Rico Waas Bakal Ditabalkan Merga Ginting Suka, Mburo Ate Tedeh Jadi Panggung Persaudaraan Karo

Metro Langkat

- Jurnalis

Rabu, 4 November 2026 - 21:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN – metrolangkat.com

Kerinduan terhadap kampung halaman, adat istiadat, dan ikatan persaudaraan masyarakat Karo di Kota Medan akan kembali dipertemukan melalui kegiatan Mburo Ate Tedeh.

Tidak sekadar menjadi ajang temu kangen, kegiatan ini juga akan menjadi momentum bersejarah bagi Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas dan istrinya, Airin Rico Waas, yang akan menerima penabalan merga dan beru dalam prosesi adat Karo.

Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung di Gedung TP PKK Kota Medan, Sabtu (7/11/2026), mulai pukul 15.00 WIB.

Ketua Panitia Muhammad Edison Ginting didampingi Sekretaris Harry Indrawan Tarigan mengatakan, seluruh persiapan pelaksanaan kegiatan telah rampung. Panitia juga telah mempersiapkan berbagai rangkaian acara yang akan menghadirkan nuansa kekeluargaan sekaligus kekayaan tradisi budaya Karo.

Sejumlah tokoh dijadwalkan hadir, mulai dari kepala daerah berlatar belakang masyarakat Karo, anggota DPR RI, DPD RI, DPRD Sumatera Utara, DPRD Kota Medan, tokoh adat hingga kalangan cendekiawan Karo.

“Mburo Ate Tedeh bukan sekadar ajang temu kangen, tetapi juga menjadi momentum mempererat persaudaraan dan kebersamaan masyarakat Karo. Kami ingin melalui kegiatan ini, ikatan kekeluargaan dan kecintaan terhadap adat serta budaya Karo semakin kuat,” ujar Ginting.

Baca Juga :  Kapolres Langkat Hadiri Pembukaan MTQ ke-57, Dukung Peningkatan Nilai Religius di Masyaraka

Salah satu agenda utama yang menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut adalah prosesi penabalan merga kepada Rico Waas dan beru kepada istrinya.

Dalam prosesi adat itu, Rico Waas akan ditabalkan sebagai Merga Ginting Suka dengan bebere Tarigan. Sementara Airin Rico Waas akan ditabalkan sebagai Beru Sembiring Pelawi dengan bebere Karo Sekali Suka Piring.

Penabalan tersebut bukan tanpa latar belakang sejarah. Panitia menjelaskan, prosesi ini berkaitan dengan hubungan persahabatan dan perjuangan antara kakek Wali Kota Medan, Letnan Jacob Waas, dengan Pahlawan Nasional Letjen Jamin Gintings.

Keduanya disebut memiliki ikatan perjuangan ketika menghadapi Belanda di Tanah Karo dan Sumatera Utara pada masa revolusi sekitar 1947. Letnan Jacob Waas diketahui merupakan teman seperjuangan sekaligus ajudan Letjen Jamin Gintings.

“Hubungan sejarah antara Letnan Jacob Waas dan Letjen Jamin Gintings menjadi salah satu latar belakang penabalan merga ini. Kami ingin mengenang sekaligus menghormati ikatan persaudaraan dan perjuangan yang telah terjalin sejak masa itu,” jelas Ginting.

Selain prosesi penabalan merga, Mburo Ate Tedeh juga akan dimeriahkan berbagai pertunjukan adat dan budaya Karo.

Baca Juga :  Pemko Medan Dorong Inovasi Pelestarian Budaya Melayu

Mulai dari penampilan alat musik tradisional, prosesi adat, tradisi adu pengantin yang melibatkan tarian dan nyanyian, hingga manuk sangkep atau tradisi makan bersama yang menjadi simbol kebersamaan dan kekeluargaan masyarakat Karo.

Panitia berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang berkumpul bagi masyarakat Karo di Kota Medan, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan kekayaan adat istiadat kepada generasi muda.

Menurut Ginting, menjaga budaya bukan hanya tentang mempertahankan tradisi masa lalu, melainkan juga memastikan nilai-nilai persaudaraan, penghormatan dan kebersamaan tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

“Kami berharap kegiatan ini menjadi ruang kebersamaan sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Karo kepada masyarakat luas, terutama generasi muda. Untuk itu, kami dari panitia berharap kepada semua masyarakat Karo se-Kota Medan untuk hadir dalam rangka meningkatkan tali silaturahmi sesama orang Karo,” pungkasnya.

Melalui Mburo Ate Tedeh, panitia ingin menghadirkan lebih dari sekadar pertemuan. Ada sejarah yang dikenang, persaudaraan yang dirawat, serta warisan budaya yang terus dijaga agar tidak tergerus oleh perubahan zaman. (rel/wis)

Follow WhatsApp Channel www.metrolangkat.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hari Ulos Nasional 2026, Rico Waas Bidik Pasar Dunia untuk Tenun Lokal
Lestarikan Uis Karo dengan Gedokan, Penenun Karya Bunda Berharap Perhatian Pemko Binjai
Angkat Pesona Tenun Karo ke Panggung Modern, Airin Rico Waas Resmikan Gallery Torose
Festival Lampion Vihara Setia Buddha Binjai Digelar 25 September, Ada Pawai Keliling dan Lucky Draw
Walikota Rico Waas Dukung Merdang Merdem 2026: Jangan Sampai Adat dan Kesakralan Hilang
Tiorita Perkuat Sinergi dengan Tokoh Melayu, Dorong Pembangunan Berbasis Budaya di Langkat
Acara GEMES 2026 Dinilai Tak ‘Merakyat’, Dinas Pariwisata Medan Dikritik Habiskan Rp2,5 Miliar
Di Tengah Gempuran Budaya Modern, Ricky Anthony Pilih Jaga Warisan Leluhur
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 21:27 WIB

Rico Waas Bakal Ditabalkan Merga Ginting Suka, Mburo Ate Tedeh Jadi Panggung Persaudaraan Karo

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 23:40 WIB

Hari Ulos Nasional 2026, Rico Waas Bidik Pasar Dunia untuk Tenun Lokal

Selasa, 6 Oktober 2026 - 17:52 WIB

Lestarikan Uis Karo dengan Gedokan, Penenun Karya Bunda Berharap Perhatian Pemko Binjai

Minggu, 20 September 2026 - 17:09 WIB

Angkat Pesona Tenun Karo ke Panggung Modern, Airin Rico Waas Resmikan Gallery Torose

Senin, 14 September 2026 - 13:01 WIB

Festival Lampion Vihara Setia Buddha Binjai Digelar 25 September, Ada Pawai Keliling dan Lucky Draw

Berita Terbaru