Dari Kesehatan Masyarakat ke Teknologi, Ronny Torehkan 24 Prestasi Karya Ilmiah

Metro Langkat

- Jurnalis

Rabu, 4 November 2026 - 20:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan Foto:

Ronny, mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Sumatera Utara (USU) angkatan 2022, menunjukkan piagam penghargaan Mahasiswa Berprestasi Tingkat Nasional dalam USU Awards serta medali dan sertifikat Juara 2 Kompetisi Ilmiah Mahasiswa Nasional (KIMVETNAS) Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada (UGM) 2025.(ist)

MEDAN – Metrolangkat.com

Batasan disiplin ilmu bukan penghalang untuk terus berkembang. Prinsip itulah yang ditunjukkan Ronny, mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Sumatera Utara (USU) angkatan 2022.

Melalui puluhan kompetisi karya ilmiah, ia berhasil mengeksplorasi berbagai bidang pengetahuan sekaligus menorehkan prestasi hingga tingkat nasional dan internasional.

Berangkat dari latar belakang Kesehatan Masyarakat, Ronny sebenarnya memiliki ketertarikan khusus pada bidang Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), Kesehatan Lingkungan, serta Biostatistika.

Namun, kecintaannya terhadap dunia penelitian membuatnya tidak ingin membatasi kemampuan hanya pada bidang yang dipelajarinya di bangku perkuliahan.

Baginya, kompetisi karya ilmiah bukan sekadar ajang adu gagasan untuk memperebutkan penghargaan. Lebih dari itu, kompetisi menjadi ruang pembelajaran untuk mengenal persoalan baru, memperluas wawasan, membangun jejaring, sekaligus menguji kemampuan dalam mengembangkan solusi melalui pendekatan ilmiah.

“Saya melihat kompetisi sebagai kesempatan untuk belajar sekaligus memperluas pengalaman. Saya bisa bertemu dengan orang dari berbagai daerah dan belajar dari bidang yang berbeda. Dari situ saya merasa banyak hal yang bisa dieksplorasi,” ujar Ronny.

Ketertarikan tersebut membawanya menjelajahi beragam tema penelitian. Tidak hanya berkaitan dengan kesehatan, karya-karya yang dikembangkannya juga menyentuh bidang lingkungan, matematika, psikologi, biologi, teknologi laboratorium medis, gizi, hingga teknologi.

Salah satu karya yang menunjukkan kemampuan eksplorasi lintas disiplin tersebut adalah penelitian berjudul SMART-TILT: Integrating Digital Twin, IoT Sensors, and Machine Learning for Predictive Structural Health Monitoring of Heritage Buildings in Earthquake Prone Areas.

Karya ini mengangkat gagasan pemantauan kondisi struktur bangunan bersejarah di kawasan rawan gempa dengan mengintegrasikan teknologi Digital Twin, sensor Internet of Things (IoT), dan Machine Learning.

Baca Juga :  Rico Waas Tegas Perangi Judi Online, Sebut Sudah Copot Camat Terlibat Judol

Menariknya, gagasan tersebut justru lahir dari mahasiswa Kesehatan Masyarakat yang berani memasuki wilayah keilmuan teknik sipil dan teknologi digital.

Inovasi tersebut mengantarkan Ronny meraih predikat 1st Runner Up International Paper Innovation Contest dalam The 14th Civil Engineering Innovation Contest Universitas Diponegoro 2026.

Pencapaian itu menjadi salah satu bukti bahwa kemampuan akademik mahasiswa tidak harus berhenti pada batas program studi. Dengan kemauan belajar, penguasaan referensi, dan keberanian mengeksplorasi gagasan, peluang untuk berkompetisi di berbagai bidang terbuka semakin luas.

Prestasi tersebut bukan satu-satunya catatan dalam perjalanan akademiknya. Ronny telah mengoleksi 24 gelar juara dari berbagai kompetisi karya ilmiah.

Sejumlah penghargaan yang berhasil diraihnya antara lain Juara 2 KIMVETNAS Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada (UGM) 2025, Juara 3 National Paper & Poster Competition IEEE Teknik Elektro Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) 2026,

Juara 2 PIMPI Fakultas Pertanian IPB University 2026, serta Juara 3 Scientific Paper ENVIFAIR FKM Universitas Indonesia (UI) 2025.

Deretan prestasi tersebut tidak diperoleh melalui proses instan. Setiap kompetisi menuntut persiapan, ketekunan, serta kemampuan memahami persoalan dari sudut pandang yang berbeda.

Ronny mengaku, tantangan terbesar bukan hanya menemukan ide yang menarik, melainkan memahami substansi permasalahan dan menghubungkan berbagai konsep keilmuan menjadi sebuah gagasan yang logis serta dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

“Bukan hanya mencari ide, tetapi bagaimana kita memahami masalahnya, mempelajari teknologinya, kemudian menghubungkan semuanya secara logis,” ungkapnya.

Proses tersebut mengharuskannya melakukan penelusuran referensi, mempelajari berbagai literatur, memahami perkembangan teknologi, hingga menyusun argumentasi ilmiah yang kuat.

