Foto : Ketua TP PKK Kota Binjai, Ny. Nurhayati Amir Hamzah, mengunjungi pengrajin Tenun Tradisional Uis Karo “Karya Bunda” di Jalan Kutilang, Lingkungan III, Kelurahan Mencirim, Kecamatan Binjai Timur, Selasa (6/10/2026).(ist)
BINJAI – metrolangkat.com
Ketua TP PKK Kota Binjai, Ny. Nurhayati Amir Hamzah, mengunjungi pengrajin Tenun Tradisional Uis Karo “Karya Bunda” di Jalan Kutilang, Lingkungan III, Kelurahan Mencirim, Kecamatan Binjai Timur, Selasa (6/10/2026).
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari kegiatan pembinaan UMKM dan pariwisata dalam rangka Lomba Kampung Sentra Kreatif Mencirim.
Dalam arahannya, Ny. Nurhayati mendorong para pelaku UMKM untuk terus meningkatkan kualitas produk, melakukan inovasi, memperbaiki manajemen usaha serta tertib administrasi agar mampu berkembang dan bersaing lebih luas.
Ia juga mengajak kader TP PKK bersama masyarakat memperkuat sinergi dalam mempersiapkan Kelurahan Mencirim sebagai Kampung Kreatif Sumut Berkah.
Rombongan kemudian mengunjungi sejumlah pelaku UMKM di Kelurahan Mencirim, mulai dari pengrajin keranjang, ulos, sepatu, olahan makanan hingga kursi bambu.
Di Tenun Tradisional Uis Karo “Karya Bunda”, rombongan melihat langsung proses pembuatan kain tradisional tersebut. Mulai dari benang hingga menjadi Uis Karo yang siap dipasarkan.
Di balik aktivitas menenun secara tradisional itu, terdapat perjuangan puluhan perempuan yang selama bertahun-tahun menggantungkan kehidupan keluarganya dari hasil menenun.
Dua orang penenun, Mak Desvi dan Mak Mei, berharap Pemerintah Kota Binjai dapat memberikan perhatian serta dukungan terhadap keberlangsungan usaha mereka.
“Kami berharap Pemerintah Kota Binjai dapat memperhatikan dan membantu kami. Sebab sudah bertahun-tahun kami melestarikan pembuatan Uis Karo dengan menggunakan alat tradisional yang kami sebut Gedokan,” ungkap Mak Desvi dan Mak Mei kepada awak media.
Keduanya menjelaskan, Ketua Tenun Tradisional Uis Karo “Karya Bunda”, Ade Fitri, tidak dapat hadir karena sedang mengikuti kegiatan lain.
Para penenun juga berharap adanya bantuan bahan baku, seperti benang, maupun peralatan tenun untuk mendukung aktivitas produksi.
“Karena selama ini kami hidup dari bertenun untuk menghidupi keluarga. Apalagi kami yang tergabung di sini umumnya adalah janda,” ujar para penenun.
Mereka mengaku telah menjalani profesi tersebut selama bertahun-tahun. Selain menjadi sumber penghasilan keluarga, aktivitas menenun juga menjadi bagian dari upaya mempertahankan warisan budaya Karo di tengah perkembangan zaman.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Plt. Kepala Dinas Koperasi Kota Binjai Gloria Sinulingga, S.Pd., M.Pd.; Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Masyarakat (P3AM) Kota Binjai Jonner Lumbantoruan, S.Si.T., M.Kes.;
Kepala Dinas Pariwisata Kota Binjai Zulfan, S.T., M.M.; Babinsa Kelurahan Mencirim Olo Aritonang; Lurah Mencirim Bambang Asmanto; para kader TP PKK Kecamatan Binjai Timur dan Kelurahan Mencirim serta para kepala lingkungan.(Kus)

















