembangan signifikan akan segera terjadi dalam proses negosiasi tersebut, meskipun masih terdapat sejumlah tantangan, termasuk ketegangan dengan Israel yang disebut tidak dilibatkan dalam pembahasan memorandum kesepakatan.

Pernyataan Trump terkait Israel dan Netanyahu pun langsung menjadi sorotan media internasional. Banyak pengamat menilai ucapan tersebut sebagai sinyal adanya perbedaan pandangan yang semakin terbuka antara dua tokoh yang selama ini dikenal memiliki hubungan politik yang dekat.(jihan/trb)

Follow WhatsApp Channel www.metrolangkat.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Trump Desak Iran Buka Selat Hormuz, Ancam Hancurkan Infrastruktur Jika Gagal Sepakat
Ultimatum Trump ke Iran Guncang Pasar, Harga Minyak Tembus USD 100 per Barel
Kim Jong-un Kembali Pimpin Korea Utara, Kekuasaan Kian Kokoh
“Iran Klaim Hancurkan Mata dan Telinga AS di Timur Tengah, Radar Miliaran Dolar Tumbang”
Elnusa Mantapkan Langkah Global, Dukung Survei Seismik 3D di Thailand
Pasukan IDF Kocar-Kacir Diserang Hewan Buas
Akibat Gerakan Boikot, KFC dan Pizza Hut di Turki Alami Kebangkrutan
PM Malaysia Bertemu Presiden Prabowo, Bahas Ini
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 11:10 WIB

Hubungan Memanas? Trump Sebut Netanyahu Harus Lebih Bertanggung Jawab

Selasa, 7 April 2026 - 11:04 WIB

Trump Desak Iran Buka Selat Hormuz, Ancam Hancurkan Infrastruktur Jika Gagal Sepakat

Senin, 23 Maret 2026 - 16:31 WIB

Ultimatum Trump ke Iran Guncang Pasar, Harga Minyak Tembus USD 100 per Barel

Senin, 23 Maret 2026 - 15:41 WIB

Kim Jong-un Kembali Pimpin Korea Utara, Kekuasaan Kian Kokoh

Minggu, 1 Maret 2026 - 04:32 WIB

“Iran Klaim Hancurkan Mata dan Telinga AS di Timur Tengah, Radar Miliaran Dolar Tumbang”

Berita Terbaru

Internasional

Hubungan Memanas? Trump Sebut Netanyahu Harus Lebih Bertanggung Jawab

Kamis, 18 Jun 2026 - 11:10 WIB