Pengalaman mengikuti kompetisi pun secara tidak langsung membentuk pola pikir kritis, kemampuan analisis, serta keberanian menghadapi tantangan baru.

Menariknya, pengalaman yang diperoleh Ronny tidak hanya berhenti pada pencapaian pribadi. Ia juga mulai membagikan pengetahuan dan pengalamannya kepada mahasiswa lain yang ingin mengembangkan kemampuan di bidang karya tulis ilmiah.

Baca Juga :  Pj Bupati Langkat Faisal Hasrimy Resmikan Masjid ke-49 Yayasan Haji Anif di Desa Jaring Halus

Ronny pernah dipercaya menjadi pemateri dalam kegiatan Smart Class KTI FPM GEM FEB USU 2025 dengan membawakan materi mengenai penentuan ide hingga strategi mengikuti kompetisi karya tulis ilmiah.

Selain itu, ia juga berkontribusi sebagai mentor dalam Klinik KTI FPM GEM FEB USU 2025.

Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari upayanya membangun budaya akademik yang produktif dan mendorong mahasiswa agar tidak ragu mengembangkan gagasan, melakukan penelitian, serta berkompetisi di berbagai tingkatan.

Di lingkungan Universitas Sumatera Utara, perjalanan akademiknya turut memperoleh apresiasi. Ronny tercatat menerima Beasiswa Prestasi USU pada 2024 dan 2025 serta penghargaan Mahasiswa Berprestasi dalam USU Award 2024.

Bagi Ronny, seluruh pencapaian tersebut bukanlah garis akhir. Ia justru memandang setiap penghargaan sebagai motivasi untuk terus belajar, memperluas pengalaman, dan menghasilkan karya yang memiliki nilai lebih.

“Saya ingin terus belajar dan mencoba hal baru. Ketika kita berasal dari satu daerah atau satu kampus, bukan berarti ruang untuk berkembang juga terbatas di sana. Justru saya ingin membawa apa yang saya pelajari dari USU ke berbagai tempat dan melihat sejauh mana karya yang saya buat bisa bersaing,” tuturnya.

Perjalanan Ronny menjadi gambaran bahwa mahasiswa memiliki kesempatan luas untuk mengembangkan potensi tanpa harus terkungkung oleh batasan disiplin akademik.

Kompetisi karya ilmiah dapat menjadi pintu masuk untuk mengenal dunia yang lebih luas, mempertemukan berbagai perspektif, serta melahirkan gagasan yang menjawab persoalan lintas bidang.

Dari ruang perkuliahan di Universitas Sumatera Utara hingga panggung kompetisi nasional dan internasional, Ronny membuktikan bahwa prestasi bukan semata-mata tentang seberapa banyak penghargaan yang berhasil dikumpulkan, melainkan juga tentang keberanian untuk terus belajar, beradaptasi, dan memberikan manfaat melalui ilmu pengetahuan. Terus berkarya, melampaui batas keilmuan, dan membawa nama USU semakin dikenal melalui prestasi.(Red)

Follow WhatsApp Channel www.metrolangkat.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Siapa Rocky Gerung? Filsuf Kritis yang Kini Duduk di Lingkar Kekuasaan
Peduli Korban Kebakaran, Ricky Anthony Salurkan Bantuan untuk Dua Keluarga di Hinai
Elnusa Dorong Ekonomi Sirkular, Latih Kelompok Perempuan Olah Limbah Plastik Bernilai Ekonomi
Lebaran Yatim, Rico Waas Ajak 428 Anak Yatim dan Dhuafa Belanja Baju Baru
Bukan Sekadar Masak, Lomba Nasi Goreng DWP Binjai Pererat Silaturahmi Anggota
Bobby Nasution Buka MTQ Sumut, Ajak Bangun Daerah dengan Nilai Alquran
Merajut Harapan dari Limbah Jerami, Petani Pengabuan Tingkatkan Penghasilan Lewat Produk Ramah Lingkungan
Pertamina Drilling Latih Gen Z Desa Kaplongan Ubah Sampah Organik Jadi Cairan Anti Korosi untuk Industri Migas
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 20:58 WIB

Dari Kesehatan Masyarakat ke Teknologi, Ronny Torehkan 24 Prestasi Karya Ilmiah

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:30 WIB

Siapa Rocky Gerung? Filsuf Kritis yang Kini Duduk di Lingkar Kekuasaan

Selasa, 7 Juli 2026 - 11:31 WIB

Peduli Korban Kebakaran, Ricky Anthony Salurkan Bantuan untuk Dua Keluarga di Hinai

Rabu, 1 Juli 2026 - 18:32 WIB

Elnusa Dorong Ekonomi Sirkular, Latih Kelompok Perempuan Olah Limbah Plastik Bernilai Ekonomi

Jumat, 26 Juni 2026 - 21:29 WIB

Lebaran Yatim, Rico Waas Ajak 428 Anak Yatim dan Dhuafa Belanja Baju Baru

Berita Terbaru